Feses Susah Keluar Meski Sudah Ingin BAB

Keinginan untuk buang air besar sudah terasa, tetapi feses justru susah keluar. Kondisi ini sering membuat seseorang harus duduk lama di toilet dan mengejan berulang kali. Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, masalah ini juga dapat memicu gangguan pada area anus jika terjadi terus-menerus.

Penyebab Feses Sulit Keluar

Penyebab paling umum adalah konstipasi atau sembelit. Saat tinja terlalu keras dan kering, proses pengeluarannya menjadi lebih sulit.

Beberapa faktor yang sering memicu kondisi ini antara lain:

  • Kurang konsumsi serat
  • Kurang minum air putih
  • Jarang berolahraga
  • Kebiasaan menahan BAB
  • Efek samping obat tertentu

Semakin lama tinja berada di usus, semakin banyak air yang diserap kembali, sehingga tinja menjadi lebih keras.

Dampak Jika Sering Terjadi

Mengejan berulang kali untuk mengeluarkan feses dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di area anus. Akibatnya, risiko ambeien menjadi lebih tinggi.

Selain itu, tinja yang keras juga dapat menyebabkan fisura ani atau luka pada anus.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Segera konsultasikan jika keluhan disertai:

  • BAB kurang dari tiga kali seminggu
  • Nyeri saat BAB
  • Perdarahan
  • Benjolan di anus
  • Perut terasa kembung atau penuh

Gejala-gejala ini dapat menandakan perlunya evaluasi lebih lanjut.

Cara Membantu Melancarkan BAB

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan meliputi:

  • Konsumsi makanan tinggi serat
  • Minum air putih yang cukup
  • Rutin bergerak atau berolahraga
  • Jangan menunda keinginan BAB

Usus juga butuh rutinitas—meski tidak bisa diajak rapat.

Penanganan di ST Wasir Center

Jika feses yang sulit keluar sudah menyebabkan ambeien atau keluhan pada area anus, ST Wasir Center menyediakan penanganan modern sebagai pusat proktologi di Indonesia.

Ambeien ditangani dengan metode tanpa jahitan seperti laser, radiofrekuensi, ultrasonik, dan Well-C (ligasi nilon).

Kesimpulan: Feses Susah Keluar

Feses yang sulit keluar biasanya berkaitan dengan konstipasi. Kondisi ini sebaiknya tidak dibiarkan, karena dapat meningkatkan risiko ambeien dan fisura ani. Jika keluhan berlangsung lama atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis adalah langkah yang tepat.

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *