Benjolan di sekitar anus bisa muncul karena berbagai kondisi. Salah satu penyebab yang paling sering adalah wasir atau ambeien, tetapi benjolan anus juga dapat berkaitan dengan abses, fistula ani, kista, hingga kondisi lain yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu, penting mengetahui kapan benjolan anus perlu diperiksa dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sesuai kondisi.
Benjolan Anus Tidak Selalu Berarti Wasir
Wasir terjadi ketika pembuluh darah di sekitar anus mengalami pembengkakan. Benjolan akibat wasir dapat terasa lunak atau mengganjal, keluar saat BAB, bahkan disertai darah merah segar.
Namun, benjolan anus juga dapat disebabkan oleh masalah lain. Misalnya, abses anus dapat menimbulkan benjolan yang terasa nyeri, bengkak, dan terkadang disertai demam. Sementara itu, fistula ani dapat ditandai dengan lubang kecil atau benjolan di dekat anus yang mengeluarkan cairan atau nanah.
Inilah alasan pemeriksaan dokter diperlukan ketika keluhan tidak kunjung membaik atau memiliki gejala tertentu.
Kapan Benjolan Anus Perlu Diperiksa Dokter?
Sebaiknya jangan menunda pemeriksaan jika benjolan anus mengalami kondisi berikut:
- Benjolan terasa sangat nyeri, terutama jika nyeri semakin berat.
- Benjolan semakin besar atau berubah dibandingkan sebelumnya.
- Benjolan tidak kunjung menghilang meskipun sudah menjaga pola makan dan BAB.
- Keluar darah dari anus, terutama jika terjadi berulang.
- Keluar nanah atau cairan dari benjolan maupun sekitar anus.
- Area anus terlihat merah, bengkak, atau terasa panas.
- Disertai demam atau badan terasa tidak enak.
- Benjolan sering muncul kembali setelah sebelumnya mengecil.
- Benjolan keluar saat BAB dan tidak dapat masuk kembali.
- Keluhan mengganggu aktivitas seperti duduk, berjalan, atau BAB.
Gejala tersebut tidak selalu menunjukkan kondisi yang serius, tetapi pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Jangan Langsung Menganggap Benjolan sebagai Wasir
Banyak orang langsung menganggap setiap benjolan di anus sebagai ambeien. Padahal, beberapa kondisi memiliki gejala yang mirip.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan area anus dan, bila diperlukan, pemeriksaan tambahan untuk mengetahui sumber benjolan. Setelah penyebabnya diketahui, dokter dapat menentukan apakah cukup dengan perubahan pola hidup, obat-obatan, atau membutuhkan tindakan medis.
Sebaiknya hindari memencet, menusuk, atau mencoba memecahkan benjolan sendiri karena dapat memperburuk iritasi dan meningkatkan risiko infeksi.
Apa yang Bisa Dilakukan Sambil Menunggu Pemeriksaan?
Jika benjolan belum menimbulkan gejala berat, beberapa kebiasaan dapat membantu mengurangi keluhan, antara lain:
- Perbanyak konsumsi serat dari sayur, buah, dan sumber serat lainnya.
- Minum air yang cukup.
- Hindari mengejan terlalu kuat saat BAB.
- Jangan membiasakan menahan BAB.
- Kurangi kebiasaan duduk terlalu lama.
- Jaga kebersihan area anus dengan lembut.
Namun, langkah tersebut bukan pengganti pemeriksaan apabila benjolan terus berulang atau disertai gejala yang mengkhawatirkan.
Benjolan Anus Diperiksa Dokter di STWC
ST Wasir Center menangani berbagai keluhan di area anus, termasuk wasir, fistula ani, fisura ani, dan kondisi anorektal lainnya.
Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab benjolan sebelum menentukan tindakan yang sesuai. Pada kasus wasir, pilihan penanganan dapat meliputi radiofrekuensi, ultrasonik, Well-C, atau laser, tergantung kondisi dan tingkat keparahannya.
Jadi, kapan benjolan anus perlu diperiksa dokter? Jika benjolan terasa nyeri, membesar, berdarah, mengeluarkan nanah, sering kambuh, atau tidak kunjung membaik, sebaiknya lakukan pemeriksaan. Semakin jelas penyebabnya, semakin tepat pula penanganan yang dapat diberikan.