111 views
Apakah Benjolan Wasir Dapat Mengecil?

Wasir, juga dikenal sebagai ambeien, adalah kondisi umum di mana pembuluh darah di sekitar anus dan rektum mengalami peradangan atau bengkak. Salah satu gejala utama wasir adalah adanya benjolan atau tonjolan di area tersebut. Banyak orang yang khawatir apakah benjolan wasir dapat mengecil atau menghilang tanpa perlu pengobatan medis. Artikel ini akan membahas apakah benjolan wasir dapat mengecil dan faktor-faktor yang memengaruhi ukuran serta pengobatan yang mungkin diperlukan.

Pertimbangan Mengenai Ukuran Benjolan Wasir

  1. Tingkat Keberatan: Benjolan wasir dapat berkisar dari ukuran yang kecil dan tidak terlalu mengganggu hingga benjolan yang lebih besar dan menimbulkan ketidaknyamanan yang signifikan.
  2. Jenis Wasir: Ada dua jenis wasir, yaitu wasir internal dan wasir eksternal. Wasir internal terjadi di dalam rektum dan seringkali tidak terlihat atau terasa, sedangkan wasir eksternal terletak di sekitar anus dan dapat menjadi lebih terlihat dan terasa.
  3. Peradangan dan Pembengkakan: Ukuran benjolan wasir dapat dipengaruhi oleh tingkat peradangan dan pembengkakan. Ketika peradangan mereda, benjolan wasir cenderung mengecil.

Faktor Yang Mempengaruhi Penyusutan Benjolan Wasir

  1. Pengobatan dan Perawatan: Pengobatan yang tepat dan perubahan gaya hidup seperti mengonsumsi makanan tinggi serat, minum banyak air, dan menjaga kebersihan daerah anus dapat membantu meredakan peradangan dan mengurangi ukuran benjolan wasir.
  2. Gaya Hidup: Kebiasaan duduk atau berdiri terlalu lama, kurangnya olahraga, sembelit kronis, dan peningkatan tekanan intra-abdomen dapat memperburuk wasir dan membuat benjolan tetap membesar.
  3. Kehamilan: Wanita hamil sering mengalami wasir karena tekanan ekstra pada pembuluh darah di area panggul. Setelah melahirkan, wasir dan benjolan yang diakibatkannya cenderung mengecil seiring waktu.
Baca Juga:  Penyebab Ambeien Keluar Cairan Bau dan Cara Mencegahnya

Pengobatan Untuk Mengurangi Benjolan Wasir

  1. Penggunaan Obat Topikal. Krim atau salep yang mengandung zat anestesi atau kortikosteroid dapat membantu meredakan peradangan dan mengurangi ukuran benjolan wasir.
  2. Penggunaan Supositoria. Supositoria yang mengandung bahan aktif seperti hidrokortison atau witch hazel bisa membantu mengurangi peradangan dan mengempiskan benjolan wasir internal.
  3. Sclerotherapy atau Ligasi. Prosedur medis seperti skleroterapi, di mana bahan kimia disuntikkan ke dalam benjolan wasir untuk mengempiskannya, atau ligasi elastik, di mana elastik ditempatkan di pangkal benjolan untuk memutus pasokan darah ke area tersebut, dapat membantu mengurangi ukuran benjolan wasir.
  4. Penggunaan Obat oral. Beberapa obat oral seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) atau suplemen serat dapat membantu mengurangi peradangan dan memperbaiki konsistensi tinja, yang dapat meredakan benjolan wasir.
  5. Tindakan bedah. Jika perawatan non-bedah tidak efektif, dokter dapat merekomendasikan tindakan bedah seperti hemoroidektomi, di mana benjolan wasir diangkat secara fisik, atau metode lain seperti penggunaan laser atau stapler hemoroid untuk mengurangi ukuran benjolan.

Benjolan wasir dapat mengecil dengan perawatan yang tepat dan perubahan gaya hidup yang sehat. Peradangan dan pembengkakan dapat mereda secara alami seiring waktu, tetapi dalam beberapa kasus, perlu dilakukan pengobatan medis untuk mengurangi ukuran benjolan wasir. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan rekomendasi pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda. Selalu ingat untuk menjaga pola makan sehat, hidrasi yang cukup, dan menghindari faktor risiko yang dapat memperburuk wasir untuk mencegah timbulnya benjolan wasir yang lebih besar atau gejala yang lebih parah. 

Faktor Risiko Yang Dapat Memperburuk Wasir

Berikut adalah beberapa faktor risiko yang dapat memperburuk wasir. Faktor ini menyebabkan timbulnya benjolan wasir yang lebih besar atau gejala yang lebih parah:

Baca Juga:  5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Kurangnya serat dalam makanan

Konsumsi makanan rendah serat dapat menyebabkan sembelit atau sulit buang air besar. Ketika Anda mengejan saat buang air besar, tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus meningkat, memperburuk kondisi wasir.

Kurangnya cairan

Kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Tinja yang keras dapat menyebabkan tegangan lebih besar pada pembuluh darah di sekitar anus saat buang air besar, yang memperburuk wasir.

Gaya hidup yang tidak aktif

Kurangnya aktivitas fisik dan terlalu banyak duduk atau berdiri dalam waktu yang lama dapat menyebabkan peningkatan tekanan pada daerah panggul, termasuk pembuluh darah di sekitar anus. Hal ini dapat memperburuk wasir dan menyebabkan benjolan menjadi lebih besar.

Kebiasaan mengejan

Mengejan dengan keras saat buang air besar atau saat mengangkat beban berat dapat meningkatkan tekanan intra-abdomen. Tekanan ini dapat memperburuk kondisi wasir dan membuat benjolan menjadi lebih besar atau lebih nyeri.

Kehamilan

Selama kehamilan, tekanan pada daerah panggul meningkat karena pertumbuhan janin. Hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah di sekitar anus membengkak dan menjadi wasir. Melahirkan juga dapat memperburuk kondisi wasir atau menyebabkan timbulnya benjolan yang lebih besar.

Riwayat wasir sebelumnya

Jika Anda pernah mengalami wasir sebelumnya, ada kemungkinan lebih besar untuk mengalami wasir kembali atau mengalami gejala yang lebih parah.

Penyakit yang menyebabkan peningkatan tekanan intra-abdomen

Beberapa kondisi medis seperti sirosis hati, tumor perut, atau gangguan pencernaan lainnya dapat menyebabkan peningkatan tekanan intra-abdomen yang dapat memperburuk wasir.

Kesimpulan

Penting untuk mengenali faktor risiko ini dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat. Penyembuhan wasir dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan saluran pencernaan, seperti mengonsumsi makanan tinggi serat, minum banyak air, menjaga berat badan yang sehat, dan menjaga kegiatan fisik yang cukup. Jika Anda memiliki wasir atau gejala yang terkait, berkonsultasilah dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *