Banyak orang mengira nyeri pada anus hanya terjadi saat mengalami sembelit atau kesulitan buang air besar. Namun, tidak sedikit yang mengeluhkan BAB sudah lancar tapi anus masih terasa sakit setelahnya. Rasa sakit ini bisa berupa perih, nyeri seperti tertusuk, berdenyut, atau tidak nyaman saat duduk dan beraktivitas.
Kondisi tersebut tidak boleh diabaikan karena dapat menjadi tanda adanya gangguan pada area anus yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Contents
- 1 Kenapa Anus Masih Sakit Meski BAB Lancar?
- 2 Fisura Ani Dapat Menyebabkan Nyeri
- 3 Ambeien Juga Bisa Menimbulkan Rasa Sakit
- 4 BAB Lancar Tapi Anus Masih Sakit: Penyebab Lain yang Perlu Diwaspadai
- 5 BAB Lancar Tapi Anus Masih Sakit: Kapan Harus Segera Periksa?
- 6 ST Wasir Center sebagai Pusat Proktologi
- 7 Teknologi Modern di STWC
- 8 Kesimpulan: Buang Air Besar Lancar Tapi Anus Masih Sakit
Kenapa Anus Masih Sakit Meski BAB Lancar?
BAB yang lancar tidak selalu berarti area anus dalam kondisi sehat.
Nyeri dapat tetap muncul apabila terdapat luka, peradangan, atau gangguan lain di sekitar anus. Karena itu, penting untuk mencari penyebab yang mendasarinya, terutama jika keluhan berlangsung berulang.
Fisura Ani Dapat Menyebabkan Nyeri
Salah satu penyebab yang cukup sering adalah fisura ani.
Fisura ani merupakan robekan kecil pada lapisan anus yang dapat menyebabkan rasa sakit saat dan setelah BAB. Meskipun feses dapat keluar dengan lancar, luka yang ada masih dapat menimbulkan nyeri.
Tanda yang sering menyertai antara lain:
- Rasa perih saat BAB
- Nyeri yang bertahan setelah BAB
- BAB berdarah berwarna merah segar
- Sensasi seperti tersayat
Jika tidak ditangani, keluhan dapat terus berulang.
Ambeien Juga Bisa Menimbulkan Rasa Sakit
Pada beberapa kasus, ambeien dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau nyeri di area anus meskipun proses BAB berjalan lancar. Gejala lain yang sering ditemukan meliputi:
- Benjolan di anus
- BAB berdarah
- Rasa mengganjal setelah BAB
- Gatal atau lembap di area anus
Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah nyeri berkaitan dengan ambeien atau kondisi lainnya.
BAB Lancar Tapi Anus Masih Sakit: Penyebab Lain yang Perlu Diwaspadai
Selain fisura ani dan ambeien, nyeri anus juga dapat berkaitan dengan:
- Peradangan pada area anus
- Abses perianal
- Fistula ani
- Iritasi jaringan sekitar anus
Karena gejalanya dapat mirip, diagnosis yang tepat sangat penting sebelum menentukan penanganan.
BAB Lancar Tapi Anus Masih Sakit: Kapan Harus Segera Periksa?
Segera lakukan pemeriksaan jika mengalami:
- Nyeri anus yang berlangsung berulang
- BAB berdarah
- Benjolan di sekitar anus
- Keluar cairan dari area anus
- Sulit duduk karena rasa sakit
Pemeriksaan lebih awal membantu menentukan penyebab dan penanganan yang sesuai.
ST Wasir Center sebagai Pusat Proktologi
Untuk pemeriksaan keluhan anus yang masih terasa sakit setelah BAB, ST Wasir Center dapat menjadi pilihan.
Sebagai pusat proktologi di Indonesia, ST Wasir Center menangani berbagai gangguan anorektal seperti:
- Ambeien
- Fisura ani
- Fistula ani
- Abses perianal
- Lipoma
Dengan fokus khusus di bidang proktologi, pasien mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang lebih tepat sesuai kondisi.
Teknologi Modern di STWC
ST Wasir Center menggunakan teknologi modern untuk penanganan gangguan anorektal, antara lain:
Ambeien
- Radiofrekuensi
- Ultrasonik
- Well-C (ligasi nilon)
Fisura ani
- Radiofrekuensi
- Laser
Fistula ani
- FILAC
Dokter akan menentukan metode yang paling sesuai berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi pasien.
Kesimpulan: Buang Air Besar Lancar Tapi Anus Masih Sakit
BAB lancar tapi anus masih sakit dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti fisura ani, ambeien, atau gangguan anorektal lainnya. Karena penyebabnya tidak selalu sama, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan diagnosis yang tepat.
ST Wasir Center menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan gangguan anorektal dengan teknologi modern. Jika nyeri anus tetap muncul meskipun BAB lancar, segera lakukan konsultasi agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai.