Iritasi kulit sekitar dubur adalah keluhan yang cukup sering terjadi, baik pada orang yang aktif berolahraga, sering berkeringat, memiliki pola BAB tidak teratur, maupun yang memiliki kondisi anorektal seperti wasir dan fisura. Meski tampak ringan, iritasi yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi perih, panas, gatal, bahkan infeksi.
Agar bisa ditangani dengan tepat, penting untuk memahami penyebab serta cara merawatnya.
Contents
Penyebab Iritasi Kulit Sekitar Dubur
Beberapa faktor yang paling umum memicu iritasi antara lain:
1. Gesekan dan Kelembapan Berlebih Menyebabkan Iritasi Kulit Sekitar Dubur
Keringat yang terperangkap di area lipatan membuat kulit mudah lembap. Kondisi ini memicu lecet, ruam, dan rasa panas. Aktivitas seperti olahraga, bersepeda, atau duduk lama dapat memperburuk gesekan di area dubur.
2. Sisa Feses dan Kebersihan Kurang Optimal
Sisa kotoran yang tidak bersih setelah BAB dapat menyebabkan kulit meradang. Pemakaian tisu kering yang terlalu keras juga bisa membuat kulit iritasi.
3. BAB yang Tidak Teratur
Diare atau BAB yang terlalu sering membuat kulit di sekitar anus rawan iritasi. Sebaliknya, konstipasi membuat seseorang mengejan keras sehingga memicu peradangan pada jaringan sekitar dubur.
4. Wasir dan Fisura Ani
Kedua kondisi ini sering menyebabkan kulit di area dubur terasa sensitif, mudah perih, dan tampak kemerahan. Bila dicurigai ada keluhan seperti benjolan atau perdarahan, pemeriksaan di ST Wasir Center dapat membantu menentukan penyebab pastinya.
5. Infeksi Jamur atau Bakteri
Kelembapan tinggi dapat memicu pertumbuhan jamur, terutama jika sering berkeringat atau menggunakan pakaian ketat dalam waktu lama.
Cara Mengatasi Iritasi Kulit Sekitar Dubur
Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan di rumah:
1. Bersihkan Area dengan Lembut
Gunakan air mengalir atau tisu basah tanpa alkohol dan parfum. Hindari menggosok terlalu keras.
2. Pastikan Area Tetap Kering
Setelah mandi atau BAB, tepuk lembut dengan handuk. Kelembapan berlebih dapat membuat iritasi semakin parah.
3. Gunakan Krim Pelindung Kulit
Krim berbahan zinc oxide, petroleum jelly, atau salep anti-iritasi dapat membantu meredakan panas dan melindungi kulit dari gesekan.
4. Hindari Sabun Keras
Sabun yang terlalu wangi atau mengandung deterjen kuat dapat memperburuk kemerahan.
5. Gunakan Pakaian yang Nyaman Agar Menghindari Iritasi Kulit Sekitar Dubur
Pilih pakaian longgar dan bahan yang menyerap keringat. Pada kasus yang sering kambuh, mengganti pakaian dalam lebih sering dapat membantu.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Segera pertimbangkan pemeriksaan di ST Wasir Center bila:
-
Iritasi tidak membaik setelah 3–5 hari perawatan mandiri
-
Terasa sangat gatal atau muncul tanda infeksi seperti nanah
-
Ada benjolan, perdarahan, atau nyeri saat BAB
-
Keluhan sering kambuh dan mengganggu aktivitas
Pemeriksaan medis dapat memastikan apakah iritasi disebabkan oleh faktor kulit biasa atau berkaitan dengan wasir, fisura ani, atau kondisi lain yang membutuhkan terapi khusus.