Melihat darah saat buang air besar tentu dapat menimbulkan rasa khawatir. Banyak orang langsung mengira penyebabnya adalah ambeien. Padahal, BAB berdarah karena luka di anus juga merupakan kondisi yang cukup sering terjadi. Salah satu penyebab utamanya adalah fisura ani, yaitu robekan pada lapisan anus yang dapat menimbulkan nyeri hebat saat buang air besar.
Karena gejalanya mirip dengan ambeien, penting untuk mengetahui perbedaannya agar penanganan yang diberikan sesuai dengan penyebabnya.
Contents
- 1 Apa itu Luka di Anus (Fisura Ani)?
- 2 Mengapa Luka di Anus Bisa Menyebabkan BAB Berdarah?
- 3 Gejala Fisura Ani (Luka Robekan di Anus) Selain BAB Berdarah
- 4 Apa Bedanya dengan Ambeien?
- 5 Bagaimana Cara Mengatasinya?
- 6 Penanganan Fisura Ani di ST Wasir Center
- 7 BAB Berdarah Karena Luka di Anus: Kapan Harus Segera ke Dokter?
- 8 Kesimpulan: BAB Berdarah Karena Luka di Anus
Apa itu Luka di Anus (Fisura Ani)?
Fisura ani adalah robekan kecil pada lapisan kulit atau mukosa anus. Robekan ini biasanya terjadi akibat gesekan feses yang keras saat buang air besar, sehingga menimbulkan rasa nyeri dan perdarahan.
Meskipun ukurannya kecil, luka pada anus dapat menyebabkan keluhan yang cukup mengganggu dan membuat penderitanya takut untuk BAB.
Mengapa Luka di Anus Bisa Menyebabkan BAB Berdarah?
Saat feses melewati area yang mengalami robekan, jaringan yang terluka dapat kembali terbuka sehingga mengeluarkan darah.
Perdarahan akibat fisura ani umumnya memiliki ciri-ciri:
- Darah berwarna merah segar.
- Terlihat pada tisu, permukaan feses, atau menetes ke kloset.
- Jumlah darah biasanya tidak banyak.
- Sering disertai rasa nyeri yang tajam.
Apabila perdarahan terus berulang, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.
Gejala Fisura Ani (Luka Robekan di Anus) Selain BAB Berdarah
Selain perdarahan, fisura ani juga dapat menimbulkan beberapa gejala lain, seperti:
- Nyeri tajam saat BAB, seperti disayat.
- Rasa perih atau terbakar setelah buang air besar.
- Takut BAB karena khawatir nyeri muncul kembali.
- Gatal atau iritasi di sekitar anus.
Pada beberapa orang, nyeri bahkan dapat bertahan beberapa jam setelah selesai BAB.
Apa Bedanya dengan Ambeien?
Fisura ani dan ambeien sama-sama dapat menyebabkan BAB berdarah, tetapi terdapat beberapa perbedaan.
| Fisura Ani | Ambeien |
|---|---|
| Disebabkan oleh robekan pada lapisan anus | Disebabkan oleh pembengkakan pembuluh darah di anus |
| Nyeri tajam saat BAB | BAB berdarah sering menjadi keluhan utama, nyeri lebih sering terjadi pada ambeien luar atau kondisi tertentu |
| Darah biasanya sedikit | Dapat disertai benjolan di anus |
| Rasa seperti disayat | Dapat disertai rasa mengganjal atau gatal |
Karena gejalanya bisa saling menyerupai, diagnosis sebaiknya ditegakkan melalui pemeriksaan dokter.
Bagaimana Cara Mengatasinya?
Penanganan fisura ani bergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya. Beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi keluhan antara lain:
- Mengonsumsi makanan tinggi serat.
- Minum air putih yang cukup.
- Menghindari mengejan terlalu kuat saat BAB.
- Tidak menunda keinginan buang air besar.
Apabila keluhan tidak membaik, dokter akan menentukan penanganan yang sesuai berdasarkan hasil pemeriksaan.
Penanganan Fisura Ani di ST Wasir Center
Sebagai Pusat Proktologi Indonesia, ST Wasir Center (STWC) menyediakan layanan konsultasi dan penanganan fisura ani oleh dokter spesialis bedah.
Setelah pemeriksaan, dokter dapat menentukan metode penanganan yang sesuai, termasuk:
- Radiofrekuensi.
- Laser.
Selain fisura ani, ST Wasir Center juga menangani:
- Ambeien menggunakan teknologi Well-C (ligasi nilon), radiofrekuensi, dan ultrasonik.
- Fistula ani dengan teknologi FILAC (Fistula Laser Closure).
- Abses perianal.
- Lipoma.
BAB Berdarah Karena Luka di Anus: Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan apabila Anda mengalami:
- BAB berdarah yang berulang.
- Nyeri hebat saat buang air besar.
- Perdarahan tidak kunjung berhenti.
- Benjolan di sekitar anus.
- Keluhan yang tidak membaik setelah beberapa hari.
Pemeriksaan sejak dini membantu dokter memastikan penyebab BAB berdarah dan memberikan penanganan yang tepat.
Kesimpulan: BAB Berdarah Karena Luka di Anus
BAB berdarah karena luka di anus paling sering disebabkan oleh fisura ani, yaitu robekan pada lapisan anus yang umumnya terjadi akibat sembelit atau feses yang keras. Kondisi ini biasanya disertai nyeri tajam saat buang air besar dan memerlukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis.
Apabila Anda mengalami BAB berdarah, nyeri seperti disayat, atau keluhan yang tidak kunjung membaik, segera lakukan konsultasi di ST Wasir Center. Dengan dukungan dokter spesialis bedah serta teknologi radiofrekuensi dan laser, dokter akan menentukan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.