Perbedaan Ambeien dan Kanker Anus

Banyak orang khawatir ketika merasakan keluhan di area anus, seperti benjolan, nyeri saat duduk, atau perdarahan ketika BAB. Dua kondisi yang sering ditakuti adalah ambeien (wasir) dan kanker anus. Sekilas gejalanya memang mirip, namun keduanya sangat berbeda baik dari penyebab, tingkat bahaya, maupun cara menanganinya. Memahami perbedaan antara ambeien dan kanker anus sangat penting agar seseorang bisa segera memilih penanganan yang tepat, termasuk melakukan pemeriksaan di tempat yang fokus menangani keluhan anorektal seperti ST Wasir Center.

Apa itu Ambeien?

Ambeien atau wasir adalah pembengkakan pembuluh darah di anus dan rektum. Penyebab utamanya adalah tekanan berlebih, misalnya karena sering mengejan, sembelit, duduk terlalu lama, atau kehamilan. Ambeien dapat berupa wasir dalam atau wasir luar, dan biasanya tidak berbahaya bila ditangani dengan benar.

Gejala utama ambeien meliputi:

  • Benjolan yang keluar saat BAB

  • Perdarahan merah segar

  • Rasa mengganjal

  • Nyeri atau perih setelah duduk lama

  • Gatal pada area anal

Ambeien bersifat non-kanker dan tidak mengancam nyawa, namun tetap bisa sangat mengganggu aktivitas.

Apa itu Kanker Anus?

Kanker anus adalah pertumbuhan sel abnormal pada jaringan anus. Penyebabnya bisa terkait infeksi HPV, riwayat kanker serviks, atau faktor tertentu seperti usia dan imunitas rendah. Kondisi ini jauh lebih serius dibanding ambeien dan membutuhkan diagnosis medis sedini mungkin.

Gejala kanker anus dapat menyerupai wasir, tetapi biasanya memiliki karakteristik berikut:

  • Perdarahan yang terus-menerus tanpa sebab jelas

  • Nyeri anus hebat dan menetap

  • Benjolan keras yang tidak mengecil

  • Perubahan bentuk anus

  • Keluar cairan bernanah atau lendir

  • Rasa penuh pada anus meski tidak ingin BAB

Benjolan pada kanker anus cenderung keras, tidak bisa masuk kembali, dan terus membesar.

Perbedaan Utama Ambeien dan Kanker Anus

Untuk mempermudah membedakannya, berikut perbedaan paling penting:

  1. Sifat penyakit:

    • Ambeien → pembengkakan pembuluh darah (jinak)

    • Kanker anus → pertumbuhan sel ganas

  2. Perdarahan:

    • Ambeien → merah segar, setelah BAB

    • Kanker anus → bisa bercampur lendir, terjadi kapan saja

  3. Benjolan:

    • Ambeien → lembut, bisa keluar-masuk

    • Kanker anus → keras, tidak bisa mengecil

  4. Rasa nyeri:

    • Ambeien → nyeri saat BAB atau duduk lama

    • Kanker anus → nyeri menetap dan makin memburuk

  5. Perjalanan penyakit:

    • Ambeien → membaik dengan perawatan

    • Kanker anus → progresif, semakin parah tanpa terapi

Ambeien dan Kanker Anus: Kapan Harus Periksa ke Klinik?

Jika Anda mengalami perdarahan lebih dari satu minggu, benjolan keras, atau rasa sakit yang terus memburuk, segera lakukan pemeriksaan. Klinik seperti ST Wasir Center, yang fokus menangani masalah ambeien, fisura, dan fistula, dapat membantu memastikan apakah keluhan Anda memang wasir atau ada kondisi lain yang perlu dicurigai.

Dengan teknologi modern seperti radiofrekuensi, ultrasonik, dan Well-C, ST Wasir Center dapat memberikan penanganan tepat bila ternyata keluhan berasal dari ambeien. Bila ditemukan ciri yang mencurigakan ke arah kanker, dokter akan merujuk ke pemeriksaan lanjutan seperti biopsi atau MRI.

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *