BAB berdarah merupakan keluhan yang cukup sering membuat khawatir. Darah yang keluar saat atau setelah buang air besar dapat terlihat pada tisu, permukaan feses, atau menetes ke toilet. Salah satu penyebab BAB berdarah adalah ambeien. Namun, perdarahan dari anus tidak selalu disebabkan oleh wasir. Fisura ani dan beberapa kondisi lain pada saluran pencernaan juga dapat menyebabkan darah keluar saat BAB. Karena itu, perdarahan yang berulang sebaiknya diperiksa untuk mengetahui penyebabnya. Artikel ini membahas mengenai kenapa bisa terjadi dan bagaimana caranya mengurangi risiko BAB berdarah.
Kenapa BAB Bisa Berdarah?
Darah saat BAB dapat terjadi ketika jaringan di sekitar anus mengalami iritasi atau luka. Pada penderita ambeien, pembuluh darah yang membengkak dapat mengalami gesekan ketika feses melewati anus, terutama jika feses keras atau seseorang mengejan terlalu kuat.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko perdarahan antara lain:
- Sembelit atau BAB keras
- Mengejan terlalu kuat
- Kurang konsumsi serat
- Kurang minum air putih
- Menunda BAB
- Terlalu lama duduk di toilet
Dengan mengurangi faktor-faktor tersebut, risiko iritasi pada area anus dapat diminimalkan.
Cara Mengurangi Risiko BAB Berdarah
1. Konsumsi Makanan Berserat untuk Mengurangi Risiko BAB Berdarah
Serat membantu membuat feses lebih lunak dan lebih mudah dikeluarkan. Sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat menjadi sumber serat dalam pola makan sehari-hari.
2. Cukupi Kebutuhan Cairan
Minum air yang cukup membantu menjaga konsistensi feses agar tidak terlalu keras. Kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda, sehingga sesuaikan dengan kondisi tubuh dan aktivitas.
3. Hindari Mengejan Terlalu Kuat untuk Mengurangi Risiko BAB Berdarah
Mengejan memberikan tekanan pada pembuluh darah di area anus. Jika BAB sulit keluar, jangan memaksakan diri untuk mengejan terlalu kuat.
4. Jangan Menunda BAB
Menahan BAB dapat membuat feses menjadi semakin keras. Ketika tubuh memberikan dorongan untuk BAB, sebaiknya segera pergi ke toilet.
5. Jangan Terlalu Lama di Toilet
Duduk terlalu lama di toilet, terutama sambil menggunakan ponsel, dapat meningkatkan tekanan pada area anus. Usahakan menyelesaikan BAB tanpa berlama-lama.
Kapan BAB Berdarah Harus Diperiksa?
Jika darah keluar hanya sekali dan jumlahnya sedikit, penyebabnya mungkin ringan. Namun, perdarahan yang berulang sebaiknya tidak diabaikan.
Segera lakukan pemeriksaan jika BAB berdarah disertai:
- Benjolan pada anus
- Nyeri yang semakin berat
- Perdarahan berulang
- Perubahan kebiasaan BAB
- Pusing atau tubuh terasa lemas
- Darah keluar dalam jumlah banyak
Pemeriksaan diperlukan karena tidak semua perdarahan berasal dari ambeien.
Penanganan Ambeien dengan Teknologi Modern
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa perdarahan disebabkan oleh ambeien, dokter dapat menentukan pilihan penanganan sesuai kondisi pasien.
ST Wasir Center (STWC) menyediakan teknologi modern untuk penanganan ambeien, seperti radiofrekuensi, laser, ultrasonik, dan Well-C.
Metode penanganan tidak disamaratakan untuk semua pasien. Tingkat keparahan, ukuran benjolan, gejala, dan kondisi pasien menjadi pertimbangan dalam menentukan tindakan.
Kesimpulan: Mengurangi Risiko BAB Berdarah
Mengurangi risiko BAB berdarah dapat dimulai dengan menjaga pola BAB, mengonsumsi cukup serat dan cairan, serta menghindari kebiasaan mengejan atau duduk terlalu lama di toilet.
Namun, jika perdarahan terus terjadi, jangan hanya menganggapnya sebagai ambeien. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebab BAB berdarah dan mendapatkan penanganan yang tepat.