Wasir atau ambeien dapat dialami oleh siapa saja, namun perempuan memiliki beberapa faktor khusus yang membuat risikonya lebih tinggi. Perubahan hormon, kehamilan, hingga kebiasaan sehari-hari dapat berperan dalam meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di area anus. Oleh karena itu, penting memahami risiko wasir pada perempuan agar pencegahan dapat dilakukan sejak dini.
Contents
Pengaruh Perubahan Hormon
Perempuan mengalami perubahan hormon secara berkala, terutama saat menstruasi, kehamilan, dan menopause. Perubahan hormon ini dapat memengaruhi sistem pencernaan dan sirkulasi darah. Saat hormon berubah, pergerakan usus bisa menjadi lebih lambat sehingga memicu sembelit.
Sembelit yang berlangsung lama membuat seseorang harus mengejan lebih kuat saat BAB. Tekanan berulang inilah yang dapat menyebabkan pembengkakan pembuluh darah di anus dan memicu wasir.
Risiko Wasir Pada Perempuan Saat Kehamilan
Kehamilan merupakan salah satu faktor terbesar yang meningkatkan risiko wasir pada perempuan. Rahim yang membesar memberi tekanan pada pembuluh darah di panggul dan anus. Selain itu, perubahan hormon selama kehamilan juga memperlambat pergerakan usus sehingga ibu hamil lebih mudah mengalami konstipasi.
Kondisi ini sering menyebabkan wasir muncul atau membesar, terutama pada trimester akhir kehamilan dan setelah persalinan normal.
Kebiasaan Menahan BAB
Sebagian perempuan memiliki kebiasaan menunda BAB karena aktivitas padat atau kurang nyaman menggunakan toilet umum. Kebiasaan ini membuat feses menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan. Akibatnya, tekanan saat BAB meningkat dan memicu pembengkakan pembuluh darah di anus.
Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, risiko wasir menjadi lebih besar dan mudah kambuh.
Pengaruh Pola Hidup dan Aktivitas
Aktivitas yang mengharuskan duduk lama, seperti bekerja di depan komputer, juga meningkatkan risiko wasir pada perempuan. Duduk terlalu lama dapat menghambat aliran darah di area panggul dan anus sehingga memicu pembengkakan pembuluh darah.
Selain itu, kurangnya konsumsi serat dan cairan juga memperburuk kondisi karena membuat BAB menjadi keras dan tidak lancar.
Gejala Wasir yang Perlu Diwaspadai
Perempuan perlu mengenali gejala awal wasir agar dapat segera ditangani. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:
-
Benjolan di sekitar anus
-
Nyeri atau rasa mengganjal saat duduk
-
Perdarahan saat BAB
-
Rasa panas atau gatal di area dubur
Gejala ini bisa muncul ringan, tetapi dapat bertambah berat jika tidak ditangani dengan tepat.
Pentingnya Pemeriksaan Sejak Dini
Jika keluhan wasir sering kambuh, muncul perdarahan, atau benjolan semakin besar, sebaiknya tidak menunda pemeriksaan medis. Diagnosis yang tepat membantu menentukan terapi yang sesuai dengan kondisi pasien, sehingga risiko komplikasi dapat dicegah.
ST Wasir Center menangani berbagai keluhan wasir pada perempuan, termasuk yang berkaitan dengan kehamilan, perubahan hormon, maupun faktor gaya hidup. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang tepat.
Cara Mengurangi Risiko Wasir pada Perempuan
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko wasir antara lain:
-
Konsumsi makanan tinggi serat
-
Minum air putih yang cukup
-
Tidak menunda BAB
-
Menghindari duduk terlalu lama
-
Rutin beraktivitas fisik ringan
Kesimpulan: Risiko Wasir pada Perempuan
Risiko wasir pada perempuan lebih tinggi karena dipengaruhi perubahan hormon, kehamilan, kebiasaan menahan BAB, dan pola hidup kurang aktif. Dengan menjaga pola makan, kebiasaan BAB yang baik, serta melakukan pemeriksaan medis bila muncul gejala, kesehatan area anus dapat tetap terjaga dan risiko wasir dapat diminimalkan.