Ambeien kambuh setelah operasi merupakan kondisi yang dapat membuat pasien khawatir. Setelah menjalani tindakan, sebagian orang mungkin kembali merasakan benjolan, perdarahan, rasa tidak nyaman, atau keluhan lain di sekitar anus.
Namun, munculnya keluhan setelah tindakan tidak selalu berarti ambeien benar-benar kambuh. Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan proses pemulihan atau kondisi lain di area anus. Karena itu, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Apakah Ambeien Bisa Kambuh Setelah Operasi?
Tindakan untuk mengatasi ambeien bertujuan menangani jaringan yang menjadi sumber keluhan. Meski demikian, tindakan tidak berarti seseorang terbebas selamanya dari kemungkinan mengalami ambeien di kemudian hari.
Ambeien dapat kembali muncul apabila terdapat faktor yang meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di area anus, seperti kebiasaan mengejan, konstipasi, atau pola BAB yang kurang baik.
Selain itu, keluhan yang muncul setelah tindakan juga perlu dibedakan dari proses penyembuhan normal. Tidak semua rasa tidak nyaman atau perubahan pada area anus menandakan kekambuhan.
Apa Penyebab Ambeien Kambuh Setelah Operasi?
Beberapa kebiasaan dapat meningkatkan risiko munculnya kembali keluhan ambeien, antara lain:
- Sering mengejan saat BAB.
- Mengalami sembelit atau BAB keras.
- Kurang mengonsumsi serat.
- Kurang minum air.
- Terlalu lama duduk di toilet.
- Sering menahan BAB.
- Kurang melakukan aktivitas fisik.
Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan tekanan pada area anus sehingga keluhan ambeien lebih mudah muncul kembali.
Apakah Benjolan Setelah Operasi Berarti Ambeien Kambuh?
Belum tentu. Setelah tindakan, area anus masih dapat mengalami perubahan selama proses pemulihan. Pembengkakan atau jaringan yang masih dalam proses penyembuhan dapat terasa seperti benjolan.
Karena itu, pasien sebaiknya tidak langsung menganggap bahwa benjolan tersebut merupakan ambeien yang kambuh. Pemeriksaan dokter diperlukan jika benjolan menetap, semakin besar, terasa sangat nyeri, atau disertai perdarahan.
Bagaimana Mencegah Ambeien Kambuh?
Setelah menjalani tindakan, menjaga kebiasaan BAB menjadi salah satu bagian penting dalam mencegah munculnya kembali keluhan.
Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain menjaga asupan serat, mencukupi kebutuhan cairan, tidak mengejan berlebihan, serta tidak menunda BAB ketika sudah muncul keinginan untuk buang air besar.
Aktivitas fisik secara teratur juga dapat membantu menjaga fungsi pencernaan. Namun, setelah tindakan, jenis dan intensitas aktivitas sebaiknya disesuaikan dengan arahan dokter.
Kapan Harus Memeriksakan Diri Ke Dokter?
Jika keluhan kembali muncul setelah tindakan, terutama berupa benjolan yang menetap, perdarahan berulang, nyeri yang semakin berat, atau perubahan lain di sekitar anus, sebaiknya lakukan pemeriksaan.
Dokter dapat mengevaluasi kondisi area anus dan menentukan apakah keluhan berkaitan dengan kekambuhan ambeien, proses pemulihan, atau kondisi lainnya.
Pemeriksaan juga penting apabila keluhan muncul cukup lama setelah tindakan, karena penyebabnya belum tentu sama dengan keluhan sebelumnya.
Bagaimana Jika Ambeien Benar-Benar Kambuh?
Jika pemeriksaan menunjukkan adanya ambeien kembali, penanganannya akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Tidak semua kasus langsung membutuhkan tindakan.
Dokter dapat mempertimbangkan tingkat keparahan, ukuran dan posisi jaringan, keluhan yang muncul, serta riwayat tindakan sebelumnya sebelum menentukan pilihan penanganan.
Untuk kasus yang memang membutuhkan tindakan, tersedia berbagai metode modern seperti radiofrekuensi, ultrasonic, Well-C, dan laser. Pemilihannya tetap perlu berdasarkan hasil pemeriksaan.
Penanganan Ambeien Kambuh Setelah Operasi: Coba di ST Wasir Center
ST Wasir Center menyediakan berbagai pilihan penanganan ambeien, termasuk radiofrekuensi, ultrasonic, Well-C, dan laser. Tindakan di ST Wasir Center dilakukan dengan metode tanpa jahitan.
Jika mengalami keluhan ambeien kambuh setelah operasi, pasien sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum menentukan tindakan berikutnya. Pemeriksaan dokter dapat membantu mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi saat ini.
Yang tidak kalah penting, menjaga pola BAB, menghindari mengejan, mencukupi kebutuhan cairan, dan mengikuti instruksi dokter dapat membantu menjaga kesehatan area anus setelah tindakan.