Kenapa bisa BAB keras? Pertanyaan ini cukup sering muncul, terutama ketika BAB terasa sulit, harus mengejan, atau feses terasa kering dan keras. BAB keras umumnya terjadi ketika feses kehilangan terlalu banyak air saat berada di usus. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh pola makan, kurang minum, hingga kebiasaan menahan BAB. Jika terjadi sesekali, BAB keras biasanya dapat diatasi dengan perubahan pola hidup. Namun, BAB keras yang terjadi terus-menerus perlu diperhatikan karena kebiasaan mengejan dan gesekan feses yang keras dapat menyebabkan luka di area anus dan meningkatkan risiko ambeien.
Kenapa Bisa BAB Keras?
Ada beberapa alasan yang dapat membuat tekstur BAB menjadi keras, di antaranya:
1. Kurang serat
Kurang serat merupakan salah satu penyebab BAB keras yang cukup umum.
Serat membantu meningkatkan volume feses dan membuatnya lebih mudah melewati saluran pencernaan. Jika asupan serat rendah, feses dapat menjadi lebih kecil, padat, dan sulit dikeluarkan.
Sumber serat bisa didapatkan dari sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta biji-bijian.
2. Kurang minum
Tubuh membutuhkan cairan agar feses tetap memiliki kandungan air yang cukup. Jika asupan cairan kurang, feses dapat menjadi lebih kering dan keras.
Karena itu, pastikan kebutuhan cairan harian terpenuhi dan jangan menunggu sampai merasa sangat haus untuk minum.
3. Sering menahan BAB
Kebiasaan menunda atau menahan keinginan BAB dapat membuat feses berada lebih lama di usus besar. Semakin lama berada di sana, semakin banyak air yang diserap tubuh sehingga feses dapat menjadi lebih keras.
4. Kurang bergerak
Aktivitas fisik membantu mendukung pergerakan usus. Terlalu banyak duduk dan kurang aktivitas dapat membuat pergerakan saluran pencernaan menjadi kurang optimal.
5. Terlalu sering mengejan
Ketika feses keras, seseorang biasanya perlu mengejan lebih kuat agar BAB bisa keluar. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus dapat meningkat.
Apa Bahaya BAB Keras Terus-Menerus?
BAB keras bukan hanya membuat proses BAB menjadi tidak nyaman. Jika berlangsung terus-menerus, feses yang keras dapat menyebabkan gesekan dan tekanan pada jaringan di sekitar anus. Gesekan tersebut dapat menyebabkan luka atau iritasi yang kemudian memicu perdarahan saat BAB. Selain itu, kebiasaan mengejan berulang kali dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus. Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat memicu atau memperburuk ambeien (wasir).
Gejala ambeien yang perlu diperhatikan antara lain:
- BAB disertai darah merah segar
- Benjolan di sekitar anus
- Nyeri atau rasa tidak nyaman
- Gatal atau iritasi di area anus
- Benjolan yang keluar saat BAB
Jika gejala tersebut muncul berulang atau semakin mengganggu, sebaiknya jangan hanya mengandalkan pengobatan sendiri.
Cara Membantu Mencegah BAB Keras
Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Perbanyak makanan berserat seperti sayur dan buah.
- Cukupi kebutuhan cairan setiap hari.
- Jangan menahan keinginan untuk BAB.
- Rutin melakukan aktivitas fisik.
- Hindari mengejan terlalu kuat.
- Jangan terlalu lama duduk di toilet.
Jika BAB keras terjadi terus-menerus atau sudah disertai darah dan benjolan di anus, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.
Punya Gejala Ambeien? Konsultasikan ke ST Wasir Center Jakarta
Jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada ambeien, ST Wasir Center Jakarta dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan konsultasi dan penanganan.
ST Wasir Center merupakan klinik pusat pengobatan ambeien di Indonesia yang menyediakan perlengkapan modern serta didukung dokter spesialis berpengalaman.
Penanganan ambeien dapat disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahan pasien. Beberapa metode modern yang tersedia antara lain:
1. Well-C
Well-C merupakan salah satu metode penanganan ambeien modern yang ditujukan untuk mengatasi jaringan ambeien dengan tindakan yang lebih minimal dibandingkan operasi konvensional.
Metode ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi pasien yang membutuhkan penanganan ambeien dengan pendekatan modern.
2. Radiofrekuensi
Metode radiofrekuensi menggunakan energi gelombang radio untuk menangani jaringan ambeien.
Tindakan ini dapat membantu mengecilkan atau mengatasi jaringan yang bermasalah dengan kerusakan jaringan di sekitarnya yang lebih minimal.
3. Ultrasonic
Metode ultrasonic memanfaatkan energi ultrasonik untuk membantu menangani pembuluh darah atau jaringan ambeien.
Teknologi ini dirancang untuk memberikan tindakan yang lebih terarah dan membantu meminimalkan trauma pada jaringan sekitar.
4. Laser
Laser menggunakan energi laser untuk membantu menangani jaringan ambeien. Teknologi laser dapat digunakan pada kasus tertentu dengan tujuan memberikan tindakan yang lebih presisi dan minim trauma.
Pemilihan metode tidak selalu sama untuk setiap pasien. Dokter akan menilai kondisi ambeien terlebih dahulu sebelum menentukan metode yang paling sesuai.
Jangan Tunggu Sampai Ambeien Makin Parah
Kenapa bisa BAB keras? Salah satu penyebabnya adalah kurang serat, tetapi pola minum, kebiasaan menahan BAB, kurang bergerak, dan terlalu sering mengejan juga dapat berperan. BAB keras yang terjadi terus-menerus dapat menyebabkan gesekan pada anus, memicu perdarahan, serta meningkatkan risiko muncul atau memburuknya ambeien. Jika Anda sudah mengalami BAB berdarah, benjolan, nyeri, atau gejala ambeien lainnya, jangan tunggu sampai kondisinya semakin mengganggu. Konsultasikan kondisi Anda ke ST Wasir Center Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan dan rekomendasi penanganan yang sesuai.