Banyak orang bertanya, apakah puasa mempengaruhi ambeien? Jawabannya: puasa bisa berpengaruh, baik memperbaiki maupun memperburuk kondisi, tergantung pada pola makan dan kebiasaan selama berpuasa.
Ambeien atau wasir terjadi karena pembengkakan pembuluh darah di area anus, yang umumnya dipicu oleh sembelit, mengejan berlebihan, atau tekanan berkepanjangan.
Contents
Apakah Puasa Mempengaruhi Ambeien?
Selama puasa, terjadi perubahan pola makan dan asupan cairan. Jika tidak dijaga dengan baik, hal ini bisa memicu gangguan pencernaan seperti sembelit, yang berhubungan langsung dengan ambeien.
Namun, jika dilakukan dengan pola yang tepat, puasa justru bisa membantu memperbaiki sistem pencernaan.
Faktor yang Bisa Memperparah Ambeien Saat Puasa
Beberapa kebiasaan yang dapat memperburuk ambeien saat puasa antara lain:
1. Kurang minum air putih
Dehidrasi dapat membuat feses menjadi keras sehingga sulit dikeluarkan.
2. Kurang konsumsi serat
Jika sahur dan berbuka didominasi makanan rendah serat, risiko sembelit meningkat.
3. Pola makan tidak seimbang
Terlalu banyak makanan berlemak atau gorengan dapat memperlambat pencernaan.
4. Menunda buang air besar
Perubahan jadwal bisa membuat seseorang menahan BAB, yang dapat memperparah kondisi.
Cara Puasa Tetap Aman bagi Penderita Ambeien
Agar puasa tetap nyaman, beberapa hal berikut bisa dilakukan:
-
Perbanyak minum air saat sahur dan berbuka
-
Konsumsi buah dan sayur tinggi serat
-
Hindari makanan terlalu pedas dan berlemak
-
Jangan menahan buang air besar
-
Tetap aktif bergerak ringan
Kapan Harus Waspada?
Jika selama puasa muncul gejala seperti:
-
Perdarahan saat buang air besar
-
Nyeri hebat di area anus
-
Benjolan yang semakin besar
sebaiknya segera melakukan pemeriksaan medis.
Penanganan ambeien dapat dilakukan di ST Wasir Center dengan teknologi modern seperti laser, radiofrekuensi, ultrasonik, serta teknik ligasi nilon Well-C tanpa jahitan sesuai indikasi medis.
Kesimpulan: Apakah Puasa Mempengaruhi Ambeien?
Puasa dapat mempengaruhi ambeien tergantung dari pola makan dan gaya hidup selama menjalankannya. Jika asupan cairan dan serat terpenuhi, puasa bisa membantu menjaga kesehatan pencernaan. Namun jika tidak, risiko sembelit dan ambeien bisa meningkat.