Fisura ani kronis berulang merupakan kondisi ketika luka atau robekan kecil pada lapisan anus sulit sembuh dan kembali muncul setelah sempat membaik. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri tajam saat buang air besar (BAB), sensasi terbakar, hingga keluarnya sedikit darah berwarna merah segar.
Berbeda dengan luka anus biasa yang dapat membaik dalam waktu relatif singkat, fisura ani kronis cenderung menetap dan dapat berlangsung lebih dari enam minggu. Jika keluhan terus berulang, diperlukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.
Apa itu Fisura Ani Kronis?
Fisura ani adalah robekan pada lapisan kulit atau mukosa yang melapisi saluran anus. Luka ini umumnya terjadi akibat peregangan berlebihan ketika feses berukuran besar atau bertekstur keras melewati anus.
Pada kondisi akut, luka biasanya masih dapat sembuh dengan perawatan yang tepat. Namun, jika berlangsung lebih dari enam minggu, fisura dapat dikategorikan sebagai kronis.
Fisura ani kronis terkadang disertai terbentuknya jaringan parut, lipatan kulit kecil di bagian luar anus (sentinel skin tag), atau penebalan jaringan di sekitar luka. Kondisi tersebut dapat membuat proses penyembuhan menjadi lebih sulit.
Mengapa Fisura Ani Bisa Berulang?
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan fisura ani sulit sembuh atau kembali muncul setelah sebelumnya membaik.
1. Sembelit yang Terus Berulang
Sembelit merupakan salah satu pemicu utama fisura ani. Feses yang keras dapat menyebabkan luka kembali terbuka ketika melewati saluran anus.
Jika seseorang masih sering mengalami sembelit, proses penyembuhan dapat terganggu karena luka terus mengalami tekanan dan peregangan.
2. Kebiasaan Mengejan saat BAB
Mengejan terlalu kuat dapat meningkatkan tekanan pada area anus. Tekanan tersebut berpotensi memperparah robekan yang sudah ada atau memicu terbentuknya luka baru.
3. Diare Berkepanjangan
Tidak hanya sembelit, diare yang terjadi berulang juga dapat menyebabkan iritasi pada saluran anus. Frekuensi BAB yang terlalu sering dapat mengganggu jaringan yang sedang mengalami proses penyembuhan.
4. Otot Sfingter Anus Terlalu Tegang
Pada sebagian penderita fisura ani kronis, otot sfingter internal mengalami peningkatan ketegangan atau spasme. Kondisi ini dapat mengurangi aliran darah menuju area luka sehingga proses penyembuhan menjadi lebih sulit.
5. Perawatan Belum Sesuai
Mengandalkan obat pereda nyeri saja tidak selalu cukup untuk mengatasi fisura ani kronis. Jika faktor penyebabnya masih berlangsung, luka dapat kembali terbuka meskipun rasa sakit sempat berkurang.
Gejala Fisura Ani Kronis Berulang
Gejala fisura ani dapat berbeda pada setiap orang. Namun, beberapa keluhan yang sering ditemukan antara lain:
- Nyeri tajam saat BAB.
- Rasa perih atau terbakar setelah BAB.
- Keluar darah merah segar pada tisu atau permukaan feses.
- Luka kecil yang terlihat di sekitar lubang anus.
- Nyeri yang bertahan beberapa menit hingga beberapa jam setelah BAB.
- Muncul lipatan kulit kecil di dekat luka.
Jika keluhan berlangsung lama atau berulang, sebaiknya jangan menganggapnya sebagai iritasi biasa.
Bagaimana Cara Mengatasi Fisura Ani Kronis?
Penanganan fisura ani bergantung pada kondisi luka, tingkat keparahan, dan faktor yang menyebabkan luka sulit sembuh.
1. Mengatur Pola BAB Agar Tidak Fisura Ani Kronis Berulang
Langkah awal yang penting adalah menjaga tekstur feses agar tetap lunak. Konsumsi makanan tinggi serat, minum air putih yang cukup, dan hindari kebiasaan menahan BAB.
Dokter juga dapat menyarankan obat pelunak feses jika diperlukan.
2. Menggunakan Obat Dari Dokter
Pada kondisi tertentu, dokter dapat memberikan salep khusus untuk membantu merelaksasi otot sfingter anus dan meningkatkan aliran darah menuju area luka.
Obat pereda nyeri juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan selama masa penyembuhan.
3. Tindakan Medis Agar Tidak Fisura Ani Kronis Berulang
Jika fisura ani tidak membaik dengan pengobatan konservatif, dokter dapat mempertimbangkan tindakan medis.
Pilihan penanganan dapat meliputi prosedur untuk membantu mengurangi ketegangan otot sfingter atau menangani jaringan luka. Metode yang digunakan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Di ST Wasir Center, penanganan fisura ani dapat dievaluasi menggunakan pilihan teknologi radiofrekuensi (RF) atau laser sesuai indikasi medis. Dokter spesialis bedah akan menentukan metode yang sesuai setelah melakukan pemeriksaan.
Apakah Fisura Ani Kronis Berbahaya?
Fisura ani kronis tidak selalu menimbulkan kondisi yang mengancam nyawa. Namun, luka yang terus terbuka dapat menyebabkan nyeri berkepanjangan, perdarahan berulang, dan gangguan kenyamanan saat BAB.
Selain itu, tidak semua luka di sekitar anus merupakan fisura ani. Beberapa kondisi lain, seperti fistula ani, abses perianal, dan penyakit radang usus, juga dapat menimbulkan keluhan serupa.
Oleh karena itu, pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya, terutama jika luka tidak kunjung sembuh.
Kesimpulan: Fisura Ani Kronis Berulang
Fisura ani kronis berulang merupakan kondisi robekan pada saluran anus yang sulit sembuh atau kembali terbuka setelah membaik. Sembelit, kebiasaan mengejan, diare berkepanjangan, dan ketegangan otot sfingter dapat menjadi faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.
Penanganan perlu disesuaikan dengan tingkat keparahan luka. Jika nyeri dan perdarahan terus berulang, lakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan agar mendapatkan diagnosis serta pilihan pengobatan yang tepat. ST Wasir Center menyediakan konsultasi untuk mengevaluasi keluhan fisura ani dan menentukan penanganan berdasarkan kondisi pasien.