74 views
Penyakit Anorektal adalah: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Penyakit Anorektal adalah suatu kondisi medis yang melibatkan gangguan pada saluran pencernaan bagian bawah, terutama pada daerah anus dan rektum. Kondisi ini dapat mencakup berbagai gangguan seperti wasir, fisura anus, abses, fistula, dan kanker anus. Penyakit Anorektal dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang dan memerlukan penanganan yang tepat. Ketahui lebih lanjut seputar  penyebab, gejala, serta cara mengobati penyakit anorektal pada artikel di bawah ini.

Macam-macam Penyakit Anorektal

Ada beberapa macam penyakit anorektal yang dapat terjadi. Berikut adalah beberapa contoh penyakit anorektal yang umum:

Wasir (hemoroid)

Penyakit wasir adalah pembengkakan pembuluh darah di dalam atau di sekitar anus dan rektum. Wasir internal terletak di dalam rektum, sedangkan wasir eksternal terjadi di luar anus. Wasir dapat menyebabkan nyeri, gatal, perdarahan saat buang air besar, serta sensasi benjolan atau tonjolan di sekitar anus.

Fisura ani

Penyakit fisura anus adalah luka atau robekan pada dinding anus. Fisura anus biasanya terjadi karena tekanan berlebihan saat buang air besar. Gejalanya meliputi nyeri saat buang air besar, perdarahan kecil pada kertas toilet, dan ketidaknyamanan pada daerah anus.

Abses anorektal

Penyakit abses anorektal adalah kantung berisi nanah yang terbentuk di sekitar anus atau rektum akibat infeksi bakteri. Abses anorektal biasanya terasa nyeri, meradang, dan bengkak. Gejala lainnya termasuk demam, rasa tidak nyaman saat duduk, dan perasaan umum yang buruk.

Baca Juga:  Komplikasi Fistula Ani: Ketahui Risiko dan Pencegahannya

Fistula anorektal

Penyakit fistula anorektal adalah saluran abnormal yang terbentuk antara saluran anus atau rektum dan kulit sekitarnya. Fistula ini biasanya merupakan komplikasi dari abses anorektal yang tidak diobati. Gejala yang mungkin timbul meliputi nyeri, peradangan, keluarnya nanah atau cairan dari lubang kecil di sekitar anus, dan kemerahan pada kulit di sekitar anus.

Kanker anus

Kanker anus adalah jenis kanker yang berkembang di dalam atau di sekitar anus. Faktor risiko meliputi infeksi virus HPV, riwayat penyakit menular seksual, merokok, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Gejala kanker anus dapat termasuk perdarahan rektal, rasa sakit atau ketidaknyamanan di daerah anus, perubahan pola buang air besar, penurunan berat badan yang tidak dijelaskan, dan gatal-gatal di sekitar anus.

Penyebab Penyakit Anorektal

Penyakit anorektal dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut adalah beberapa penyebab umum penyakit anorektal:

Kebiasaan Buang Air Besar yang Buruk

Kebiasaan buang air besar yang tidak teratur atau menekan terlalu keras saat buang air besar dapat menyebabkan peningkatan tekanan pada saluran pencernaan bagian bawah. Hal ini dapat memicu munculnya wasir atau fisura anus.

Gaya Hidup yang Tidak Sehat

Kebiasaan hidup yang tidak sehat seperti kurangnya serat dalam makanan, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan duduk terlalu lama dapat menyebabkan sembelit. Sembelit kronis dapat menjadi faktor risiko untuk terjadinya wasir dan fisura anus.

Faktor Genetik

Beberapa kondisi anorektal, seperti kanker anus, dapat memiliki faktor genetik yang berperan. Jika ada riwayat keluarga yang menderita penyakit anorektal, risiko seseorang untuk mengembangkan kondisi serupa juga dapat meningkat.

Infeksi

Infeksi pada daerah anus atau rektum seperti abses atau fistula dapat terjadi akibat adanya infeksi bakteri atau penyakit menular seksual seperti gonore.

Baca Juga:  Tuntaskan Wasir dengan Obat Wasir di Apotik Sesuai Resep Dokter

Gejala Penyakit Anorektal

Gejala penyakit anorektal dapat bervariasi tergantung pada jenis kondisi yang terjadi. Berikut adalah beberapa gejala umum yang terkait dengan penyakit anorektal:

Nyeri atau Sensasi Tidak Nyaman

Terjadinya nyeri di daerah anus atau rektum dapat menjadi gejala umum penyakit anorektal. Nyeri ini dapat terjadi saat duduk, buang air besar, atau bahkan secara terus-menerus.

Perdarahan

Perdarahan saat buang air besar atau adanya darah pada feses dapat menjadi tanda adanya gangguan anorektal seperti wasir atau kanker anus.

Gatal atau Rasa Terbakar

Sensasi gatal atau rasa terbakar di sekitar anus dapat terjadi akibat adanya infeksi atau iritasi pada daerah tersebut.

Prolaps Rektum

Prolaps rektum adalah kondisi ketika bagian dalam rektum meluncur keluar melalui anus. Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan kesulitan buang air besar.

Cara Mengobati Penyakit Anorektal

Meskipun penyakit ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan dalam kehidupan sehari-hari, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengobati penyakit anorektal. 

Perubahan Gaya Hidup

Mengadopsi gaya hidup sehat seperti mengonsumsi makanan tinggi serat, minum banyak air, dan melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat membantu mencegah atau mengurangi gejala penyakit anorektal.

Menggunakan Obat Topikal

Untuk mengatasi gejala seperti nyeri, gatal, atau inflamasi pada penyakit anorektal, dokter dapat meresepkan obat topikal seperti krim atau salep yang mengandung zat anti inflamasi atau anestesi lokal. Obat-obatan ini dapat membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kenyamanan.

Sitz Bath

Sitz bath adalah teknik perawatan yang melibatkan merendam area panggul dalam air hangat selama beberapa menit. Hal ini dapat membantu mengurangi nyeri, peradangan, dan ketidaknyamanan pada daerah anus dan rektum.

Penggunaan Obat Laksatif

Jika sembelit merupakan faktor yang memicu penyakit anorektal, dokter mungkin akan merekomendasikan penggunaan obat laksatif untuk membantu melancarkan buang air besar. Namun, penggunaan obat laksatif harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai petunjuk dokter.

Baca Juga:  Menjaga Sistem Imun untuk Mempercepat Penyembuhan Fistula Ani

Skleroterapi atau Ligasi

Untuk kasus wasir yang lebih parah, dokter dapat melakukan prosedur skleroterapi atau ligasi. Skleroterapi melibatkan injeksi zat sklerosan ke dalam wasir untuk menyebabkan penyusutan dan penghilangan. Ligasi adalah prosedur di mana dokter mengikat atau mengikatkan wasir dengan bantuan alat khusus untuk memutus pasokan darah, sehingga wasir tersebut akan mengering dan menghilang.

Pembedahan atau Operasi Minimal Invasif

Jika kondisi anorektal lebih serius, seperti wasir grade 3 & 4, fistula yang kompleks atau kanker anus, pembedahan mungkin diperlukan. Pembedahan dapat melibatkan pengangkatan jaringan yang terkena atau pemulihan saluran pencernaan yang rusak.

Namun, tidak perlu merasa takut terhadap operasi karena saat ini telah ada kemajuan dalam teknologi peralatan medis yang memungkinkan operasi dilakukan dengan cara minimal invasif. Teknologi seperti ultrasonik, radiofrekuensi, dan ligating band telah digunakan dalam pengobatan penyakit anorektal di ST Wasir Center. Melalui metode ini, operasi dapat dilakukan dengan lebih sedikit trauma dan masa pemulihan yang lebih cepat.

ST Wasir Center menawarkan pelayanan wasir dan penyakit anorektal lainnya dengan dilayani langsung oleh dokter profesional yang memiliki pengalaman dalam penanganan penyakit anorektal. Segera konsultasikan diri Anda ke Klinik ST Wasir center atau chat disini.

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *