Anus Terasa Perih Setelah BAB

BAB seharusnya menjadi proses yang normal dan tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, pada sebagian orang, anus terasa perih setelah BAB dan rasa tersebut bisa bertahan selama beberapa menit hingga beberapa jam.

Keluhan ini dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari iritasi ringan hingga masalah pada area anus seperti fisura ani atau wasir. Karena penyebabnya berbeda-beda, penting untuk memperhatikan gejala lain yang muncul bersamaan.

Penyebab Anus Terasa Perih Setelah BAB

1. Fisura Ani Menyebabkan Anus Terasa Perih Setelah BAB

Fisura ani adalah luka atau robekan kecil pada lapisan anus. Kondisi ini sering berkaitan dengan BAB yang keras atau mengejan terlalu kuat.

Rasa perih biasanya terasa ketika atau setelah BAB dan pada beberapa orang dapat berlangsung cukup lama. Darah merah segar juga dapat terlihat pada tisu atau permukaan feses.

2. Wasir atau Ambeien Menyebabkan Anus Terasa Perih Setelah BAB

Wasir dapat menyebabkan anus terasa perih, terutama ketika terdapat benjolan yang mengalami iritasi. Keluhan dapat semakin terasa setelah BAB karena adanya gesekan saat buang air besar.

Wasir juga dapat disertai benjolan, gatal, rasa mengganjal, atau perdarahan.

3. Iritasi di Sekitar Anus

Terlalu sering membersihkan anus, menggosok terlalu keras, atau menggunakan produk tertentu yang menyebabkan iritasi dapat membuat kulit di sekitar anus terasa perih.

BAB yang terlalu sering atau diare juga dapat menyebabkan area tersebut lebih mudah mengalami iritasi.

4. BAB Keras dan Mengejan

Feses yang keras dapat memberikan tekanan dan gesekan pada saluran anus. Kebiasaan mengejan juga dapat memperburuk iritasi atau memicu munculnya masalah seperti wasir dan fisura ani.

Bagaimana Cara Mengurangi Rasa Perih?

Jika keluhan masih ringan, beberapa kebiasaan dapat membantu menjaga area anus tetap nyaman:

  • Konsumsi makanan berserat seperti sayur dan buah.
  • Minum air yang cukup.
  • Hindari mengejan terlalu kuat saat BAB.
  • Jangan menahan keinginan untuk BAB.
  • Bersihkan anus dengan lembut setelah BAB.
  • Hindari menggosok area anus terlalu keras.
  • Kurangi kebiasaan duduk terlalu lama di toilet.

Tujuannya adalah menjaga BAB tetap lebih mudah dikeluarkan sekaligus mengurangi iritasi pada area anus.

Kapan Anus Perih Perlu Diperiksa?

Rasa perih yang terjadi sesekali belum tentu menunjukkan masalah serius. Namun, pemeriksaan dokter sebaiknya dilakukan jika keluhan terus berulang atau tidak membaik.

Terlebih jika anus terasa perih setelah BAB disertai darah, benjolan, nyeri yang semakin berat, keluar cairan atau nanah, maupun perubahan kebiasaan BAB.

Pemeriksaan penting karena gejala yang serupa dapat berasal dari kondisi yang berbeda. Misalnya, nyeri setelah BAB yang khas dapat ditemukan pada fisura ani, sedangkan benjolan dan perdarahan dapat berkaitan dengan wasir. Diagnosis yang tepat membantu menentukan penanganan yang sesuai.

Penanganan Masalah Anus di ST Wasir Center

ST Wasir Center menangani berbagai masalah di area anus, termasuk wasir, fisura ani, dan fistula ani.

Untuk keluhan wasir, pilihan tindakan dapat meliputi radiofrekuensi, ultrasonik, Well-C, atau laser, tergantung kondisi pasien. Sementara itu, penanganan fisura ani dapat menggunakan metode yang sesuai dengan hasil pemeriksaan, termasuk radiofrekuensi atau laser.

Jadi, anus terasa perih setelah BAB bukan keluhan yang sebaiknya terus diabaikan, terutama jika terjadi berulang. Perhatikan apakah terdapat darah, benjolan, luka, atau gejala lainnya. Jika keluhan menetap, pemeriksaan dokter dapat membantu menemukan penyebabnya sehingga penanganan dapat diberikan secara tepat.

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *