Penanganan Wasir Berdasarkan Stadium (1–4): Penjelasan Dokter Spesialis

Penulis

dr. Tony Yulianto, Sp.B, FICS

 

Hemoroid adalah pembesaran dan pelebaran pleksus vena hemoroidalis di kanalis analis yang dapat menimbulkan keluhan seperti perdarahan, nyeri, prolaps, rasa tidak nyaman, dan gatal di daerah anus. Hemoroid merupakan salah satu penyakit anorektal yang paling sering dijumpai dalam praktik klinis dan dapat terjadi pada pria maupun wanita, terutama usia dewasa. Faktor utama yang berperan dalam terjadinya hemoroid adalah peningkatan tekanan intraabdomen, konstipasi kronis, serta kelemahan jaringan penunjang bantalan hemoroid. Artikel ini membahas mengenai Penanganan Wasir Berdasarkan Stadium (1-4): Penjelasan Dokter Spesialis.

Tinjauan Pustaka

Anatomi dan fisiologi

Bantalan hemoroid (hemorrhoidal cushions) adalah struktur vaskular normal yang terletak di kanalis analis, terdiri dari pembuluh darah, jaringan ikat, dan otot polos. Struktur ini berfungsi membantu mekanisme kontinensia.

Hemoroid terjadi ketika bantalan ini mengalami pembesaran, pergeseran, atau gangguan aliran balik vena akibat peningkatan tekanan atau degenerasi jaringan penunjang.

Klasifikasi

Hemoroid interna

Terletak di atas linea dentata dan umumnya tidak nyeri karena dipersarafi oleh saraf otonom. Dibagi menjadi 4 stadium:

  • Stadium I: Perdarahan tanpa prolaps
  • Stadium II: Prolaps saat defekasi, masuk spontan
  • Stadium III: Prolaps, perlu reposisi manual
  • Stadium IV: Prolaps permanen, tidak dapat direposisi

Hemoroid eksterna

Terletak di bawah linea dentata dan dipersarafi saraf somatik sehingga menimbulkan nyeri. Dapat mengalami trombosis akut.

Etiologi dan Faktor Risiko

  • Konstipasi kronis
  • Mengejan berlebihan
  • Kehamilan
  • Obesitas
  • Duduk terlalu lama
  • Diet rendah serat

Manifestasi Klinis

  • Perdarahan merah segar saat defekasi
  • Benjolan atau prolaps
  • Nyeri (terutama trombosis hemoroid eksterna)
  • Gatal dan iritasi perianal

Diagnosis

Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, inspeksi, colok dubur, dan anoskopi. Pada pasien usia >40 tahun dengan perdarahan rektal, perlu dipertimbangkan kolonoskopi untuk menyingkirkan keganasan kolorektal.

Penatalaksanaan Penanganan Wasir Berdasarkan Stadium 1-4

Penatalaksanaan hemoroid bergantung pada stadium dan derajat gejala.

  1. Terapi konservatif sebagai penanganan berdasarkan stadium ambeien

  • Diet tinggi serat
  • Asupan cairan cukup
  • Laksatif (bulk forming agent)
  • Salep/supositoria topikal
  • Sitz bath
  1. Tindakan non-bedah

  • Ligasi karet (rubber band ligation)
  • Skleroterapi
  • Koagulasi inframerah
  1. Tindakan bedah konvensional

  • Hemoroidektomi terbuka (Milligan-Morgan)
  • Hemoroidektomi tertutup (Ferguson)
  • Stapled hemorrhoidopexy
  • Eksisi trombosis hemoroid eksterna

Hemoroidektomi konvensional masih menjadi gold standard untuk hemoroid stadium IV dan kasus berat.

  1. Teknik bedah minimal invasif modern untuk penanganan wasir berdasarkan stadium 1-4

WellC Hhemorrhoid treatment

Teknik ablasi termal minimal invasif untuk mengecilkan jaringan hemoroid.
Keunggulan: nyeri minimal dan pemulihan cepat.
Indikasi: Stadium II–III.

Radiofrequency ablation (RFA)

Menggunakan energi gelombang radio untuk koagulasi jaringan hemoroid.
Keunggulan: perdarahan minimal, luka kecil.
Indikasi: Stadium II–III.

Ultrasonic hemorrhoidectomy

Menggunakan pisau harmonik ultrasonik untuk memotong dan mengkoagulasi jaringan secara simultan.
Keunggulan: perdarahan lebih sedikit dibanding teknik konvensional.
Indikasi: Stadium III–IV.

Laser hemorrhoidoplasty (LHP)

Menggunakan energi laser untuk menyebabkan koagulasi submukosa dan reduksi jaringan tanpa eksisi luas.
Keunggulan: nyeri ringan dan rawat inap singkat.
Indikasi: Stadium II–III, selektif stadium IV.

Tabel Hubungan Stadium Hemoroid dan Penatalaksanaan Bedah Penanganan Wasir Berdasarkan Stadium

Stadium Gambaran Klinis Terapi Awal Minimal Invasif (Modern) Bedah Konvensional
I Perdarahan tanpa prolaps Konservatif RFA / Laser (selektif) Tidak rutin
II Prolaps masuk spontan Konservatif / Ligasi karet WellC, RFA, Laser hemorrhoidoplasty Bila gagal terapi
III Prolaps perlu reposisi Ligasi karet / Minimal invasif WellC, RFA, Ultrasonic, Laser Dipertimbangkan
IV Prolaps permanen Terbatas Hemoroidektomi terbuka/tertutup atau stapler (utama)

Komplikasi

  • Perdarahan kronis → anemia
  • Trombosis
  • Strangulasi
  • Retensi urin pascaoperasi
  • Nyeri pascaoperasi

Kesimpulan: Penanganan Wasir Berdasarkan Stadium

Hemoroid merupakan pembesaran bantalan vaskular kanalis analis yang diklasifikasikan berdasarkan derajat prolaps. Penatalaksanaan disesuaikan dengan stadium dan keparahan gejala, mulai dari terapi konservatif hingga tindakan bedah konvensional maupun teknik minimal invasif modern. Hemoroidektomi tetap menjadi pilihan utama pada stadium IV atau kasus berat.

Jika Anda mengalami gejala hemoroid yang tidak kunjung membaik, segera lakukan konsultasi di ST Wasir Center terdekat. Menggunakan teknologi modern yang sudah minim invasif, hanya dalam 15 menit hemoroid tuntas tanpa perlu rawat inap!

Referensi

  1. Rivadeneira DE, Steele SR, Ternent C, Chalasani S, Buie WD, Rafferty JL. Practice parameters for the management of hemorrhoids (revised 2010). Dis Colon Rectum. 2011;54(9):1059-64.
  2. Lohsiriwat V. Hemorrhoids: from basic pathophysiology to clinical management. World J Gastroenterol. 2012;18(17):2009-17.
  3. Sun Z, Migaly J. Review of hemorrhoid disease: Presentation and management. Clin Colon Rectal Surg. 2016;29(1):22-9.
  4. Mott T, Latimer K, Edwards C. Hemorrhoids: Diagnosis and treatment options. Am Fam Physician. 2018;97(3):172-9.
  5. Brown SR, Tiernan JP, Biggs K, et al. Haemorrhoidal artery ligation versus rubber band ligation for haemorrhoids (HubBLe trial). Lancet. 2016;388(10042):356-64.
Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *