Wasir keluar saat mengejan merupakan keluhan yang cukup sering terjadi, terutama ketika seseorang mengalami ambeien internal. Benjolan dapat muncul ketika tekanan di dalam perut meningkat saat mengejan, misalnya ketika BAB dengan feses yang keras.
Pada sebagian orang, benjolan dapat kembali masuk setelah selesai BAB. Namun, jika benjolan semakin sering keluar, membutuhkan bantuan tangan untuk dimasukkan kembali, atau tidak dapat masuk kembali, kondisi tersebut perlu diperiksa oleh dokter.
Kenapa Wasir Bisa Keluar Saat Mengejan?
Mengejan dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah dan jaringan di sekitar anus. Jika jaringan ambeien sudah mengalami pembengkakan atau prolaps, tekanan tersebut dapat membuatnya terdorong keluar melalui anus.
Kondisi ini lebih mudah terjadi ketika seseorang mengalami konstipasi atau harus mengejan kuat untuk mengeluarkan feses.
Semakin sering kebiasaan mengejan dilakukan, semakin besar tekanan yang diterima area anus.
Apakah Wasir Keluar Saat Mengejan Berbahaya?
Wasir yang keluar saat mengejan tidak selalu berarti kondisi yang berbahaya. Namun, frekuensi dan kondisi benjolan perlu diperhatikan.
Jika benjolan dapat masuk kembali dengan sendirinya setelah BAB, kondisi tersebut dapat berbeda dengan benjolan yang harus didorong menggunakan tangan atau yang menetap di luar anus.
Perdarahan, nyeri, atau perubahan pada benjolan juga menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan.
Apakah Wasir Bisa Masuk Kembali Dengan Sendirinya?
Hal tersebut bergantung pada tingkat keparahan ambeien.
Pada ambeien internal stadium tertentu, benjolan dapat keluar saat BAB atau mengejan kemudian masuk kembali secara spontan setelah tekanan berkurang.
Pada stadium yang lebih lanjut, benjolan mungkin perlu didorong menggunakan tangan agar masuk kembali. Sementara itu, pada stadium 4, jaringan ambeien sudah keluar dan tidak dapat dimasukkan kembali.
Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui stadium dan kondisi jaringan secara lebih akurat.
Bagaimana Agar Wasir Tidak Keluar Saat BAB?
Salah satu hal penting adalah menghindari kebiasaan mengejan. Beberapa langkah yang dapat membantu menjaga BAB tetap lancar antara lain:
- Konsumsi makanan yang mengandung serat.
- Cukupi kebutuhan cairan.
- Jangan menahan keinginan untuk BAB.
- Hindari duduk terlalu lama di toilet.
- Lakukan aktivitas fisik secara rutin sesuai kondisi tubuh.
- Usahakan feses tidak terlalu keras.
Kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi tekanan berlebih saat BAB, meskipun tidak menggantikan pemeriksaan jika benjolan sudah sering mengalami prolaps.
Kapan Wasir yang Keluar Perlu Diperiksa?
Pemeriksaan dokter sebaiknya dilakukan apabila benjolan semakin sering keluar atau mulai mengganggu aktivitas.
Terlebih jika benjolan disertai:
- Perdarahan berulang.
- Nyeri atau rasa tidak nyaman.
- Benjolan yang semakin besar.
- Benjolan harus didorong kembali dengan tangan.
- Benjolan tidak dapat masuk kembali.
- Keluar cairan atau keluhan lain dari anus.
Pemeriksaan membantu menentukan tingkat keparahan sekaligus memastikan bahwa benjolan memang disebabkan oleh ambeien.
Apakah Wasir yang Keluar Saat Mengejan Harus Dioperasi?
Tidak semua kasus langsung membutuhkan operasi. Penanganan bergantung pada stadium, kondisi jaringan, serta keluhan yang dialami.
Jika diperlukan tindakan, dokter dapat mempertimbangkan berbagai metode sesuai kondisi pasien. Beberapa pilihan modern untuk penanganan ambeien antara lain radiofrekuensi, ultrasonic, Well-C, dan laser.
Pemilihan metode tidak hanya berdasarkan stadium, tetapi juga hasil pemeriksaan dan kondisi jaringan ambeien.
Penanganan Wasir Keluar Saat Mengejan di ST Wasir Center
ST Wasir Center menyediakan beberapa pilihan metode untuk penanganan ambeien, termasuk radiofrekuensi, ultrasonic, Well-C, dan laser. Tindakan di ST Wasir Center dilakukan dengan metode tanpa jahitan.
Jika wasir keluar saat mengejan, terutama jika terjadi berulang atau benjolan semakin sulit masuk kembali, konsultasi dengan dokter spesialis bedah dapat membantu mengetahui kondisi ambeien dan menentukan pilihan penanganan yang sesuai.
Tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa setiap benjolan membutuhkan operasi. Pemeriksaan terlebih dahulu membantu dokter menentukan tindakan berdasarkan kondisi masing-masing pasien.