BAB terasa mengganjal terus merupakan keluhan ketika seseorang merasa buang air besar belum tuntas, seolah-olah masih ada kotoran yang tertinggal di dalam anus atau rektum. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, membuat seseorang bolak-balik ke toilet, atau memicu keinginan untuk mengejan kembali meskipun sudah selesai BAB.
Keluhan tersebut bisa disebabkan oleh sembelit, gangguan otot dasar panggul, wasir, hingga masalah lain pada saluran pencernaan. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala yang menyertai agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani secara tepat.
Apa Penyebab BAB Terasa Mengganjal Terus?
Sensasi mengganjal setelah buang air besar dapat terjadi karena berbagai kondisi. Berikut beberapa penyebab yang perlu diketahui.
1. Sembelit atau Konstipasi
Sembelit merupakan salah satu penyebab umum BAB terasa tidak tuntas. Ketika tinja terlalu keras atau kering, proses pengeluarannya menjadi lebih sulit. Sebagian tinja juga dapat tertahan di rektum sehingga muncul sensasi masih ingin BAB.
Sembelit dapat dipicu oleh kurangnya konsumsi serat, kurang minum air, aktivitas fisik yang minim, atau kebiasaan menunda buang air besar.
2. Wasir Internal: BAB Terasa Mengganjal Terus
Wasir internal terjadi ketika pembuluh darah di bagian dalam anus atau rektum bawah mengalami pembengkakan. Pada kondisi tertentu, pembengkakan ini dapat menimbulkan sensasi penuh atau mengganjal, terutama jika jaringan wasir mulai menonjol ke arah lubang anus.
Gejala lain yang mungkin menyertai adalah darah merah terang saat BAB, lendir, atau jaringan yang keluar dari anus ketika mengejan. Namun, sensasi mengganjal saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami wasir.
3. Fisura Ani
Fisura ani adalah robekan kecil pada lapisan kulit atau jaringan di sekitar lubang anus. Kondisi ini sering berkaitan dengan keluarnya tinja yang keras atau mengejan berlebihan.
Gejala yang lebih khas adalah nyeri tajam saat BAB dan rasa perih yang dapat bertahan setelahnya. Sebagian pasien juga mengalami perdarahan ringan. Rasa tidak nyaman tersebut terkadang membuat seseorang merasa BAB belum selesai.
4. Fistula Ani Atau Abses Perianal
Fistula ani merupakan saluran abnormal yang menghubungkan bagian dalam anus dengan kulit di sekitarnya. Sementara itu, abses perianal adalah kumpulan nanah akibat infeksi di sekitar anus.
Keduanya dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, nyeri, pembengkakan, atau keluarnya cairan dari area anus. Pada abses, nyeri dan pembengkakan dapat terasa semakin berat. Jika keluhan disertai demam atau nyeri yang meningkat, segera periksakan diri ke dokter.
5. Gangguan Pengosongan Rektum
Sensasi BAB tidak tuntas juga dapat terjadi ketika otot dasar panggul dan otot yang mengatur pengeluaran tinja tidak bekerja secara terkoordinasi. Akibatnya, seseorang merasa sulit mengeluarkan tinja meskipun sudah mengejan.
Kondisi ini memerlukan evaluasi medis, terutama jika keluhan berlangsung lama, sering kambuh, atau disertai kebutuhan untuk mengejan berulang kali.
6. Peradangan Atau Gangguan Pada Rektum: BAB Terasa Mengganjal Terus
Peradangan rektum atau proktitis dapat menimbulkan sensasi terus-menerus ingin BAB meskipun hanya sedikit tinja yang keluar. Keluhan tersebut dapat disertai lendir, darah, diare, atau nyeri pada rektum.
Jika sensasi mengganjal berlangsung terus-menerus, terlebih disertai perubahan pola BAB atau perdarahan, dokter mungkin perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebabnya.
Cara Mengatasi BAB Terasa Mengganjal
Penanganan perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Jika keluhan berkaitan dengan sembelit ringan, beberapa langkah berikut dapat membantu.
1. Perbanyak Konsumsi Serat
Konsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian untuk membantu membentuk tinja yang lebih lunak. Tingkatkan asupan serat secara bertahap agar tidak memicu kembung berlebihan.
2. Cukupi Kebutuhan Cairan
Minum air yang cukup dapat membantu menjaga konsistensi tinja, terutama ketika asupan serat meningkat. Sesuaikan jumlah cairan dengan kondisi kesehatan dan anjuran dokter jika memiliki pembatasan cairan.
3. Hindari Mengejan Terlalu Kuat
Mengejan berlebihan dapat memperburuk wasir dan meningkatkan tekanan pada area anus. Hindari duduk terlalu lama di toilet dan jangan memaksakan BAB ketika belum ada dorongan alami.
4. Lakukan Aktivitas Fisik
Berjalan kaki dan melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat membantu mendukung pergerakan usus. Namun, jika terdapat nyeri berat atau pembengkakan di sekitar anus, konsultasikan aktivitas yang aman kepada dokter.
5. Periksakan Diri Jika Keluhan Berulang
Jika BAB terasa mengganjal terus meskipun pola makan dan kebiasaan BAB sudah diperbaiki, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis. Hindari menggunakan obat pencahar atau obat wasir secara terus-menerus tanpa mengetahui penyebab keluhan.
Pemeriksaan BAB Tidak Tuntas Di ST Wasir Center
Apabila sensasi mengganjal diduga berkaitan dengan wasir atau gangguan di sekitar anus, pemeriksaan dokter spesialis bedah dapat membantu menentukan penyebabnya.
ST Wasir Center menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan berbagai keluhan anorektal, termasuk wasir, fisura ani, fistula ani, dan abses perianal. Pemeriksaan dapat meliputi evaluasi area anus serta anuscopy untuk melihat kondisi saluran anus sesuai indikasi dokter.
Jika ditemukan wasir, dokter akan menilai tingkat keparahan dan mempertimbangkan pilihan penanganan yang sesuai. ST Wasir Center menyediakan beberapa metode penanganan wasir, seperti Well-C, radiofrekuensi, ultrasonik, dan laser yang tersedia di cabang Jakarta. Pemilihan metode bergantung pada hasil pemeriksaan dan kondisi masing-masing pasien.
Perlu diingat, tidak semua keluhan BAB terasa mengganjal disebabkan oleh wasir. Karena itu, diagnosis yang tepat menjadi langkah penting sebelum menentukan terapi.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis jika BAB terasa mengganjal disertai perdarahan berulang, nyeri anus yang berat, demam, keluarnya nanah, atau pembengkakan yang semakin besar. Pemeriksaan juga diperlukan jika terjadi perubahan pola BAB yang menetap, tinja semakin kecil tanpa sebab jelas, berat badan turun tanpa disengaja, atau terdapat riwayat anemia.
Jika tidak bisa BAB maupun buang angin disertai perut membesar, muntah, atau nyeri perut hebat, segera ke unit gawat darurat.
Kesimpulan: BAB Terasa Mengganjal Terus
BAB terasa mengganjal terus dapat disebabkan oleh sembelit, wasir internal, fisura ani, gangguan pengosongan rektum, atau kondisi lain pada saluran pencernaan. Cara mengatasinya bergantung pada penyebab yang mendasari, sehingga keluhan yang menetap atau berulang sebaiknya tidak diabaikan.
Melalui pemeriksaan yang tepat, dokter dapat membantu mengidentifikasi penyebab BAB tidak tuntas dan menentukan langkah penanganan yang sesuai. Jika keluhan berkaitan dengan wasir atau gangguan di sekitar anus, ST Wasir Center dapat menjadi salah satu pilihan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah.