Anus luka perih merupakan keluhan yang sering menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama saat duduk, berjalan, atau buang air besar. Rasa perih biasanya disebabkan oleh adanya luka kecil atau iritasi pada kulit di sekitar anus. Meskipun terlihat sepele, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan tepat.
Contents
Luka Kecil pada Dinding Anus Menyebabkan Luka Perih
Salah satu penyebab utama anus terasa perih adalah adanya luka kecil pada dinding anus. Luka ini dapat terjadi akibat BAB keras, mengejan terlalu kuat, atau gesekan berulang pada jaringan anus. Luka kecil ini sering menimbulkan sensasi perih seperti terbakar, terutama setelah buang air besar.
Jika dibiarkan, luka dapat semakin sensitif dan memicu nyeri berulang.
Iritasi Kulit Sekitar Dubur
Iritasi pada kulit sekitar anus juga dapat menyebabkan rasa perih. Kondisi ini sering dipicu oleh kelembapan berlebih, kebersihan yang kurang optimal, atau penggunaan sabun yang terlalu keras. Kulit yang teriritasi menjadi lebih sensitif dan mudah terasa perih saat terkena gesekan pakaian atau saat bergerak.
Menjaga area tetap kering dan bersih sangat penting untuk mencegah iritasi berulang.
Fisura Ani sebagai Penyebab Umum Anus Luka Perih
Anus luka juga bisa menjadi tanda fisura ani, yaitu robekan kecil pada dinding anus. Fisura ani biasanya menimbulkan rasa perih yang tajam saat BAB dan dapat bertahan beberapa waktu setelahnya. Selain perih, kadang muncul perdarahan ringan yang terlihat pada tisu.
Kondisi ini sering berhubungan dengan sembelit atau feses yang keras.
Gejala yang Sering Menyertai
Selain rasa perih, dubur luka biasanya disertai beberapa keluhan lain, seperti:
-
Nyeri saat duduk atau berjalan
-
Rasa panas di sekitar dubur
-
Perdarahan ringan saat BAB
-
Sensasi seperti tersayat di anus
-
Gatal atau iritasi di area sekitar anus
Gejala tersebut dapat berbeda tergantung penyebab utamanya.
Cara Mengurangi Rasa Perih pada Anus
Beberapa langkah sederhana dapat membantu meredakan keluhan:
-
Konsumsi makanan tinggi serat agar BAB lebih lunak
-
Minum air putih yang cukup setiap hari
-
Hindari mengejan terlalu kuat saat BAB
-
Gunakan pakaian dalam yang nyaman dan menyerap keringat
-
Jaga kebersihan area anus dengan lembut
Langkah-langkah ini membantu mempercepat pemulihan luka dan mencegah iritasi berulang.
Kapan Perlu Pemeriksaan Medis?
Jika rasa perih tidak kunjung membaik, semakin nyeri, atau disertai perdarahan dan benjolan, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan. Penanganan dini penting untuk memastikan apakah keluhan disebabkan oleh iritasi ringan, fisura ani, atau gangguan lain di area anus.
ST Wasir Center menyediakan pemeriksaan keluhan luka dan perih di area anus dengan teknologi modern, sehingga penyebab dapat diketahui secara akurat dan terapi dapat disesuaikan dengan kondisi pasien.
Kesimpulan
Dubur luka perih dapat disebabkan oleh luka kecil, iritasi kulit, atau fisura ani akibat BAB keras dan gesekan berulang. Mengenali penyebab sejak dini dan menjaga pola hidup sehat sangat penting untuk membantu pemulihan dan mencegah keluhan menjadi lebih parah.