Benjolan Anus Terasa Panas dan Nyeri

Benjolan anus terasa panas dan nyeri tentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama ketika duduk, berjalan, atau buang air besar. Banyak orang langsung menganggap kondisi tersebut sebagai ambeien, padahal benjolan di sekitar anus dapat disebabkan oleh berbagai kondisi.

Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan dokter diperlukan apabila benjolan terasa semakin sakit, membesar, atau disertai gejala lain.

Apa Penyebab Benjolan Anus Terasa Panas dan Nyeri?

Beberapa kondisi dapat menyebabkan munculnya benjolan yang terasa panas dan nyeri.

Ambeien Menyebabkan Benjolan Anus Terasa Panas dan Nyeri

Ambeien atau wasir terjadi ketika pembuluh darah dan jaringan di sekitar anus mengalami pembengkakan. Benjolan dapat terasa nyeri, terutama ketika mengalami iritasi atau keluar dari anus.

Ambeien juga dapat disertai:

  • Darah merah segar saat BAB
  • Gatal atau rasa panas
  • Benjolan keluar saat BAB
  • Rasa mengganjal
  • Tidak nyaman saat duduk

Fisura Ani

Fisura ani merupakan robekan atau luka pada jaringan anus. Kondisi ini umumnya menyebabkan nyeri tajam ketika BAB dan rasa perih yang dapat bertahan setelahnya.

Fisura ani juga dapat menyebabkan sedikit perdarahan berwarna merah segar.

Abses Anus: Benjolan Anus Terasa Panas dan Nyeri

Abses merupakan kumpulan nanah akibat infeksi. Salah satu gejalanya dapat berupa benjolan yang terasa sangat nyeri, hangat, dan membengkak.

Jika disertai demam atau keluar nanah, kondisi ini perlu segera diperiksa.

Fistula Ani

Fistula ani merupakan saluran abnormal yang menghubungkan bagian dalam anus dengan kulit di sekitarnya. Kondisi ini dapat muncul setelah abses dan dapat menyebabkan lubang kecil, keluar cairan atau nanah, serta iritasi di sekitar anus.

Apakah Benjolan Anus Berbahaya?

Tidak semua benjolan anus berbahaya. Namun, benjolan yang semakin membesar atau terasa sangat nyeri tidak sebaiknya dibiarkan tanpa pemeriksaan.

Terutama jika muncul:

  • Nyeri yang semakin berat
  • Demam
  • Kemerahan atau pembengkakan
  • Keluar nanah
  • Perdarahan banyak
  • Benjolan tidak kunjung membaik

Gejala tersebut membutuhkan evaluasi untuk mengetahui penyebabnya.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan?

Hindari memencet, menusuk, atau mencoba memecahkan benjolan sendiri. Tindakan tersebut dapat menyebabkan luka atau memperburuk infeksi apabila benjolan ternyata merupakan abses.

Jika keluhan berkaitan dengan BAB keras atau mengejan, usahakan menjaga feses tetap lunak dengan mengonsumsi serat dan mencukupi kebutuhan cairan.

Namun, langkah tersebut tidak menggantikan pemeriksaan apabila benjolan terus membesar atau nyerinya semakin berat.

Penanganan di ST Wasir Center

ST Wasir Center menangani berbagai masalah anorektal, termasuk ambeien, fisura ani, dan fistula ani.

Untuk ambeien, STWC memiliki beberapa teknologi modern:

  • Well-C: teknologi ikat untuk jaringan ambeien.
  • Ultrasonik: menggunakan getaran untuk membantu memotong jaringan wasir tanpa pisau bedah.
  • Radiofrekuensi: menggunakan gelombang radio untuk penanganan ambeien.
  • Laser: kini tersedia di STWC untuk penanganan sesuai indikasi.

Semua operasi di STWC dilakukan tanpa jahitan. Namun, teknologi yang digunakan akan disesuaikan dengan diagnosis dan kondisi masing-masing pasien.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika benjolan anus terasa panas dan nyeri, terutama jika keluhan semakin berat atau disertai demam dan keluar nanah, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan.

Benjolan di anus tidak selalu berarti ambeien. Dengan pemeriksaan yang tepat, penyebabnya dapat diketahui sehingga penanganan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi pasien.

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *