Buang air besar seharusnya menjadi proses yang normal dan nyaman. Namun, jika setiap BAB terasa sangat sakit seperti disayat kaca, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Sensasi nyeri yang tajam, perih, bahkan seperti terbakar sering kali membuat seseorang takut untuk pergi ke toilet. Akibatnya, banyak orang memilih menahan BAB, padahal kebiasaan ini justru dapat memperburuk masalah.
Contents
Penyebab Utama BAB Sakit Seperti Disayat Kaca
Keluhan BAB terasa seperti disayat kaca paling sering disebabkan oleh fisura ani, yaitu robekan kecil pada dinding anus. Luka ini biasanya terjadi akibat:
- Tinja yang keras
- Konstipasi
- Kebiasaan mengejan terlalu kuat
- Diare berkepanjangan
Saat tinja melewati area yang terluka, rasa nyeri dapat muncul secara intens.
Gejala yang Sering Menyertai
Selain nyeri tajam, fisura ani juga sering disertai:
- Perdarahan merah segar
- Rasa panas setelah BAB
- Kejang pada otot anus
- Takut buang air besar
Rasa sakit bahkan dapat bertahan selama beberapa jam setelah BAB selesai.
Jangan Menahan BAB
Menahan buang air besar justru membuat tinja menjadi lebih keras. Akibatnya, BAB berikutnya bisa terasa lebih menyakitkan.
Ibarat menunda mencuci piring, masalahnya tidak hilang—hanya bertambah.
Cara Mengatasi
Pada tahap awal, beberapa langkah berikut dapat membantu:
- Konsumsi makanan tinggi serat
- Minum air putih yang cukup
- Berendam air hangat
- Hindari mengejan berlebihan
Jika keluhan tidak membaik, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.
Penanganan Modern di ST Wasir Center
Di ST Wasir Center, fisura ani ditangani menggunakan teknologi modern seperti radiofrekuensi atau laser. Metode ini membantu mempercepat penyembuhan, mengurangi nyeri, dan memberikan kenyamanan lebih selama masa pemulihan.
Sebagai pusat proktologi di Indonesia, ST Wasir Center menyediakan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi setiap pasien.
Kesimpulan: BAB Nyeri Seperti Disayat Kaca
BAB yang terasa sakit seperti disayat kaca sering kali merupakan tanda fisura ani. Kondisi ini dapat ditangani dengan baik jika mendapatkan terapi yang tepat. Jika keluhan berlangsung terus-menerus, jangan ragu untuk segera berkonsultasi.