Ciri-ciri fistula ani sering kali tidak disadari sejak awal karena keluhannya mirip dengan masalah di area anus lainnya. Fistula ani merupakan saluran abnormal yang terbentuk akibat infeksi di sekitar anus, biasanya berasal dari abses yang tidak sembuh sempurna. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi serius, mulai dari infeksi berulang hingga gangguan kesehatan yang lebih berat. Penanganan fistula ani umumnya memerlukan tindakan medis berupa operasi. Sebelum menjalani prosedur tersebut, pasien sangat dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis bedah agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai.
Contents
Penyebab Fistula Ani
Penyebab paling umum fistula ani adalah tersumbatnya kelenjar di dalam anus yang kemudian berkembang menjadi abses. Ketika abses tidak sembuh sempurna, akan terbentuk saluran atau terowongan yang menghubungkan kelenjar dengan permukaan kulit di sekitar anus. Seseorang yang pernah mengalami abses perianal memiliki risiko lebih tinggi mengalami fistula ani.
Selain itu, beberapa faktor lain yang dapat memicu kondisi ini antara lain:
-
Riwayat terapi radiasi pada kanker rektum
-
Trauma pada area anus, misalnya akibat hubungan seksual anal atau luka karena tinja yang keras
-
Penyakit tertentu seperti penyakit Crohn, tuberkulosis, divertikulitis, kanker
-
Infeksi menular seksual, termasuk HIV/AIDS
Faktor Risiko Fistula Ani
Fistula ani lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan, terutama pada usia 20–40 tahun. Meski demikian, kondisi ini juga dapat ditemukan pada bayi dan anak-anak akibat kelainan bawaan.
Beberapa faktor risiko lain yang perlu diperhatikan meliputi:
-
Kelebihan berat badan atau obesitas
-
Diabetes
-
Kebiasaan merokok
-
Kadar kolesterol tinggi
-
Kurangnya aktivitas fisik
Ciri-ciri Fistula Ani
Mengenali ciri-ciri fistula ani sejak awal sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:
-
Nyeri di area anus yang bertambah saat duduk, bergerak, buang air besar, atau batuk
-
Iritasi kulit di sekitar anus, seperti kemerahan, bengkak, dan rasa gatal
-
Perdarahan saat buang air besar
-
Keluar cairan nanah berbau tidak sedap dari kulit di sekitar lubang anus
-
Demam, menggigil, serta rasa lelah berkepanjangan
Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas secara terus-menerus, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Cara Mencegah
Meskipun tidak semua kasus fistula ani dapat dicegah, beberapa langkah berikut dapat membantu menurunkan risikonya:
-
Menjaga kebersihan area anus dan sekitarnya
-
Menghindari perilaku seksual berisiko
-
Berhenti merokok
-
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan cukup minum air putih
-
Rutin memeriksakan kondisi kesehatan, terutama jika memiliki penyakit yang meningkatkan risiko fistula ani
Pengobatan Fistula Ani
Pengobatan fistula ani bertujuan untuk mengeluarkan nanah, menghilangkan saluran fistula, dan mencegah infeksi berulang. Pada sebagian besar kasus, operasi merupakan satu-satunya pilihan pengobatan yang efektif, karena fistula ani jarang sembuh tanpa tindakan bedah. Tindakan operasi dilakukan dengan teknik khusus untuk memperbaiki fistula tanpa merusak otot sfingter anus. Hal ini sangat penting agar fungsi kontrol buang air besar tetap terjaga dan tidak menimbulkan inkontinensia. Jenis tindakan operasi akan disesuaikan dengan bentuk, letak, serta tingkat keparahan fistula, dan tentunya kondisi kesehatan masing-masing pasien.
Kesimpulan
Ciri-ciri fistula ani seperti nyeri, keluarnya nanah, hingga perdarahan di area anus tidak boleh diabaikan. Penanganan yang tepat sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi dan menjaga kualitas hidup pasien. Jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada fistula ani, segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis bedah. ST Wasir Center menyediakan layanan pemeriksaan dan pengobatan fistula ani dengan dokter berpengalaman serta metode medis yang aman dan modern.