Benjolan anus dapat menimbulkan rasa khawatir, terutama jika disertai nyeri, gatal, atau perdarahan saat buang air besar (BAB). Namun, tidak semua benjolan di sekitar anus membutuhkan operasi. Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk pemeriksaan benjolan anus tanpa perlu langsung operasi adalah menjalani pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.
Benjolan anus dapat disebabkan oleh ambeien atau wasir, tetapi kondisi lain seperti fisura ani dengan lipatan kulit, abses, fistula ani, dan kutil di sekitar anus juga dapat menimbulkan keluhan serupa. Karena itu, pemeriksaan dokter penting dilakukan sebelum memutuskan jenis pengobatan.
Apa Saja Penyebab Benjolan Anus?
Sebelum menentukan penanganan, dokter perlu mengetahui kemungkinan penyebab benjolan. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkannya meliputi:
1. Ambeien atau wasir
Ambeien terjadi ketika jaringan pembuluh darah di sekitar anus atau rektum mengalami pembengkakan. Benjolan dapat muncul di luar anus atau menonjol ketika BAB. Keluhan lain yang mungkin terjadi adalah gatal, rasa tidak nyaman, dan perdarahan.
2. Abses anus
Abses merupakan kumpulan nanah akibat infeksi di sekitar anus. Kondisi ini dapat menyebabkan benjolan yang membengkak, terasa hangat, dan nyeri, terkadang disertai demam. Abses memerlukan evaluasi medis segera dan sering kali membutuhkan tindakan untuk mengeluarkan nanah.
3. Fistula ani
Fistula ani adalah saluran abnormal antara bagian dalam anus atau rektum dan kulit di sekitarnya. Gejalanya dapat berupa lubang kecil, keluarnya nanah berulang, serta benjolan yang kembali membengkak.
4. Kondisi lain di sekitar anus
Benjolan juga dapat berupa lipatan kulit, kutil anus, atau kondisi lainnya. Bentuk dan gejala saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis, sehingga pemeriksaan langsung diperlukan.
Bagaimana Pemeriksaan Benjolan Anus Dilakukan?
Pemeriksaan benjolan anus umumnya dapat dimulai tanpa operasi. Dokter akan menentukan jenis pemeriksaan berdasarkan keluhan, riwayat kesehatan, dan kondisi pasien.
1. Wawancara medis
Dokter akan menanyakan kapan benjolan muncul, apakah terasa nyeri, apakah terdapat perdarahan, dan apakah benjolan berubah ukuran saat BAB. Informasi mengenai pola BAB, riwayat penyakit, serta tindakan medis sebelumnya juga dapat membantu menentukan kemungkinan penyebab.
2. Pemeriksaan fisik benjolan anus
Dokter dapat melihat area sekitar anus untuk menilai bentuk benjolan, kemerahan, luka, pembengkakan, atau tanda infeksi. Pemeriksaan ini membantu menentukan apakah diperlukan evaluasi lebih lanjut.
3. Pemeriksaan anoskopi untuk benjolan anus
Anoskopi merupakan pemeriksaan menggunakan alat khusus berbentuk tabung pendek untuk melihat bagian dalam anus dan bagian bawah rektum. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter mengevaluasi ambeien internal dan kelainan tertentu di area tersebut.
Anoskopi bukan operasi. Namun, dokter akan menilai apakah pemeriksaan ini sesuai dilakukan berdasarkan kondisi pasien, terutama jika terdapat nyeri berat atau dugaan infeksi.
4. Pemeriksaan tambahan jika diperlukan
Pada kondisi tertentu, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan tambahan. Misalnya, fistula ani yang kompleks dapat memerlukan pencitraan untuk mengetahui jalur salurannya. Pemeriksaan lanjutan ditentukan berdasarkan temuan awal dan tidak selalu diperlukan pada setiap pasien.
Apakah Benjolan Anus Bisa Diobati Tanpa Operasi?
Penanganan benjolan anus bergantung pada penyebabnya. Jika keluhan disebabkan oleh ambeien ringan, dokter mungkin menyarankan perubahan pola makan, peningkatan asupan serat, kecukupan cairan, serta pengobatan tertentu.
Namun, tidak semua benjolan dapat ditangani hanya dengan obat atau perawatan di rumah. Abses anus sering memerlukan tindakan untuk mengeluarkan nanah, sedangkan fistula ani umumnya membutuhkan penanganan khusus. Karena itu, pemeriksaan menjadi langkah penting sebelum memilih terapi.
Pasien sebaiknya tidak memencet, menusuk, atau mencoba menghilangkan benjolan sendiri karena dapat menyebabkan perdarahan dan infeksi.
Pemeriksaan Benjolan Anus di ST Wasir Center
ST Wasir Center menyediakan layanan konsultasi untuk keluhan benjolan anus, ambeien, fistula ani, dan masalah lain di sekitar anus. Pemeriksaan dilakukan untuk membantu mengidentifikasi penyebab keluhan dan menentukan pilihan penanganan sesuai kondisi pasien.
Pemeriksaan anus dapat mencakup anoskopi jika diperlukan. Setelah diagnosis diketahui, dokter spesialis bedah akan menjelaskan pilihan penanganan, termasuk apakah keluhan dapat ditangani dengan terapi nonoperatif atau memerlukan tindakan medis.
Dengan mengetahui penyebab benjolan sejak awal, pasien dapat menghindari penanganan yang tidak sesuai dan memperoleh rekomendasi berdasarkan hasil pemeriksaan.
Kapan Benjolan Anus Harus Segera Diperiksa?
Jangan menunda pemeriksaan jika benjolan terus membesar, perdarahan berulang, atau keluhan tidak membaik. Segera cari pertolongan medis jika benjolan disertai nyeri berat, demam, pembengkakan yang cepat, atau keluarnya nanah.
Perdarahan dari anus juga tidak selalu disebabkan oleh ambeien. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya dan menentukan langkah penanganan yang tepat.
Kesimpulan: Pemeriksaan Benjolan Anus Tanpa Operasi
Pemeriksaan benjolan anus tanpa operasi dapat dimulai melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan anoskopi sesuai indikasi. Pemeriksaan ini membantu dokter mengetahui penyebab benjolan sebelum menentukan apakah pasien cukup menjalani perawatan nonoperatif atau membutuhkan tindakan medis.
Jika mengalami benjolan anus yang menetap, nyeri, atau disertai perdarahan, konsultasikan dengan dokter. ST Wasir Center dapat menjadi pilihan untuk memperoleh evaluasi dan informasi mengenai penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.