Ambeien dan HIV: Apa Hubungannya?

Topik “Ambeien dan HIV” sering menimbulkan pertanyaan karena kedua kondisi sama-sama dapat menimbulkan keluhan di area anus. Meski tidak berhubungan langsung, pemahaman yang benar sangat penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Ambeien dan HIV: Apa Hubungannya?

Wasir adalah pembengkakan pembuluh darah di anus atau rektum. Gejalanya berupa benjolan, nyeri, gatal, dan perdarahan saat BAB. Keluhan sering memburuk bila seseorang sering duduk lama, konstipasi, atau mengejan keras. Di ST Wasir Center, penanganannya menggunakan metode modern seperti radiofrekuensi, ultrasonik, dan Well-C.

Secara medis, ambeien tidak disebabkan oleh HIV, begitu pula sebaliknya. Wasir muncul karena pembuluh darah di anus membengkak akibat tekanan, seperti konstipasi, kehamilan, sering duduk lama, atau mengejan.

Namun, orang dengan HIV yang sistem imunnya lemah lebih rentan mengalami:

  • Infeksi di area anus

  • Peradangan lebih lama

  • Penyembuhan luka yang melambat

Jika penderita HIV mengalami wasir atau fisura, gejala bisa terasa lebih berat dan membutuhkan perawatan khusus.

Keluhan Anorektal yang Bisa Timbul pada Pasien HIV

Walau bukan penyebab langsung ambeien, HIV dapat meningkatkan risiko kondisi berikut:

  • Infeksi jamur atau bakteri

  • Kondiloma (kutil anus)

  • Ulserasi atau luka yang sulit sembuh

  • Radang anus (proktitis)

Karena itu, pemantauan rutin sangat penting.

Perbedaan Ambeien biasa dengan Keluhan Karena Infeksi

Ambeien biasanya ditandai:

  • Benjolan yang keluar masuk

  • Nyeri saat BAB

  • Perdarahan segar

  • Gatal ringan

Sementara infeksi anus lebih sering menimbulkan:

  • Cairan tidak normal

  • Nyeri menetap sepanjang hari

  • Luka atau ruam

  • Rasa panas berlebihan

Pemeriksaan medis diperlukan untuk membedakan keduanya.

Penanganan Ambeien pada Pasien HIV

Di ST Wasir Center, metode yang digunakan bersifat modern dan minim luka sehingga aman untuk pasien yang memiliki kekebalan tubuh sensitif. Beberapa keuntungan:

  • Prosedur tanpa jahitan

  • Risiko perdarahan rendah

  • Pemulihan cepat

  • Mengurangi risiko infeksi sekunder

Kapan Harus Periksa?

Segera periksa bila:

  • Ada perdarahan berulang

  • Nyeri makin hebat

  • Muncul benjolan atau cairan

  • Keluhan tidak membaik dalam 3–5 hari

Pemeriksaan dini membantu memastikan apakah keluhan disebabkan ambeien, fisura, infeksi, atau kondisi lain.

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *