Fisura Ani pada Orang Dewasa

Fisura ani sering dikaitkan dengan bayi atau anak-anak, padahal kondisi ini juga cukup sering terjadi pada orang dewasa. Fisura ani pada orang dewasa merupakan robekan kecil pada lapisan saluran anus yang dapat menimbulkan rasa nyeri hebat, terutama saat buang air besar.

Keluhan ini kerap dianggap sebagai ambeien karena sama-sama dapat menyebabkan BAB berdarah. Padahal, fisura ani dan ambeien adalah dua kondisi yang berbeda sehingga memerlukan penanganan yang berbeda pula.

Mengapa Fisura Ani Bisa Terjadi pada Orang Dewasa?

Pada orang dewasa, fisura ani umumnya terjadi akibat tekanan atau trauma pada saluran anus.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya antara lain:

  • Sembelit atau konstipasi.
  • Feses yang keras dan berukuran besar.
  • Kebiasaan mengejan terlalu kuat saat BAB.
  • Diare yang berlangsung berulang.
  • Cedera pada saluran anus.

Tidak semua orang dengan faktor risiko tersebut akan mengalami fisura ani, tetapi kondisi tersebut dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya robekan.

Gejala yang Sering Dirasakan

Fisura ani memiliki gejala yang cukup khas dibandingkan gangguan anorektal lainnya.

Beberapa keluhan yang sering muncul meliputi:

  • Nyeri tajam saat buang air besar.
  • Rasa perih yang dapat bertahan beberapa saat setelah BAB.
  • Darah merah segar pada tisu atau permukaan feses.
  • Sensasi terbakar di area anus.
  • Benjolan kecil (skin tag) di sekitar anus pada sebagian kasus.

Nyeri yang dirasakan sering kali membuat penderita takut buang air besar sehingga memperburuk sembelit.

Apa Bedanya dengan Ambeien?

Meskipun sama-sama dapat menyebabkan BAB berdarah, terdapat beberapa perbedaan penting.

Ambeien umumnya ditandai dengan:

  • Benjolan di anus.
  • BAB berdarah.
  • Rasa mengganjal.
  • Gatal pada area anus.

Sedangkan fisura ani lebih sering ditandai dengan:

  • Nyeri tajam saat BAB.
  • Robekan pada saluran anus.
  • Perih yang berlangsung setelah BAB.
  • Perdarahan ringan.

Karena gejalanya dapat saling menyerupai, diagnosis perlu dipastikan melalui pemeriksaan dokter.

Bagaimana Dokter Menentukan Diagnosis?

Saat berkonsultasi, dokter akan melakukan beberapa tahapan, yaitu:

Anamnesis
Menanyakan riwayat keluhan, pola buang air besar, serta kebiasaan yang dapat memicu fisura ani.

Pemeriksaan fisik
Dilakukan untuk melihat kondisi area anus dan memastikan adanya robekan atau gangguan lainnya.

Penentuan diagnosis
Dokter akan menjelaskan hasil pemeriksaan dan menentukan pilihan penanganan yang sesuai.

Penanganan Fisura Ani Orang Dewasa di ST Wasir Center

Sebagai pusat proktologi Indonesia, ST Wasir Center (STWC) menangani fisura ani dengan pendekatan yang disesuaikan berdasarkan kondisi pasien.

Teknologi yang tersedia meliputi:

  • Radiofrekuensi
  • Laser

Selain fisura ani, ST Wasir Center juga menangani:

  • Ambeien dengan Well-C (ligasi nilon), radiofrekuensi, dan ultrasonik.
  • Fistula ani dengan teknologi FILAC (Fistula Laser Closure).
  • Abses perianal.
  • Lipoma.

Seluruh metode dipilih setelah dokter melakukan pemeriksaan dan menilai kondisi pasien.

Kapan Harus Segera Berkonsultasi?

Segera lakukan pemeriksaan apabila Anda mengalami:

  • Nyeri hebat saat buang air besar.
  • BAB berdarah yang berulang.
  • Rasa perih yang tidak kunjung membaik.
  • Benjolan atau luka di sekitar anus.
  • Keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Semakin cepat fisura ani ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah keluhan menjadi berkepanjangan.

Kesimpulan: Fisura Ani pada Orang Dewasa

Fisura ani pada orang dewasa merupakan robekan pada lapisan saluran anus yang sering disebabkan oleh sembelit, feses yang keras, atau kebiasaan mengejan. Gejala utamanya adalah nyeri tajam saat buang air besar dan perdarahan ringan, sehingga sering disalahartikan sebagai ambeien.

Apabila Anda mengalami nyeri hebat saat BAB atau BAB berdarah yang berulang, segera lakukan konsultasi di ST Wasir Center. Dengan pemeriksaan oleh dokter spesialis bedah dan dukungan teknologi modern seperti radiofrekuensi dan laser, dokter dapat menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi yang Anda alami.

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *