59 views
Apakah Semua Wasir Perlu Pemeriksaan Video Rectoscopy?

Wasir, atau hemoroid, adalah masalah kesehatan yang umum terjadi pada banyak orang. Wasir dapat terjadi ketika pembuluh darah di dalam anus atau rektum melebar atau membengkak. Mereka seringkali dapat menyebabkan rasa sakit, gatal, perdarahan, atau ketidaknyamanan lainnya. Pemeriksaan dan diagnosa yang tepat sangat penting dalam mengatasi masalah ini, dan satu di antara metode pemeriksaan yang bisa dilakukan adalah video restroscopy. Namun, apakah semua kasus wasir perlu melakukan pemeriksaan video restroscopy?

Pemeriksaan video restroscopy, atau sigmoidoskopi, adalah prosedur medis yang digunakan untuk memeriksa bagian akhir usus besar, termasuk rektum dan sigmoid kolon. Dalam pemeriksaan ini, seorang dokter akan memasukkan tabung lentur dengan kamera kecil ke dalam anus untuk melihat masalah di daerah tersebut. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter untuk memahami kondisi pasien dan membuat diagnosis yang lebih akurat.

Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua kasus wasir memerlukan pemeriksaan video restroscopy. Wasir biasanya dapat didiagnosis berdasarkan gejala dan riwayat medis pasien. Gejala umum wasir meliputi perdarahan rektal, rasa gatal atau nyeri di daerah anus, serta benjolan yang bisa dirasakan di dekat anus. Jika gejala ini muncul, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik sederhana untuk memeriksa masalah tersebut.

Pemeriksaan video restroscopy biasanya digunakan ketika dokter memiliki kecurigaan terhadap hal serius atau ketika gejala wasir tidak merespons terapi konvensional. Beberapa alasan mengapa dokter mungkin merujuk pasien untuk pemeriksaan video restroscopy antara lain:

1. Perdarahan yang tidak kunjung berhenti

Jika pasien mengalami perdarahan rektal yang terus-menerus dan tidak merespons pengobatan awal, dokter mungkin perlu memeriksa lebih dalam dengan menggunakan video restroscopy untuk mencari penyebabnya.

Baca Juga:  Apa Saja Pantangan Penderita Ambeien? 

2. Keluhan yang tidak biasa

Jika pasien mengeluhkan gejala yang tidak umum, seperti rasa nyeri yang hebat atau keluarnya lendir berlebihan, dokter mungkin perlu melakukan pemeriksaan lebih rinci untuk menyingkirkan kemungkinan masalah lain di area rektal dan kolon.

3. Riwayat keluarga dengan masalah usus besar

Jika ada riwayat keluarga dengan riwayat kanker usus besar atau penyakit usus lainnya, dokter mungkin lebih cenderung merujuk pasien untuk pemeriksaan video restroscopy sebagai tindakan pencegahan.

Penting untuk diingat bahwa pemeriksaan video restroscopy bukanlah prosedur yang tanpa risiko. Ada risiko infeksi, perforasi, atau perdarahan yang dapat terjadi selama atau setelah pemeriksaan ini. Oleh karena itu, penggunaannya harus bijak dan berdasarkan indikasi yang tepat.

Itulah artikel yang membahas mengenai apakah semua kondisi wasir perlu melakukan pemeriksaan Video Rectoscopy. Kesimpulannya, tidak semua kasus wasir memerlukan pemeriksaan video restroscopy. Diagnosis wasir dapat dibuat berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik sederhana. Namun, dalam situasi tertentu, pemeriksaan ini dapat sangat bermanfaat untuk mengidentifikasi masalah lain atau jika gejala tidak merespons pengobatan konvensional. Keputusan mengenai pemeriksaan video restroscopy harus dibuat oleh dokter yang merawat pasien berdasarkan gejala dan riwayat medis yang spesifik. Jadi, penting untuk berkonsultasi dengan profesional medis Anda untuk mendapatkan nasihat yang paling sesuai dengan kondisi Anda, salah satu tempat terbaik untuk melakukan konsultasi adalah ST Wasir Center.

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *