29 views
13 Penyebab Ambeien yang Sering Disepelekan!

Ambeien adalah kondisi di mana pembuluh darah di area anus dan rektum menjadi bengkak dan meradang. Meskipun ambeien bisa dialami oleh siapa saja, ada beberapa penyebab yang sering disepelekan dan kurang diketahui banyak orang. Mengetahui penyebab-penyebab ini dapat membantu kita dalam mencegah dan mengelola ambeien dengan lebih baik. Berikut adalah 13 penyebab ambeien yang sering disepelekan:

Faktor genetik

Seseorang dapat memiliki kecenderungan genetik untuk mengembangkan ambeien. Jika anggota keluarga dekat, seperti orang tua atau saudara kandung, memiliki riwayat ambeien, risiko kamu untuk mengalaminya juga bisa lebih tinggi.

Gangguan saluran pencernaan

Gangguan saluran pencernaan, seperti sembelit kronis atau diare kronis, dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus dan rektum. Tekanan yang terus-menerus ini dapat menyebabkan pembengkakan dan peradangan pada pembuluh darah, yang merupakan salah satu penyebab utama ambeien.

Gaya hidup dan pola makan

Gaya hidup yang kurang aktif dan pola makan yang buruk, termasuk rendahnya konsumsi serat dan kekurangan cairan, dapat menyebabkan sembelit. Sembelit berkontribusi pada pengembangan ambeien karena meningkatkan tekanan saat buang air besar.

Kehamilan dan persalinan

Wanita hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan ambeien karena pertambahan berat badan dan tekanan yang meningkat pada pembuluh darah di daerah panggul. Persalinan juga dapat menyebabkan tekanan yang berlebihan pada daerah tersebut dan menyebabkan ambeien.

Baca Juga:  Bahaya Memasukan Wasir ke Anus dengan Jari

Kegiatan fisik yang berat

Beban berlebih pada tubuh akibat angkat berat atau melakukan aktivitas fisik yang berlebihan secara teratur dapat meningkatkan tekanan pada daerah anus dan menyebabkan ambeien.

Usia

Risiko mengembangkan ambeien juga meningkat seiring bertambahnya usia. Struktur dan elastisitas jaringan tubuh berkurang seiring waktu, yang dapat menyebabkan pembuluh darah di daerah anus lebih rentan terhadap pembengkakan.

Penyakit hati

Beberapa penyakit hati, seperti sirosis, dapat menyebabkan tekanan pada pembuluh darah di daerah anus, yang pada gilirannya dapat menyebabkan ambeien.

Penyakit peradangan usus

Beberapa kondisi peradangan usus, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulserativa, dapat menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan. Peradangan ini dapat mempengaruhi pembuluh darah di sekitar anus dan menyebabkan ambeien.

Kegelisahan emosional

Stres, kecemasan, dan tekanan emosional yang kronis dapat mempengaruhi sistem pencernaan dan mengganggu fungsi normal tubuh. Hal ini juga dapat mempengaruhi tekanan pada pembuluh darah di area anus dan menyebabkan ambeien.

Konsumsi alkohol dan merokok

Konsumsi alkohol yang berlebihan dan merokok dapat mempengaruhi sirkulasi darah dalam tubuh. Pada beberapa kasus, hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah di sekitar anus menjadi lebih rentan terhadap pembengkakan dan perkembangan ambeien.

Penggunaan obat-obatan tertentu

Beberapa obat-obatan, terutama obat penghilang rasa sakit yang mengandung opioid, dapat menyebabkan sembelit kronis. Sembelit ini kemudian dapat menyebabkan tekanan tambahan saat buang air besar dan menyebabkan ambeien.

Peningkatan tekanan intra-abdomen

Tekanan intra-abdomen yang meningkat akibat obesitas, batuk kronis, atau sering mengangkat beban berat dapat menyebabkan peningkatan tekanan pada daerah anus. Hal ini dapat mengakibatkan pembuluh darah menjadi bengkak dan berkembang menjadi ambeien.

Peregangan otot saat buang air besar

Mengejan dengan kuat saat buang air besar dapat menyebabkan peregangan berlebih pada pembuluh darah di sekitar anus. Jika dilakukan secara teratur, ini dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi bengkak dan terjadinya ambeien.

Baca Juga:  Apakah Wasir Bisa Sembuh Tanpa Operasi?

Jika wasir kamu semakin parah, segera konsultasikan ke Klinik ST Wasir Center! Selain itu,  ST Wasir Center juga melayani pengobatan gangguan anorektal lainnya seperti fisura, fistula ani, abses perianal dan kondiloma. Yuk konsultasi gratis via chat dengan menghubungi nomor 0878-8756-6315 melalui layanan konsultasi Whatsapp.

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *