Wasir atau hemoroid merupakan kondisi ketika pembuluh darah di sekitar anus dan rektum mengalami pembengkakan. Keluhan yang muncul dapat berupa benjolan di sekitar anus, perdarahan saat buang air besar (BAB), rasa gatal, hingga nyeri ketika duduk. Pada sebagian orang, gejala wasir dapat membaik setelah melakukan perubahan pola hidup dan perawatan mandiri. Namun, ada juga kondisi ketika keluhan terus berulang atau tidak kunjung membaik meskipun sudah mencoba berbagai cara. Penyebab wasir sulit sembuh bisa berkaitan dengan tingkat keparahan hemoroid, kebiasaan sehari-hari, hingga penanganan yang belum sesuai dengan kondisi pasien. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor yang memengaruhinya agar pengobatan dapat dilakukan secara tepat.
Mengapa Wasir Bisa Sulit Sembuh?
Wasir tidak selalu dapat membaik hanya dengan mengandalkan obat atau perawatan mandiri. Pada kondisi tertentu, pembengkakan pembuluh darah sudah cukup besar atau jaringan hemoroid mengalami prolaps sehingga membutuhkan evaluasi medis lebih lanjut.
Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan wasir sulit sembuh.
1. Derajat Hemoroid Sudah Tinggi: Penyebab Wasir Sulit Sembuh
Salah satu penyebab wasir sulit sembuh adalah tingkat keparahan hemoroid yang sudah cukup tinggi.
Pada hemoroid internal, terdapat empat derajat berdasarkan kondisi prolaps jaringan:
- Derajat 1: Pembengkakan berada di dalam saluran anus dan belum keluar.
- Derajat 2: Jaringan hemoroid keluar saat BAB, tetapi dapat masuk kembali secara spontan.
- Derajat 3: Jaringan hemoroid keluar dan perlu didorong menggunakan tangan agar masuk kembali.
- Derajat 4: Jaringan hemoroid keluar dan tidak dapat dimasukkan kembali.
Pada derajat yang lebih tinggi, keluhan dapat lebih menetap dan memerlukan tindakan medis. Penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi jaringan serta gejala yang dialami pasien.
2. Kebiasaan Mengejan Saat BAB
Mengejan terlalu kuat ketika BAB dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, keluhan wasir dapat semakin berat atau mudah kambuh.
Kondisi tersebut sering berkaitan dengan sembelit atau feses yang keras. Untuk menguranginya, penting menjaga asupan serat, mencukupi kebutuhan cairan, dan tidak menunda keinginan BAB.
3. Terlalu Lama Duduk di Toilet: Penyebab Wasir Sulit Sembuh
Kebiasaan duduk terlalu lama di toilet, terutama sambil menggunakan ponsel, dapat meningkatkan tekanan pada area anus.
Apabila dilakukan berulang kali, kebiasaan ini dapat memperburuk keluhan pada orang yang sudah mengalami wasir.
Sebaiknya hindari berlama-lama di toilet dan usahakan BAB tanpa mengejan berlebihan.
4. Asupan Serat Belum Tercukupi
Kurangnya konsumsi serat dapat membuat feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Akibatnya, seseorang cenderung mengejan lebih kuat ketika BAB.
Serat membantu menjaga konsistensi feses agar lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Beberapa sumber serat yang dapat dikonsumsi antara lain sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.
Perubahan pola makan perlu dilakukan secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi.
5. Penanganan Tidak Sesuai Dengan Kondisi Wasir: Penyebab Wasir Sulit Sembuh
Setiap pasien memiliki kondisi hemoroid yang berbeda. Wasir ringan mungkin dapat ditangani dengan perubahan pola hidup dan obat-obatan tertentu, sedangkan hemoroid yang mengalami prolaps atau menimbulkan perdarahan berulang mungkin membutuhkan tindakan medis.
Penggunaan obat tanpa mengetahui penyebab keluhan juga berisiko membuat penanganan tidak efektif. Obat tertentu dapat membantu meredakan gejala, tetapi tidak selalu menghilangkan jaringan hemoroid yang sudah membesar.
Karena itu, pemeriksaan dokter diperlukan untuk menentukan pendekatan yang sesuai.
6. Kebiasaan yang Memicu Wasir Terus Kambuh
Meskipun gejala sudah membaik, wasir tetap dapat kambuh apabila faktor pemicunya tidak dikendalikan.
Beberapa kebiasaan yang perlu diperhatikan meliputi:
- Kurang mengonsumsi makanan berserat.
- Jarang minum air putih.
- Sering menahan BAB.
- Mengejan terlalu kuat.
- Kurang melakukan aktivitas fisik.
- Terlalu lama duduk tanpa jeda bergerak.
Menjaga kebiasaan BAB yang sehat merupakan bagian penting dari perawatan jangka panjang.
Bagaimana Cara Mengatasi Wasir yang Sulit Sembuh?
Penanganan wasir perlu disesuaikan dengan derajat hemoroid dan kondisi pasien. Pada kasus ringan, dokter dapat menyarankan peningkatan konsumsi serat, asupan cairan yang cukup, aktivitas fisik, serta obat untuk membantu meredakan gejala.
Apabila keluhan menetap, sering kambuh, atau jaringan hemoroid sudah mengalami prolaps, dokter dapat mempertimbangkan tindakan medis.
Di ST Wasir Center, tersedia beberapa pilihan teknologi untuk penanganan hemoroid, yaitu:
1. Well-C
Metode pengikatan jaringan hemoroid menggunakan benang nilon. Jaringan yang diikat akan terlepas secara bertahap.
2. Radiofrekuensi
Menggunakan gelombang radio untuk membantu menangani jaringan hemoroid.
3. Ultrasonik
Memanfaatkan getaran untuk memotong jaringan hemoroid tanpa menggunakan pisau bedah.
4. Laser
Menggunakan teknologi laser untuk penanganan hemoroid. Layanan laser ST Wasir Center tersedia di cabang Jakarta.
Pemilihan metode tidak bisa disamakan untuk semua pasien. Dokter spesialis bedah perlu melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum merekomendasikan tindakan.
Kapan Harus Memeriksakan Wasir ke Dokter?
Jika benjolan anus semakin besar, perdarahan terus berulang, atau nyeri tidak kunjung membaik, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Pemeriksaan juga penting apabila keluhan muncul kembali meskipun sudah menggunakan obat atau melakukan perawatan mandiri. Perlu diingat bahwa perdarahan dari anus tidak selalu disebabkan oleh wasir sehingga penyebab lainnya perlu disingkirkan.
ST Wasir Center menyediakan pemeriksaan menggunakan anuscopy untuk membantu mengevaluasi kondisi saluran anus. Melalui pemeriksaan tersebut, dokter dapat menilai keberadaan hemoroid internal dan menentukan langkah penanganan berikutnya.
Kesimpulan
Penyebab wasir sulit sembuh dapat berkaitan dengan derajat hemoroid yang tinggi, kebiasaan mengejan, sembelit, kurangnya asupan serat, serta penanganan yang belum sesuai.
Perubahan pola hidup dapat membantu mengurangi faktor pemicu, tetapi tidak semua kondisi wasir dapat ditangani dengan cara yang sama. Jika gejala menetap atau sering kambuh, pemeriksaan oleh dokter spesialis bedah diperlukan untuk menentukan penanganan yang tepat.