Mendengar diagnosis ambeien atau wasir sering kali membuat seseorang langsung membayangkan harus menjalani operasi. Padahal, pengobatan wasir tidak operasi dapat menjadi pilihan pada sebagian pasien, tergantung pada derajat ambeien, gejala yang dialami, dan hasil pemeriksaan oleh dokter spesialis bedah.
Karena setiap kasus berbeda, dokter akan menentukan metode penanganan yang paling sesuai. Oleh sebab itu, penting untuk tidak menunda konsultasi hanya karena takut harus menjalani operasi.
Contents
Apakah Semua Wasir Harus Dioperasi?
Jawabannya adalah tidak.
Tidak semua penderita ambeien memerlukan operasi. Pada beberapa kondisi, dokter dapat mempertimbangkan penanganan nonoperatif atau tindakan minimal invasif sesuai dengan hasil pemeriksaan.
Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dokter antara lain:
- Derajat atau tingkat keparahan ambeien.
- Frekuensi BAB berdarah.
- Ukuran benjolan.
- Apakah benjolan dapat masuk kembali ke dalam anus.
- Dampak keluhan terhadap aktivitas sehari-hari.
Pilihan Pengobatan Wasir Tanpa Operasi
1. Perubahan Pola Hidup
Pada keluhan yang masih ringan, dokter biasanya menganjurkan perubahan gaya hidup untuk membantu mengurangi gejala, seperti:
- Mengonsumsi makanan tinggi serat.
- Minum air putih yang cukup.
- Tidak menunda buang air besar.
- Menghindari mengejan terlalu kuat.
- Mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama.
Perubahan ini juga berperan dalam membantu mengurangi risiko kekambuhan.
2. Terapi Sesuai Anjuran Dokter
Dokter dapat memberikan terapi yang disesuaikan dengan kondisi pasien untuk membantu meredakan keluhan. Jenis terapi akan ditentukan setelah dilakukan pemeriksaan.
3. Pengobatan Wasir Tidak Operasi: Tindakan Minimal Invasif
Apabila diperlukan, dokter dapat mempertimbangkan tindakan tanpa operasi konvensional.
Di ST Wasir Center (STWC), salah satu metode yang tersedia adalah Well-C (ligasi nilon), yaitu teknik pengikatan jaringan ambeien menggunakan benang nilon pada pasien yang memenuhi indikasi medis.
Selain Well-C, STWC juga menyediakan teknologi:
- Radiofrekuensi.
- Ultrasonik.
Metode yang digunakan akan dipilih berdasarkan kondisi masing-masing pasien, sehingga tidak semua pasien menjalani tindakan yang sama.
Kapan Harus Berkonsultasi?
Segera lakukan pemeriksaan apabila Anda mengalami:
- BAB berdarah yang berulang.
- Benjolan di anus yang semakin membesar.
- Nyeri saat duduk atau buang air besar.
- Benjolan yang sulit masuk kembali.
- Keluhan yang tidak membaik setelah melakukan perubahan pola hidup.
Semakin cepat dilakukan pemeriksaan, semakin besar peluang dokter menentukan penanganan yang sesuai sejak dini.
Penanganan Ambeien di ST Wasir Center
Sebagai Pusat Proktologi Indonesia, ST Wasir Center menyediakan layanan konsultasi dan penanganan ambeien oleh dokter spesialis bedah.
Selain ambeien, ST Wasir Center juga menangani:
- Fisura ani menggunakan radiofrekuensi atau laser.
- Fistula ani dengan teknologi FILAC (Fistula Laser Closure).
- Abses perianal.
- Lipoma.
Seluruh metode dipilih berdasarkan hasil pemeriksaan sehingga sesuai dengan kebutuhan setiap pasien.
Mengapa Tidak Boleh Mengobati Sendiri?
Meskipun gejala seperti BAB berdarah atau benjolan di anus sering dikaitkan dengan ambeien, keluhan tersebut juga dapat disebabkan oleh penyakit lain, seperti fisura ani atau fistula ani.
Karena itu, pemeriksaan oleh dokter penting untuk memastikan penyebab keluhan dan menghindari penanganan yang tidak tepat.
Kesimpulan: Pengobatan Wasir Tidak Operasi
Pengobatan wasir tidak operasi dapat menjadi pilihan pada sebagian pasien, tergantung pada derajat ambeien dan hasil pemeriksaan dokter. Tidak semua penderita ambeien memerlukan operasi, karena tersedia berbagai pilihan penanganan, mulai dari perubahan pola hidup, terapi sesuai anjuran dokter, hingga tindakan minimal invasif seperti Well-C, sesuai indikasi medis.
Apabila Anda mengalami BAB berdarah, benjolan di anus, atau keluhan ambeien yang tidak kunjung membaik, segera lakukan konsultasi di ST Wasir Center. Dengan dukungan dokter spesialis bedah serta teknologi Well-C, radiofrekuensi, dan ultrasonik, dokter akan membantu menentukan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.