69 views
Penyakit Fistula Ani Berujung Komplikasi?

Anda pernah mendengar masalah kesehatan bernama fistula ani? Gangguan medis ini merupakan kondisi terbentuknya saluran kecil di antara ujung usus besar dan kulit di sekitar anus atau dubur.

Kondisi ini bisa terbentuk sebagai reaksi dari adanya infeksi pada kelenjar pada anus yang berkembang menjadi abses di anus. Abses ini akan membentuk kantung atau benjolan berisi nanah. Fistula ini akan terlihat seperti saluran atau lubang kecil setelah nanah keluar.

Sebenarnya masalah ini tidak hanya menyoal abses saja. Sebab, kondisi kesehatan ini juga membuat pengidapnya mengalami gangguan saluran cerna bawah, seperti crohn’s disease.

Baca juga: Fistula Ani – Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya 

Kenali Gejala Fistula Ani

Tanda dan gejala yang Anda rasakan ketika mengalami fistula ani, yaitu sebagai berikut:

  • Nyeri dan bengkak di sekitar anus.
  • Terbentuknya lubang di kulit dan muncul cairan atau feses dari lubang tersebut.
  • Demam dan terasa lelah.
  • Adanya perdarahan dari anus.
  • Terdapat nanah di sekitar anus.
  • Tercium adanya bau tajam atau tidak sedap di sekitar kulit anus.
  • Kulit kemerahan dan terasa perih akibat iritasi.
  • Nyeri pada anus semakin parah saat duduk atau batuk.

Penyebab Fistula Ani

Fistula ani disebabkan oleh abses di anus yang tidak sembuh secara total. Akibatnya, saluran atau lubang kecil tertinggal di kulit dekat anus. Sekitar 50 persen pengidap abses anus berisiko tinggi mengalami fistula ani.

Faktanya, bukan hanya abses pada anus saja yang dapat menimbulkan fistula. Sebenarnya tidak hanya abses pada anus saja yang bisa menyebabkan fistula. Sebab, keluhan ini juga bisa terjadi karena beberapa kondisi lainnya. Misalnya, penyakit pada saluran pencernaan bagian bawah atau daerah anus. Kondisi tersebut meliputi penyakit crohn’s disease dan hidradenitis suppurativa.

Baca Juga:  MRI Fistulography sebagai Penunjang Penanganan Fistula Ani

Selain penyebab di atas, ada pula beberapa faktor yang bisa memicu risiko terserangnya penyakit ini. Misalnya:

  • Hidradenitis supuratif. Kondisi kulit yang menyebabkan abses dan jaringan parut.
  • Divertikulitis.
  • Infeksi tuberkulosis atau HIV.
  • Komplikasi pembedahan di sekitar anus (operasi).

Baca juga: Sembuhkan Wasir Tanpa Operasi, 5 Pengobatan di Klinik Wasir Jakarta Barat

Fistula Ani Bisa Menimbulkan Komplikasi

Komplikasi pada fistula ani biasanya muncul pada periode pasca operasi. Komplikasi ini mencakup retensi urine, perdarahan hebat atau keluarnya cairan dari lokasi fistulotomi, pembentukan bekuan darah di dalam wasir, dan impaksi tinja.

Selain itu, komplikasi lain yang umumnya dapat timbul setelah prosedur operasi, seperti stenosis anus, inkontinensia usus, dan penyembuhan luka yang tertunda (tidak sembuh selama lebih dari 12 minggu).

Pada dasarnya semua operasi membawa risiko infeksi ketika sayatan dibuat ke dalam kulit, termasuk prosedur fistulektomi (prosedur bedah pada saluran fistula). Dalam beberapa teknik bedah fistula, prosedur ini mungkin harus diselesaikan dalam beberapa tahap.

Dalam kasus seperti itu, infeksi pada saluran fistula dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan infeksi sistemik. Sehingga, antibiotik sering diperlukan untuk mengobati infeksi yang terkait dengan operasi fistula.

Baca juga: Biaya Operasi Wasir Paling Murah di Klinik ST Wasir Center Jakarta

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah fistula ani? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Anda bisa bertanya langsung ke dokter bedah profesional dari Klinik ST Wasir Center yaitu dr. Tony Sukentro, Spb. Lewat fitur Voice/Video Call, Anda bisa mengobrol dengan dokter tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, konsultasi sekarang!

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *