Anus sakit duduk di permukaan keras dapat menjadi keluhan yang cukup mengganggu, terutama jika seseorang harus duduk dalam waktu lama. Rasa sakit dapat terasa seperti nyeri, perih, tertekan, atau ngilu pada area sekitar anus.
Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah ambeien, terutama ketika terdapat benjolan atau pembengkakan di sekitar anus. Namun, nyeri saat duduk di permukaan keras tidak selalu disebabkan oleh ambeien. Beberapa kondisi lain juga dapat menimbulkan keluhan serupa.
Mengapa Duduk di Permukaan Keras Bisa Terasa Sakit?
Permukaan yang keras memberikan tekanan lebih besar pada area bokong dan sekitar anus. Jika terdapat benjolan, pembengkakan, atau iritasi, tekanan tersebut dapat membuat rasa tidak nyaman semakin terasa.
Pada orang yang mengalami ambeien, posisi duduk tertentu dapat membuat area yang sedang mengalami pembengkakan terasa lebih sensitif. Duduk terlalu lama juga dapat membuat tekanan pada area tersebut berlangsung lebih lama.
Namun, permukaan keras bukan penyebab tunggal terjadinya ambeien. Kondisi tersebut lebih mungkin memperburuk rasa tidak nyaman pada orang yang memang sudah memiliki keluhan di area anus.
Apakah Nyeri Saat Duduk Selalu Karena Ambeien?
Tidak. Nyeri pada anus dapat disebabkan oleh berbagai kondisi.
Selain ambeien, keluhan dapat berkaitan dengan fisura ani atau robekan kecil pada jaringan anus. Fisura biasanya menimbulkan rasa perih atau nyeri ketika dan setelah BAB.
Keluhan juga dapat muncul akibat iritasi kulit, abses anus, atau kondisi lain di sekitar anus. Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan diperlukan jika nyeri menetap atau semakin berat.
Gejala yang Perlu Diperhatikan
Perhatikan apakah anus sakit saat duduk disertai gejala lain seperti:
- Benjolan di sekitar anus
- Darah merah segar setelah BAB
- Nyeri saat BAB
- Rasa perih atau terbakar
- Gatal di sekitar anus
- Keluar cairan atau nanah
- Demam
- Benjolan yang semakin membesar
Adanya demam, pembengkakan yang cepat membesar, atau keluarnya nanah perlu mendapat perhatian medis karena dapat berkaitan dengan infeksi atau abses.
Anus Sakit Duduk di Permukaan Keras, Apa yang Bisa Dilakukan?
Jika nyeri masih ringan, mengurangi tekanan langsung pada area anus dapat membantu. Hindari duduk terlalu lama di permukaan keras dan usahakan untuk berdiri atau berjalan secara berkala.
Menjaga BAB tetap lancar juga penting. Konsumsi makanan berserat dan cukup cairan, serta hindari mengejan terlalu kuat ketika BAB.
Namun, jangan menggunakan obat atau melakukan tindakan tertentu secara sembarangan, terutama jika belum diketahui penyebab nyerinya.
Kapan Perlu Memeriksakan Diri?
Jika anus sakit duduk di permukaan keras terus terjadi, semakin nyeri, atau disertai benjolan dan perdarahan, sebaiknya lakukan pemeriksaan dokter.
Pemeriksaan dapat membantu membedakan apakah keluhan disebabkan oleh ambeien, fisura ani, abses, atau kondisi lainnya. Dengan mengetahui penyebabnya, penanganan dapat diberikan secara lebih tepat.
Pemeriksaan dan Penanganan di ST Wasir Center
ST Wasir Center menyediakan pemeriksaan untuk berbagai keluhan pada area anus dan rektum. Dokter spesialis bedah berpengalaman tinggi akan menilai kondisi pasien sebelum menentukan penanganan.
Jika keluhan disebabkan oleh ambeien, tersedia beberapa metode modern seperti Well-C, radiofrequency, ultrasonic, dan laser. Pemilihan metode disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahan ambeien.
Untuk fisura ani, penanganannya berbeda dengan fistula ani. ST Wasir Center memiliki pilihan penanganan seperti radiofrequency atau laser sesuai kondisi pasien. FILAC digunakan untuk fistula ani, bukan untuk fisura ani.
Jangan Abaikan Sakit di Anus Saat Duduk
Nyeri saat duduk di permukaan keras tidak selalu menunjukkan kondisi serius. Namun, jika keluhan berulang atau disertai benjolan, perdarahan, nanah, maupun demam, pemeriksaan sebaiknya tidak ditunda.
Dengan mengetahui penyebabnya sejak awal, pasien dapat memperoleh penanganan yang sesuai dan tidak perlu terus menahan rasa sakit setiap kali duduk.