Fistula ani adalah saluran abnormal yang terbentuk antara bagian dalam anus atau rektum dengan kulit di sekitar anus. Kondisi ini sering kali muncul setelah abses anus mengalami infeksi dan kemudian membentuk saluran. Pertanyaannya, apakah fistula ani berbahaya jika dibiarkan?
Fistula ani sebaiknya tidak dibiarkan tanpa pemeriksaan dan penanganan dokter. Penyakit ini umumnya tidak sembuh dengan sendirinya karena saluran abnormal tersebut sudah terbentuk.
Fistula Ani Apakah Berbahaya Jika Dibiarkan?
Beberapa masalah yang dapat muncul antara lain:
1. Keluar nanah atau cairan berulang
Fistula dapat menyebabkan lubang kecil di sekitar anus yang mengeluarkan nanah, cairan, atau terkadang darah. Cairan bisa keluar terus-menerus atau muncul secara berkala.
2. Infeksi dapat kambuh
Saluran fistula dapat tersumbat sehingga nanah kembali terkumpul. Akibatnya, dapat terbentuk abses baru yang menyebabkan nyeri dan bengkak.
3. Nyeri dan bengkak
Ketika saluran fistula mengalami sumbatan atau infeksi, area sekitar anus dapat menjadi nyeri, merah, dan membengkak.
4. Muncul lubang di sekitar anus
Pada fistula ani, biasanya terdapat lubang eksternal pada kulit sekitar anus. Lubang tersebut dapat terlihat kecil sehingga terkadang dianggap hanya seperti jerawat atau luka biasa.
5. Fistula dapat menjadi lebih kompleks
Pada sebagian kasus, saluran fistula dapat memiliki percabangan atau melibatkan lebih banyak jaringan di sekitar otot anus. Karena itu, pemeriksaan dan pemetaan saluran fistula penting sebelum menentukan tindakan.
Apakah Fistula Ani Bisa Sembuh dengan Obat?
Obat dapat diberikan untuk membantu menangani infeksi atau gejala tertentu, tetapi obat saja umumnya tidak dapat menghilangkan saluran fistula yang sudah terbentuk.
Penanganan definitif biasanya membutuhkan tindakan medis untuk menutup atau mengatasi saluran fistula. Jenis tindakan bergantung pada lokasi dan hubungan fistula dengan otot sfingter anus.
Salah satu metode yang dapat digunakan pada kasus tertentu adalah FILAC (Fistula-tract Laser Closure), yaitu teknik minimal invasif untuk menutup saluran fistula dari bagian dalam.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri jika terdapat:
- Lubang kecil di dekat anus yang mengeluarkan nanah.
- Cairan keluar berulang dari sekitar anus.
- Benjolan yang sering muncul dan kemudian pecah.
- Nyeri dan bengkak di sekitar anus.
- Demam yang disertai nyeri atau bengkak di area anus.
Keluhan tersebut perlu diperiksa karena fistula ani dapat memiliki bentuk dan jalur yang berbeda pada setiap pasien.
Di ST Wasir Center, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah untuk pemeriksaan fistula ani dan menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi fistulanya.