Diare berkepanjangan adalah kondisi ketika buang air besar cair terjadi terus-menerus dalam waktu lama, biasanya lebih dari beberapa hari. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan tubuh lemas, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan area anus, seperti iritasi, luka, hingga memicu gangguan anorektal lainnya jika tidak ditangani dengan tepat.
Contents
Apa yang Dimaksud Diare Berkepanjangan?
Diare berkepanjangan terjadi ketika frekuensi BAB cair berlangsung terus-menerus dan tidak kunjung membaik. Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit, sehingga menimbulkan dehidrasi dan rasa lemas.
Selain berdampak pada sistem pencernaan, diare yang berlangsung lama juga dapat memicu iritasi pada kulit sekitar anus akibat seringnya gesekan dan paparan cairan.
Penyebab Diare Berkepanjangan
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan diare berlangsung lama antara lain:
-
Infeksi bakteri atau virus pada saluran cerna
-
Intoleransi makanan tertentu
-
Gangguan penyerapan nutrisi di usus
-
Efek samping obat-obatan tertentu
-
Pola makan yang tidak teratur
Jika penyebab tidak diatasi, diare dapat terus berulang dan semakin mengganggu kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Dampak Diare pada Area Anus
Diare berkepanjangan sering menimbulkan masalah pada area anus. Gesekan berulang saat BAB cair dapat menyebabkan kulit sekitar dubur menjadi iritasi, perih, bahkan luka kecil. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko fisura ani atau memperparah ambeien yang sudah ada.
Selain itu, kelembapan berlebih di sekitar anus dapat memicu rasa gatal dan tidak nyaman saat beraktivitas.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Beberapa tanda yang menyertai diare berkepanjangan meliputi:
-
BAB cair lebih dari beberapa hari
-
Perut mulas atau kram
-
Rasa perih di sekitar anus
-
Tubuh lemas dan mudah haus
-
Penurunan nafsu makan
Gejala-gejala ini perlu diperhatikan agar tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.
Cara Mengatasi Diare Berkepanjangan
Penanganan diare berkepanjangan perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Beberapa langkah awal yang dapat dilakukan antara lain:
-
Memenuhi kebutuhan cairan untuk mencegah dehidrasi
-
Mengonsumsi makanan yang mudah dicerna
-
Menjaga kebersihan area anus agar tidak iritasi
-
Menghindari makanan pedas dan berlemak sementara waktu
Jika diare tidak kunjung membaik atau disertai nyeri pada anus, pemeriksaan medis sangat dianjurkan untuk mengetahui penyebab pastinya.
Pentingnya Pemeriksaan Dini
Diare yang berlangsung lama dapat memicu gangguan lain di area anus, seperti iritasi kronis atau luka kecil yang menimbulkan nyeri. Oleh karena itu, evaluasi medis diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Pemeriksaan keluhan pada area anus akibat diare dapat dilakukan di ST Wasir Center dengan pendekatan teknologi modern untuk memastikan kondisi jaringan anus tetap sehat.
Kesimpulan
Diare berkepanjangan bukan hanya berdampak pada pencernaan, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi dan luka pada area anus akibat frekuensi BAB yang tinggi. Mengenali penyebab dan melakukan penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serta menjaga kesehatan saluran cerna dan anus secara menyeluruh.