Mengetahui cara membersihkan anus dengan benar sangat penting untuk menjaga kesehatan area dubur. Cara yang keliru justru bisa menyebabkan iritasi, rasa perih, gatal, hingga memperparah kondisi seperti wasir (ambeien) atau fisura ani. Karena area anus termasuk sensitif, perawatannya tidak boleh asal bersih, tetapi juga harus lembut dan tepat.
Contents
Mengapa Membersihkan Anus Tidak Boleh Sembarangan?
Kulit di sekitar anus lebih tipis dan mudah iritasi dibanding area tubuh lain. Kebiasaan menggosok terlalu keras, menggunakan sabun yang tidak sesuai, atau membiarkan area tetap lembap dapat memicu peradangan. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan keluhan berulang hingga memerlukan pemeriksaan di klinik khusus seperti ST Wasir Center.
Cara Membersihkan Anus yang Dianjurkan
1. Gunakan Air Bersih Mengalir untuk Membersihkan Anus
Cara paling aman adalah membersihkan anus dengan air bersih setelah buang air besar. Air membantu menghilangkan sisa feses tanpa melukai kulit. Jika memungkinkan, gunakan air mengalir daripada air yang ditampung.
2. Hindari Menggosok Terlalu Keras
Membersihkan anus tidak perlu digosok kuat-kuat. Gosokan berlebihan dapat menimbulkan lecet mikro yang menyebabkan perih dan rasa panas, terutama pada penderita wasir.
3. Pilih Tisu Basah Tanpa Alkohol
Jika tidak tersedia air, gunakan tisu basah yang bebas alkohol dan parfum. Kandungan kimia keras dapat memicu iritasi dan membuat kulit kering.
4. Gunakan Sabun dengan Bijak
Sabun sebenarnya tidak selalu diperlukan. Bila ingin menggunakan sabun, pilih sabun lembut dengan pH seimbang dan tanpa pewangi. Sabun yang terlalu keras dapat menghilangkan minyak alami pelindung kulit.
5. Keringkan dengan Lembut
Setelah dibersihkan, keringkan area anus dengan cara ditepuk perlahan menggunakan handuk bersih atau tisu kering. Jangan dibiarkan lembap karena kelembapan dapat memicu gatal dan infeksi jamur.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membersihkan Anus
Beberapa kebiasaan berikut sebaiknya dihindari:
-
Menggunakan tisu kering kasar secara berulang
-
Membersihkan dengan sabun antiseptik kuat setiap kali BAB
-
Menggaruk area anus saat terasa gatal
-
Membiarkan area dubur basah setelah dibersihkan
Kebiasaan tersebut sering menjadi pemicu keluhan anus bermasalah, terutama pada orang yang sudah memiliki wasir.
Kaitan dengan Wasir dan Masalah Dubur
Pada penderita wasir, cara membersihkan anus yang salah dapat memperparah pembengkakan dan nyeri. Jika setelah membersihkan anus muncul perdarahan, benjolan, atau nyeri saat BAB, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan. ST Wasir Center menangani berbagai keluhan anus seperti wasir, fisura, hingga benjolan anus dengan pendekatan medis modern dan minim trauma.
Kapan Harus Periksa ke Klinik?
Segera periksa jika:
-
Anus sering perih atau panas meski sudah dibersihkan dengan benar
-
Muncul benjolan atau perdarahan
-
Gatal tidak kunjung membaik
-
Nyeri muncul setiap kali BAB
Penanganan yang tepat sejak awal membantu mencegah kondisi menjadi lebih parah.