91 views
Ciri-Ciri Abses Perianal yang Berkembang Menjadi Fistula Ani

Abses perianal adalah kondisi medis yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri di sekitar anus atau saluran perianal. Abses ini terjadi ketika kelenjar perianal yang menghasilkan lendir terblokir dan meradang. Jika tidak diobati dengan tepat, abses perianal dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius yang dikenal sebagai fistula ani. Fistula ani adalah saluran abnormal yang menghubungkan permukaan kulit di sekitar anus dengan saluran pencernaan dalam. Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai ciri-ciri abses perianal yang akan berkembang menjadi fistula ani apabila didiamkan.

Ciri-ciri Abses Perianal

1. Nyeri yang Akut

Salah satu gejala utama abses perianal adalah nyeri tajam dan hebat di sekitar anus. Nyeri ini seringkali terasa lebih parah ketika duduk atau saat buang air besar.

2. Pembengkakan

Abses perianal dapat menyebabkan pembengkakan di sekitar anus. Anda mungkin merasa benjolan yang terasa panas, merah, dan sangat sensitif ketika disentuh.

3. Demam dan Malaise

Beberapa pasien dengan abses perianal dapat mengalami demam, kelelahan, dan gejala umum lainnya yang menandakan adanya infeksi.

4. Pus atau Cairan yang Mengalir

Abses perianal dapat menyebabkan keluarnya cairan bernanah dari area abses. Cairan ini biasanya memiliki bau yang tidak sedap.

Ciri-ciri Fistula Ani

1. Nyeri dan Pembengkakan Berulang

Jika abses perianal tidak diobati, abses ini dapat berkembang menjadi fistula ani. Gejala utama fistula ani adalah nyeri dan pembengkakan berulang di sekitar anus. Nyeri ini dapat datang dan pergi, tergantung pada seberapa parah infeksinya.

Baca Juga:  Wasir Grade 4: Apakah Harus Dilakukan Tindakan?

2. Pembengkakan dan Cairan yang Mengalir

Fistula ani seringkali disertai dengan keluarnya cairan bernanah dari saluran fistula. Cairan ini bisa muncul di kulit di sekitar anus dan dapat memiliki bau yang tidak sedap.

3. Iritasi Kulit

Cairan yang keluar dari fistula ani dapat menyebabkan iritasi kulit di sekitar anus, yang dapat menjadi nyeri dan membuat penderitanya merasa sangat tidak nyaman.

4. Gangguan Buang Air Besar

Fistula ani juga dapat memengaruhi proses buang air besar. Penderita mungkin mengalami kesulitan saat buang air besar atau mengalami perasaan tidak puas setelahnya.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis abses perianal dan fistula ani, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan sejarah klinis pasien. Pemeriksaan ini mungkin melibatkan palpasi (perabaan) daerah sekitar anus untuk mendeteksi pembengkakan atau benjolan. Jika dicurigai adanya fistula ani, dokter mungkin akan melakukan tes tambahan seperti sigmoidoskopi atau kolonoskopi untuk melihat saluran fistula lebih rinci.

Pengobatan untuk abses perianal melibatkan pembedahan untuk mengeringkan abses. Namun, jika abses tersebut berkembang menjadi fistula ani, tindakan pembedahan lebih kompleks mungkin diperlukan. Pembedahan ini bertujuan untuk menghilangkan saluran fistula dan memperbaiki jaringan di sekitarnya.

Setelah tindakan pembedahan, pasien mungkin perlu menjalani perawatan lanjutan dan mengikuti instruksi dokter untuk merawat luka operasi dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Pencegahan juga merupakan faktor penting dalam mengelola abses perianal dan mencegahnya berkembang menjadi fistula ani. Ini termasuk menjaga kebersihan area perianal, menghindari sembelit, dan menjalani pola makan sehat. Jika Anda mengalami gejala seperti yang dijelaskan di atas, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau menghubungi dan mengunjungi ST Wasir Center di 0878-8756-6315 untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat dari para ahli.

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *