14 views
Nyeri di anus, Apakah Berbahaya?

Nyeri atau rasa sakit di anus bisa menjadi masalah yang sangat mengganggu dan sering kali menimbulkan rasa malu untuk dibicarakan. Meskipun demikian, penting untuk mengetahui penyebab nyeri tersebut agar bisa diatasi dengan tepat.

Berikut adalah beberapa cara untuk mengetahui penyebab sakit di anus:

Waspadai gejala lainnya

Sakit atau nyeri di anus seringkali disertai dengan gejala lain seperti perdarahan, gatal-gatal, atau ruam di sekitar anus. Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, maka kemungkinan besar Anda mengalami infeksi atau gangguan pada saluran pencernaan.

Periksa makanan dan minuman yang dikonsumsi

Makanan dan minuman yang Anda konsumsi bisa memengaruhi kesehatan saluran pencernaan Anda. Konsumsi makanan dan minuman pedas, berlemak, atau yang mengandung kafein atau alkohol bisa memicu nyeri di anus.

Periksa kebiasaan buang air besar yang menyebabkan rasa sakit di anus

Kebiasaan buang air besar yang tidak sehat bisa menjadi penyebab nyeri di anus. Konstipasi atau sembelit yang terus-menerus bisa membuat feses menjadi keras dan sulit untuk dikeluarkan. Sementara itu, diare yang terus-menerus bisa membuat kulit di sekitar anus teriritasi.

Baca Juga:  Penyebab Abses Perianal Pada Bayi

Waspada penggunaan obat-obatan

Hindari penggunaan obat-obatan tertentu Beberapa obat-obatan, seperti obat pereda nyeri opioid, bisa memicu sembelit

Waspada penyakit anorektal lainnya

Nyeri di anus bisa disebabkan oleh beberapa jenis penyakit. Berikut adalah beberapa penyakit yang dapat menyebabkan nyeri di anus:

Wasir atau Hemoroid

Penyakit wasir atau hemoroid adalah pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus yang bisa menyebabkan rasa sakit dan pendarahan. Wasir biasanya terjadi akibat konstipasi atau terlalu sering mengejan saat buang air besar. Jika gejala yang anda alami mirip dengan wasir, segera periksa ke dokter spesialis pilihan anda. Periksakan wasir sedini mungkin untuk mencegah komplikasi akibat wasir.

Fistula Ani

Penyakit fistula ani adalah saluran abnormal yang menghubungkan permukaan kulit di sekitar anus dengan saluran rektum. Fistula ani bisa menyebabkan rasa sakit, peradangan, dan infeksi. Saluran ini pada umumnya terbentuk dari abses atau bisul diarea anus yang tidak diobati dengan baik.

Fissura Ani

Penyakit fissura ani adalah robekan pada kulit di sekitar anus yang menyebabkan rasa sakit dan pendarahan saat buang air besar. Fissura ani biasanya terjadi akibat sembelit atau tekanan pada daerah anus.

Kanker Kolorektal

Penyakit kanker kolorektal adalah kanker yang terjadi pada kolon atau rektum. Kanker kolorektal bisa menyebabkan rasa sakit, pendarahan, dan perubahan dalam pola buang air besar.

Proktitis

Proktitis adalah peradangan pada rektum yang bisa menyebabkan rasa sakit, diare, dan pendarahan. Penyakit proktitis biasanya disebabkan oleh infeksi, radang usus, atau penggunaan obat-obatan tertentu.

Infeksi Menular Seksual

Penyakit infeksi menular seksual seperti herpes genital atau sifilis bisa menyebabkan rasa sakit pada anus. Infeksi ini biasanya disertai dengan gejala-gejala seperti gatal-gatal, bengkak, dan pendarahan.

Baca Juga:  Bolehkah Berhubungan Intim Saat Wasir?

 

Jika Anda merasakan sakit di anus, berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi gejala tersebut:

Menjaga kebersihan area anus.

Pastikan area anus tetap bersih dan kering dengan menggunakand sabun ringan dan air hangat setelah buang air besar. Hindari penggunaan tisu toilet yang kasar atau wewangian.

Gunakan obat pereda nyeri

Obat pereda nyeri seperti acetaminophen atau ibuprofen bisa membantu mengurangi rasa sakit di area anus.

Konsumsi makanan yang sehat dan menghindari makanan yang tidak sehat

Konsumsi makanan yang sehat seperti buah-buahan, sayuran, dan serat untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan Anda. Hindari makanan yang pedas, berlemak, atau yang mengandung kafein atau alkohol yang bisa memicu nyeri di anus.

Minum cukup air

Pastikan Anda cukup mengonsumsi air setiap hari untuk menjaga tubuh terhidrasi dan memudahkan buang air besar.

Hindari mengejan saat buang air besar

Mengejan saat buang air besar bisa memperparah kondisi nyeri di anus. Sebaliknya, cobalah untuk merilekskan otot anus dan membiarkan feses keluar dengan alami.

Berkonsultasi dengan dokter Jika nyeri di anus terus berlanjut dan semakin memburuk, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Ingatlah bahwa nyeri di anus bisa menjadi tanda dari kondisi yang serius seperti kanker kolorektal, sehingga segera periksakan diri ke dokter jika nyeri tersebut tidak membaik dengan pengobatan rumahan. Kunjungi klinik ST Wasir Center untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *