Menahan kentut saat ambeien mungkin dilakukan karena seseorang merasa tidak nyaman pada area anus, terutama ketika terdapat benjolan, nyeri, atau rasa mengganjal. Namun, apakah kebiasaan ini berbahaya bagi penderita ambeien?
Pada dasarnya, menahan kentut sesekali umumnya tidak berbahaya. Akan tetapi, menahan gas terlalu lama dapat menimbulkan rasa kembung dan tidak nyaman pada perut. Sementara itu, ambeien sendiri merupakan pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus dan rektum yang dapat menimbulkan benjolan, perdarahan, serta rasa tidak nyaman.
Apakah Menahan Kentut Bisa Memperparah Ambeien?
Menahan kentut tidak secara langsung menyebabkan ambeien menjadi lebih parah. Namun, jika seseorang terus menahan gas hingga merasa kembung atau tidak nyaman, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Hal yang lebih perlu diperhatikan adalah kebiasaan mengejan ketika mengeluarkan gas atau saat BAB. Mengejan berlebihan dapat meningkatkan tekanan pada area anus dan berpotensi memperburuk keluhan ambeien.
Karena itu, penderita ambeien sebaiknya tidak memaksakan diri untuk mengejan dan tidak perlu merasa harus menahan kentut sepanjang waktu.
Mengapa Penderita Ambeien Bisa Tidak Nyaman Saat Kentut?
Pada sebagian orang, ambeien menyebabkan benjolan atau pembengkakan di sekitar anus. Kondisi ini dapat membuat area tersebut terasa sensitif, terutama ketika sedang mengalami iritasi atau nyeri.
Beberapa keluhan yang mungkin menyertai antara lain:
- Rasa mengganjal di sekitar anus
- Nyeri atau perih
- Gatal pada area anus
- Benjolan yang muncul ketika BAB
- Darah merah segar setelah BAB
Jika kentut terasa sangat sakit atau disertai keluarnya nanah, demam, maupun pembengkakan yang semakin besar, jangan langsung menganggapnya sebagai gejala ambeien biasa. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Cara Mengurangi Ketidaknyamanan Saat Mengalami Ambeien
Ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu mengurangi tekanan pada area anus sekaligus menjaga kelancaran BAB.
1. Hindari Mengejan Berlebihan
Jangan memaksakan diri ketika BAB atau mengeluarkan gas. Mengejan berulang dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus.
2. Konsumsi Makanan Berserat
Sayuran, buah-buahan, dan sumber serat lainnya dapat membantu menjaga tinja tetap lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan.
3. Cukupi Kebutuhan Cairan
Minum air yang cukup membantu mendukung fungsi pencernaan, terutama jika asupan serat ditingkatkan.
4. Jangan Menahan BAB
Menunda BAB dapat membuat tinja semakin keras pada sebagian orang. Biasakan pergi ke toilet ketika muncul dorongan untuk BAB.
5. Hindari Duduk Terlalu Lama Di Toilet
Duduk terlalu lama, terutama sambil mengejan, dapat meningkatkan tekanan pada area anus.
Kapan Ambeien Perlu Diperiksa?
Jika ambeien menimbulkan benjolan yang semakin sering keluar, perdarahan berulang, atau nyeri yang mengganggu aktivitas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Perdarahan dari anus tidak selalu disebabkan oleh ambeien. Karena itu, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.
Pemeriksaan dan Penanganan di ST Wasir Center
ST Wasir Center menyediakan pemeriksaan dan berbagai pilihan penanganan untuk keluhan ambeien. Dokter spesialis bedah berpengalaman tinggi akan menilai kondisi pasien sebelum menentukan metode yang sesuai.
Beberapa metode modern yang tersedia meliputi Well-C, radiofrequency, ultrasonic, dan laser. Pemilihan metode bergantung pada kondisi serta tingkat keparahan ambeien setelah pemeriksaan.
Berbagai tindakan ambeien di ST Wasir Center dilakukan tanpa jahitan. Namun, tidak semua keluhan di area anus memerlukan tindakan medis. Dokter akan menentukan penanganan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Kesimpulan
Menahan kentut saat ambeien sesekali umumnya tidak berbahaya, tetapi dapat membuat perut terasa kembung dan tidak nyaman. Kebiasaan ini juga tidak secara langsung menyebabkan ambeien memburuk.
Hal terpenting adalah menghindari mengejan berlebihan, menjaga pola BAB tetap lancar, dan memeriksakan diri jika muncul benjolan, perdarahan, atau nyeri yang berulang. Dengan mengetahui penyebab keluhan, penanganan dapat dilakukan secara lebih tepat.