BAB keluar kecil-kecil dan keras sering kali berkaitan dengan feses yang terlalu padat atau sembelit. Kondisi ini dapat membuat proses BAB menjadi lebih lama, harus mengejan, dan terasa tidak tuntas.
Jika terjadi sesekali, kondisi ini bisa berkaitan dengan pola makan atau kurang minum. Namun, jika terus berulang, sebaiknya dicari penyebabnya.
Kenapa BAB Bisa Keluar Kecil-Kecil dan Keras?
1. Kurang Minum: BAB Keluar Kecil-Kecil
Kurangnya asupan cairan dapat membuat feses menjadi lebih kering sehingga sulit dikeluarkan.
2. Kurang Serat
Serat membantu menambah volume dan menjaga tekstur feses. Jika asupan serat rendah, feses dapat menjadi lebih keras dan sulit keluar.
Sumber serat dapat diperoleh dari sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
3. Sering Menahan BAB
Kebiasaan menunda buang air besar dapat membuat feses berada lebih lama di usus besar. Semakin lama berada di sana, semakin banyak air yang diserap sehingga feses dapat menjadi lebih keras.
4. Kurang Bergerak: BAB Kecil-Kecil dan Keras
Kurangnya aktivitas fisik juga dapat berkontribusi terhadap pergerakan usus yang kurang optimal.
5. Kebiasaan Mengejan
Ketika feses keras, seseorang biasanya mencoba mengejan agar BAB keluar. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini dapat meningkatkan tekanan pada area anus.
Apakah BAB Kecil-Kecil dan Keras Bisa Menyebabkan Ambeien?
Feses keras dan kebiasaan mengejan dapat meningkatkan tekanan pada area anus dan menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan ambeien.
Ketika kondisi ini berlangsung terus-menerus, seseorang mungkin mengalami:
- Benjolan di sekitar anus.
- Darah merah saat BAB.
- Rasa mengganjal.
- Gatal atau iritasi.
- Nyeri pada kondisi tertentu.
Namun, BAB keras tidak otomatis berarti seseorang mengalami ambeien.
Bisa Menyebabkan Fisura Ani?
Bisa menjadi salah satu faktor pemicu.
Feses yang keras dapat meregangkan jaringan anus dan menyebabkan robekan kecil yang disebut fisura ani.
Ciri yang sering dirasakan adalah nyeri tajam saat BAB, rasa perih atau terbakar setelah BAB, dan terkadang darah merah segar.
Bagaimana Agar BAB Tidak Kecil-Kecil dan Keras?
Beberapa kebiasaan dapat membantu memperbaiki konsistensi feses:
Perbanyak Serat
Tambahkan sayuran, buah, dan sumber serat lainnya secara bertahap.
Cukupi Cairan
Minum air yang cukup sepanjang hari.
Tetap Aktif
Berjalan kaki atau melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menjaga pergerakan usus.
Jangan Menahan BAB
Jika sudah muncul dorongan untuk BAB, usahakan tidak menundanya terlalu lama.
Hindari Mengejan Berlebihan
Jangan memaksakan BAB dengan mengejan kuat jika feses sulit keluar.
Kapan BAB Kecil-Kecil dan Keras Perlu Diperiksa?
Sebaiknya konsultasikan ke dokter jika kondisi ini berlangsung terus-menerus atau disertai:
- Darah saat BAB.
- Nyeri anus.
- Benjolan.
- BAB semakin sulit.
- Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
- Perubahan pola BAB yang menetap.
Terutama jika perubahan pola BAB terjadi tanpa penyebab yang jelas dan tidak kunjung membaik.
Pemeriksaan di ST Wasir Center
Jika BAB keras sudah menimbulkan keluhan pada anus, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah di ST Wasir Center.
ST Wasir Center menangani berbagai penyakit anorektal, termasuk:
- Ambeien.
- Fisura ani.
- Fistula ani.
- Abses anus.
- Kutil di area anus.
Dokter dapat mengevaluasi keluhan dan menentukan apakah terdapat masalah pada area anus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Untuk pasien ambeien yang memenuhi indikasi tindakan, tersedia teknologi modern seperti Radiofrekuensi, Laser, Ultrasonik, dan Well-C (ligasi nilon). Pada pasien yang memenuhi indikasi tindakan, prosedur dapat berlangsung sekitar 15 menit tanpa rawat inap, tergantung kondisi pasien.
Kesimpulan: BAB Keluar Kecil-Kecil dan Keras
BAB keluar kecil-kecil dan keras paling sering berkaitan dengan feses yang keras atau sembelit, yang dapat dipengaruhi oleh kurangnya serat, cairan, aktivitas fisik, maupun kebiasaan menahan BAB.
Jika kondisi ini membuat Anda sering mengejan dan mulai muncul darah, nyeri, atau benjolan di anus, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah sudah terjadi ambeien, fisura ani, atau kondisi lainnya.