Pemeriksaan ambeien oleh dokter spesialis penting dilakukan ketika muncul keluhan seperti benjolan di anus, perdarahan saat BAB, rasa nyeri, gatal, atau sensasi tidak nyaman di sekitar anus. Meskipun gejala tersebut sering dikaitkan dengan ambeien, penyebabnya tidak selalu sama sehingga pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya.
Dengan pemeriksaan yang tepat, dokter dapat menentukan apakah keluhan memang disebabkan oleh ambeien dan menilai penanganan yang sesuai.
Kapan perlu melakukan pemeriksaan ambeien oleh dokter spesialis?
Tidak semua keluhan pada anus membutuhkan tindakan operasi. Namun, pemeriksaan sebaiknya dilakukan apabila gejala muncul berulang, semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Beberapa kondisi yang sebaiknya diperiksakan antara lain:
- BAB disertai darah.
- Muncul benjolan dari anus.
- Benjolan terasa nyeri atau mengganjal.
- Benjolan semakin sering keluar.
- Rasa gatal atau perih di sekitar anus.
- Ambeien sering kambuh.
- Keluhan tidak membaik meskipun sudah mengubah pola makan dan kebiasaan BAB.
Perdarahan dari anus juga sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai ambeien. Dokter perlu memastikan penyebabnya terlebih dahulu.
Bagaimana pemeriksaan ambeien dilakukan oleh dokter spesialis?
Pemeriksaan dimulai dengan konsultasi mengenai keluhan yang dialami pasien. Dokter dapat menanyakan kapan gejala mulai muncul, frekuensi BAB, adanya perdarahan, kondisi benjolan, hingga kebiasaan mengejan.
Selanjutnya, dokter dapat melakukan pemeriksaan pada area anus dan, bila diperlukan, pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui kondisi di dalam anus.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter dapat menilai kondisi ambeien dan menentukan apakah pasien membutuhkan perubahan pola hidup, obat, tindakan tertentu, atau penanganan lainnya.
Apakah semua ambeien harus dioperasi?
Tidak. Penanganan ambeien bergantung pada kondisi dan tingkat keparahannya.
Pada kondisi tertentu, perubahan pola makan, mencukupi kebutuhan serat dan cairan, serta memperbaiki kebiasaan BAB dapat membantu mengurangi keluhan. Namun, apabila ambeien sudah menimbulkan masalah yang berulang atau cukup mengganggu, dokter dapat mempertimbangkan tindakan.
Keputusan untuk melakukan tindakan sebaiknya dibuat setelah pemeriksaan, bukan hanya berdasarkan gejala yang dirasakan.
Apa saja metode penanganan ambeien?
Saat ini tersedia berbagai pilihan penanganan ambeien. Di ST Wasir Center, tersedia beberapa teknologi yang dapat digunakan sesuai kondisi pasien.
Radiofrekuensi
Radiofrekuensi menggunakan gelombang radio untuk membantu menangani jaringan ambeien.
Ultrasonik
Teknologi ultrasonik memanfaatkan getaran untuk membantu memotong jaringan wasir tanpa menggunakan pisau bedah.
Well-C
Well-C merupakan teknik pengikatan jaringan ambeien menggunakan nilon. Jaringan yang telah diikat dapat terlepas secara alami.
Laser
ST Wasir Center juga menyediakan teknologi laser untuk penanganan ambeien. Penggunaan laser tetap disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan kondisi masing-masing pasien.
Berbagai metode tersebut tidak berarti semuanya cocok untuk setiap orang. Dokter perlu menentukan pilihan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Apa yang perlu dipersiapkan sebelum pemeriksaan?
Sebelum datang berkonsultasi, pasien dapat mencatat beberapa informasi mengenai keluhannya, seperti:
- Kapan benjolan atau perdarahan mulai terjadi.
- Seberapa sering keluhan muncul.
- Apakah benjolan dapat masuk kembali atau tidak.
- Apakah BAB terasa keras atau harus mengejan.
- Apakah pernah mendapatkan pengobatan sebelumnya.
- Apakah keluhan pernah kambuh.
Informasi tersebut dapat membantu dokter memahami riwayat keluhan dengan lebih lengkap.
Pemeriksaan ambeien di ST Wasir Center
Pemeriksaan oleh dokter spesialis bedah dapat membantu menentukan kondisi ambeien sekaligus pilihan penanganan yang sesuai. ST Wasir Center menyediakan layanan penanganan masalah anorektal dengan berbagai metode modern.
Semua tindakan di ST Wasir Center dilakukan tanpa jahitan, tetapi jenis tindakan tetap ditentukan berdasarkan kondisi pasien setelah pemeriksaan.
Jika Anda mengalami benjolan, perdarahan, nyeri, atau keluhan anus yang berulang, pemeriksaan dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui penyebabnya. Jangan menunda pemeriksaan terutama jika perdarahan semakin banyak, nyeri berat, atau muncul keluhan lain yang tidak biasa.