41 views
Menghilangkan Abses, Apakah Abses Harus Dioperasi?

Operasi abses diperlukan untuk menangani abses, terutama yang berukuran besar. Jika tidak ditangani dengan tepat, abses dapat menimbulkan komplikasi serius yang bahkan bisa mengancam nyawa. Namun, apakah abses harus dioperasi untuk menghilak? Simak artikel ini untuk mengetahui penjelasannya.

Apakah Abses Harus Dioperasi?

Abses adalah benjolan berisi nanah tepat di bawah permukaan kulit yang dapat disertai rasa sakit dan kemerahan pada kulit. Kondisi ini biasanya terjadi akibat infeksi bakteri. Abses dapat tumbuh di bagian tubuh mana pun, tetapi lebih sering muncul di ketiak, daerah kemaluan, atau sekitar folikel rambut (bisul).

Rasa sakit dan pembengkakan pada abses bisa membuat penderita ingin memencet dan memecahkannya sendiri. Namun, tindakan tersebut tidak dianjurkan karena sering kali memperburuk infeksi dan dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti sepsis dan terbentuknya jaringan parut.

Abses yang berukuran kecil mungkin bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, abses yang lebih besar atau dalam umumnya memerlukan penanganan oleh dokter. Untuk menangani abses, dokter dapat memberikan antibiotik dan melakukan operasi abses guna mengeluarkan nanah dan mempercepat penyembuhan.

Prosedur Operasi Abses

Sebelum operasi abses kulit dilakukan, Anda mungkin akan diberi antibiotik terlebih dulu untuk mengobati infeksi dan mencegahnya menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Di awal prosedur, dokter akan membersihkan dan mensterilkan area abses, lalu memberikan bius lokal di area tersebut agar Anda tidak merasakan sakit selama operasi abses berlangsung.

Setelah area abses mati rasa, dokter akan membuat sayatan pada kulit di atas abses. Nanah kemudian akan dikeluarkan dari kantong abses melalui sayatan tersebut.

Setelah semua nanah dikeluarkan, dokter akan membersihkan area abses dengan larutan garam steril. Selanjutnya, abses dibiarkan terbuka (tidak dijahit) dan hanya ditutup dengan kasa untuk menyerap sisa nanah.

Baca Juga:  Cara Menghilangkan Benjolan Ambeien

Pada abses yang dalam atau besar, dokter mungkin akan memasukkan kain kasa ke dalam rongga abses. Tujuannya adalah agar sisa nanah atau darah dapat terserap sampai bersih, sehingga proses penyembuhan jaringan berlangsung dengan baik.

Dokter juga dapat mengirim sampel nanah ke laboratorium untuk mengidentifikasi jenis kuman penyebab infeksi. Operasi abses biasanya memakan waktu kurang dari 1 jam.

Komplikasi Operasi Abses

Operasi abses umumnya merupakan prosedur yang aman. Namun, pada kondisi tertentu, prosedur ini dapat menimbulkan komplikasi, antara lain:

  • Rasa nyeri pada luka bekas abses
  • Perdarahan dari luka bekas abses
  • Terbentuknya jaringan parut
  • Abses kambuh
  • Komplikasi operasi abses lebih berisiko terjadi pada perokok atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita diabetes, kanker, infeksi HIV, atau obesitas.

Perawatan setelah Operasi Abses

Waktu pemulihan setelah operasi abses dapat berbeda pada setiap orang, tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan abses.

Untuk abses yang besar atau dalam, perban kasa penutup luka sayatan operasi mungkin perlu dipasang selama beberapa hari atau beberapa minggu. Jika sudah basah oleh cairan sisa nanah, perban perlu diganti.

Apabila dokter menempatkan kain kasa di dalam rongga abses, Anda perlu menemui dokter kembali dalam beberapa hari setelah operasi untuk mengeluarkan kain kasa tersebut.

Jika luka berada dalam kondisi baik, dokter akan mengajari Anda cara merawat luka operasi dan mengganti perban di rumah secara mandiri. Anda juga akan diberi obat antibiotik dan obat pereda nyeri.

Memperhatikan adanya tanda infeksi pada bekas sayatan operasi, seperti kemerahan, bengkak, dan demam, penting dalam penanganan luka operasi di rumah. Bila muncul tanda-tanda tersebut, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan.

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *