25 views
Anus Sakit Saat BAB, Kenali Jenis Penyakit yang Sering Menyerang Anus 

Anus sakit saat BAB – Anus adalah lubang di bagian bawah saluran pencernaan. Bagian ini terdiri atas kulit dan jaringan usus bagian dalam, termasuk kelenjar lendir, pembuluh darah, kelenjar getah bening, dan ujung saraf yang sensitif.

Meski letaknya di bagian belakang, tak terlihat dan hanya digunakan untuk mengeluarkan limbah dari dalam tubuh manusia, nyatanya anus bukanlah organ yang bisa disepelekan. Justru bila terjadi gangguan pada anus, kondisi kesehatan seseorang bisa terancam.

Anus Sakit Saat BAB Dapat Menjadi Pertanda Dari Berbagai Jenis Penyakit, Apa sajakah itu?

1. Anus Sakit Saat BAB Pertanda Wasir

Wasir merupakan penyebab benjolan di anus yang umum terjadi. Ada dua jenis wasir, yaitu wasir dalam dan wasir luar. Gejala dan tanda yang muncul bisa sedikit berbeda, tergantung pada jenis ambeien yang dialami.

Disebut wasir dalam karena benjolan yang muncul berada di dalam anus, tepatnya di liang rektum. Umumnya, wasir dalam tidak menimbulkan keluhan nyeri karena tidak banyak terdapat saraf di liang rektum.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, misalnya kehamilan, kebiasaan mengejan keras saat BAB, sering duduk maupun berdiri terlalu lama, seks anal, obesitas, dan sering mengangkat beban berat.

 2. Anus Sakit Saat BAB Pertanda Fisura ani

Fisura ani atau yang sering disebut dengan fisura anorektal, adalah robekan pada lapisan lubang anus (anoderm). Fisura kebanyakan terjadi karena tinja yang keras dan menyebabkan luka pada anus ketika Anda buang air besar.

Baca Juga:  Manfaat Senam Kegel Cegah Wasir

Terkadang, fisura ani juga bisa muncul karena diare yang berkepanjangan, penyakit usus inflamasi atau penyakit menular seksual yang melibatkan daerah anorektal. Fisura ani biasanya berupa luka ringan, tetapi dapat berkembang menjadi kronis jika robekannya semakin panjang hingga mengekspos permukaan otot yang mendasarinya.

3. Abses anus

Abses anus adalah bengkak menyakitkan di dekat anus yang dapat berisi nanah. Kebanyakan abses anus tidak berhubungan dengan masalah kesehatan lainnya dan muncul secara spontan dengan penyebab yang tidak jelas.

Abses ini terbentuk dari kelenjar anal kecil, yang membesar dan menyebabkan infeksi di bawah kulit. Hal ini seringkali terjadi pada orang dewasa yang berusia antara 20 hingga 40 tahun dan lebih banyak terjadi pada pria dibanding wanita. Kebanyakan abses anus terletak dekat dengan pembukaan anus, dekat dengan usus yang dekat dengan anus, atau pinggul.

4. Fistula ani

Penyakit Fistula ani terbentuk karena sisa abses anus yang telah kering dan menimbulkan semacam terowongan yang sempit. Fistula ini menghubungkan bagian tengah dari lubang anus dengan permukaan kulit. Kadang-kadang pembukaan fistula pada permukaan kulit terus-menerus mengeluarkan nanah atau cairan berdarah. Dalam kasus lain, fistula dapat menutup sementara dan menyebabkan kekambuhan abses anus.

5. Perianal hematoma

Perianatal hematoma ditandai dengan benjolan kecil berwarna keunguan atau hitam di bagian luar anus. Kondisi ini disebabkam oleh pecahnya pembuluh darah di anus, yang biasanya terjadi karena mengejan saat BAB atau mengangkat beban berat.

Benjolan di anus yang disebabkan perianal hematoma bisa berukuran hingga sebesar bola bisbol dan terasa nyeri serta bengkak di sekitar anus.

6. Kutil anus

Kondisi ini disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV). Pada banyak kasus, kutil anus tidak menimbulkan keluhan atau nyeri, terutama jika ukurannya kecil.

Baca Juga:  Hemoroid adalah Pembengkakan Pembuluh Darah di Area Anus

Oleh karena itu, penderitanya sering kali tidak menyadari bahwa ada benjolan di anus. Jika ukurannya besar, kutil anus dapat menimbulkan gatal dan mengeluarkan lendir atau darah.

7. Abses anus

Abses anus adalah kondisi menyakitkan saat terdapat sekumpulan bisul atau benjolan berisi nanah di anus. Kondisi ini bisa disebabkan oleh lecet pada anus yang mengalami infeksi, infeksi menular seksual, dan penyumbatan pada kelenjar di anus.

Jenis abses yang paling umum terjadi adalah abses perianal. Ciri-cirinya adalah benjolan yang berwarna merah dan terasa hangat saat disentuh.

8. Sembelit

Penyakit Sembelit atau kesulitan buang air besar akibat tinja yang keras dan kering dapat membuat area anus terasa bengkak, sehingga memberi kesan bahwa ada benjolan di anus. Sembelit umumnya disebabkan oleh pola makan rendah serat dan kekurangan cairan.

9. Moluskum kontagiosum

Penyakit ini adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh virus moluskum kontagiosum. Virus dapat menyebar ke anus melalui kontak seksual, bersentuhan dengan kulit yang terinfeksi, atau berbagi seprai maupun handuk dengan penderita.

Gejalanya berupa benjolan kecil berwarna merah muda atau putih dengan lubang atau cekungan kecil di tengahnya. Meski tidak berbahaya dan terkadang tidak menimbulkan gejala, benjolan di anus akibat penyakit ini bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk hilang.

10.  Kanker anus

Kanker anus terjadi ketika sel-sel abnormal yang bersifat ganas terbentuk di jaringan anus. Kebanyakan kanker anus disebabkan oleh infeksi HPV. Namun, kanker ini juga dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti kebiasaan merokok, bergonta-ganti pasangan, melakukan seks anal, menderita penyakit gangguan imun seperti HIV, atau pernah menderita kanker di area vagina. Selain terdapat benjolan di anus, gejala lain dari kanker anus adalah pendarahan dari anus, nyeri, gatal, dan perubahan pola BAB.

Baca Juga:  Operasi Wasir Ternyata Tidak Menakutkan!

Jika anda merasakan gejala penyakit seperti di atas, segera lakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui diagnosa penyakit yang anda derita. Konsultasikan kesehatan anda di Klinik Utama Bedah ST Wasir Center, di tangani oleh dokter spesialis bedah yang sudah berpengalaman di bidang penyakit anorektal (anus).

5/5 - (1 vote)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *