Sembelit merupakan salah satu masalah pencernaan yang cukup sering dialami. Ketika buang air besar menjadi sulit atau feses terasa keras, banyak orang bertanya, sembelit menyebabkan ambeien apakah benar?
Jawabannya, sembelit dapat meningkatkan risiko terjadinya ambeien, tetapi bukan satu-satunya penyebab. Sembelit sering membuat seseorang harus mengejan lebih kuat saat BAB. Tekanan yang terjadi berulang kali pada pembuluh darah di area anus inilah yang dapat memicu munculnya ambeien.
Contents
Apa itu Ambeien?
Ambeien atau wasir adalah pembengkakan pembuluh darah di area anus atau rektum bagian bawah.
Beberapa gejala yang sering ditemukan antara lain:
- BAB berdarah
- Benjolan di anus
- Rasa mengganjal setelah BAB
- Gatal pada area anus
- Ketidaknyamanan saat duduk
Keluhan dapat berbeda-beda tergantung kondisi masing-masing pasien.
Kenapa Sembelit Menyebabkan Ambeien?
Saat mengalami sembelit, feses menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan.
Akibatnya, seseorang cenderung:
- Mengejan lebih kuat
- Mengejan lebih lama
- Memberikan tekanan berulang pada pembuluh darah di area anus
Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, risiko terjadinya pembengkakan pembuluh darah di area anus dapat meningkat.
Penyebab Sembelit
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan sembelit antara lain:
Kurang Konsumsi Serat
Pola makan yang rendah serat membuat feses lebih keras dan sulit dikeluarkan.
Kurang Minum Air Putih
Asupan cairan yang kurang dapat memengaruhi tekstur feses.
Sering Menahan BAB
Menunda keinginan buang air besar dapat membuat feses semakin keras.
Kurang Aktivitas Fisik
Gaya hidup yang kurang aktif dapat memengaruhi pergerakan usus.
Cara Membantu Mengurangi Risiko Ambeien akibat Sembelit
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Perbanyak Konsumsi Serat
Konsumsi sayuran, buah-buahan, dan sumber serat lainnya dapat membantu melancarkan BAB.
Minum Air Putih yang Cukup
Cairan membantu menjaga feses tetap lebih lunak.
Jangan Menahan BAB
Segera buang air besar ketika muncul keinginan BAB.
Hindari Mengejan Berlebihan
Usahakan tidak mengejan terlalu kuat atau terlalu lama saat BAB.
Tetap Aktif Bergerak
Aktivitas fisik membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami:
- BAB berdarah
- Benjolan di anus
- Nyeri saat BAB
- Rasa mengganjal setelah BAB
- Sembelit yang berlangsung lama atau sering berulang
- Keluhan yang tidak kunjung membaik
Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.
ST Wasir Center untuk Penanganan Ambeien
Jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada ambeien, ST Wasir Center dapat menjadi tempat untuk berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan.
Sebagai pusat proktologi Indonesia, ST Wasir Center menangani berbagai gangguan anorektal, seperti:
- Ambeien
- Fistula ani
- Fisura ani
- Abses perianal
- Lipoma
Di STWC Pusat Jakarta Barat, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di bidang proktologi, termasuk dr. Tony Sukentro, Sp.B dan dr. Tony Yulianto, Sp.B
Teknologi Penanganan Ambeien di STWC
Penanganan ambeien di ST Wasir Center dilakukan sesuai hasil pemeriksaan dokter menggunakan teknologi modern, yaitu:
- Well-C (ligasi nilon)
- Radiofrekuensi
- Ultrasonik
- Laser
Metode penanganan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
Kesimpulan: Apakah Sembelit Menyebabkan Ambeien?
Sembelit menyebabkan ambeien bukan secara langsung, tetapi sembelit dapat meningkatkan risiko terjadinya ambeien karena membuat seseorang lebih sering mengejan saat buang air besar. Oleh karena itu, menjaga pola makan tinggi serat, minum air putih yang cukup, dan tidak menahan BAB merupakan langkah penting untuk membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.
Jika Anda mengalami BAB berdarah, benjolan di anus, atau keluhan ambeien yang tidak kunjung membaik, segera lakukan pemeriksaan di ST Wasir Center, pusat proktologi Indonesia. Dengan dukungan dokter berpengalaman serta teknologi modern seperti well-C, radiofrekuensi, dan ultrasonik, penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi setiap pasien.