240 views
Prolaps adalah Penanda Wasir Stadium 1 Hingga 4

Wasir atau ambeien adalah suatu kondisi umum di mana pembuluh darah di sekitar rektum dan anus mengalami pembengkakan dan peradangan. Salah satu gejala utama yang menunjukkan tingkat keparahan wasir adalah prolaps. Prolaps adalah keluarnya jaringan dari dalam anus atau bagian dalam rektum atau usus besar bawah yang melorot atau menonjol keluar melalui anus. Simak selengkapnya pada artikel di bawah ini.

Stadium 1: Wasir Internal yang Tidak Prolaps

Pada stadium 1, wasir internal biasanya masih berada di dalam rektum dan tidak keluar melalui anus. Gejala yang sering terjadi pada stadium ini termasuk rasa gatal atau terbakar di sekitar anus, perdarahan saat buang air besar, dan rasa tidak nyaman. Wasir stadium 1 mungkin tidak terlihat atau teraba, dan sering kali tidak menimbulkan rasa sakit yang signifikan.

Stadium 2: Prolaps yang Kembali Sendiri

Wasir stadium 2 ditandai dengan prolaps yang dapat keluar saat buang air besar, tetapi akan kembali ke dalam anus dengan sendirinya setelah buang air besar selesai. Pada saat prolaps, wasir dapat terlihat dan terasa sebagai benjolan kecil yang lembut di sekitar anus. Gejala lain yang mungkin terjadi adalah rasa sakit ringan, perdarahan saat buang air besar, rasa tidak nyaman, dan rasa tidak puas setelah buang air besar.

Stadium 3: Prolaps yang Memerlukan Bantuan untuk Dimasukkan Kembali

Pada stadium 3 yang terjadi saat buang air besar adalah prolaps wasir. Prolaps wasir memerlukan bantuan untuk dimasukkan kembali ke dalam anus. Wasir stadium 3 biasanya terlihat dan teraba sebagai benjolan yang lebih besar dan lebih terasa keras daripada pada stadium sebelumnya. Gejala yang sering terjadi pada stadium ini meliputi perdarahan saat buang air besar, rasa sakit, rasa terbakar, gatal, dan rasa tidak puas setelah buang air besar.

Baca Juga:  Manfaat Merendam Permanganas Kalikus Setelah Tindakan Wasir

Stadium 4: Prolaps yang Tidak Dapat Dimasukkan Kembali

Stadium 4 adalah tingkatan wasir yang paling parah. Pada stadium ini, prolaps wasir terjadi secara permanen dan tidak dapat dimasukkan kembali ke dalam anus. Wasir stadium 4 biasanya terlihat sebagai benjolan yang besar dan terasa keras di luar anus. Gejala yang dialami pada stadium ini meliputi perdarahan yang cukup banyak saat buang air besar, rasa sakit yang intens, sulit duduk atau berjalan, serta risiko terjadinya strangulasi atau pembekuan darah dalam wasir.

Penanganan dan Perawatan untuk Wasir

Meskipun gejala wasir dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan dalam kehidupan sehari-hari, banyak kasus wasir dapat diatasi dengan pengobatan rumah yang sederhana dan perubahan gaya hidup. Beberapa langkah-langkah pengobatan rumah untuk wasir termasuk:

  1. Perubahan Pola Makan: Konsumsi makanan tinggi serat seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan sereal yang tinggi serat. Serat membantu memperbaiki konsistensi tinja dan memperlancar proses buang air besar, mengurangi tekanan pada pembuluh darah di area anus.
  2. Hindari Konstipasi: Minum banyak air untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan menghindari konstipasi. Hindari makanan yang bisa menyebabkan sembelit, seperti makanan olahan, makanan berlemak, dan makanan pedas.
  3. Rutin Berolahraga: Melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat membantu meningkatkan pergerakan usus dan mencegah sembelit. Olahraga seperti berjalan kaki, berenang, atau yoga dapat bermanfaat bagi penderita wasir.
  4. Sitz Bath: Mandi Sitz adalah prosedur merendam area panggul dalam air hangat selama beberapa menit. Ini dapat membantu meredakan rasa sakit, peradangan, dan gatal-gatal pada area anus.
  5. Penggunaan Krim atau Salep Topikal: Krim atau salep topikal yang mengandung zat pereda nyeri, antiinflamasi, atau pelembap dapat membantu mengurangi gejala wasir seperti rasa sakit, gatal, dan peradangan. Namun, penggunaan krim atau salep sebaiknya sesuai dengan anjuran dokter.
  6. Menghindari Mengedan yang Berlebihan: Mengedan terlalu kuat saat buang air besar dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di area anus dan memperburuk gejala wasir. Hindari mengejan terlalu keras dan jaga konsistensi tinja agar lembut.
Baca Juga:  Pentingnya Mengatur Frekuensi BAB bagi Penderita Wasir

Pengobatan Wasir

Jika perawatan rumah tidak memberikan perbaikan atau wasir berada pada stadium yang lebih parah, penderita dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Beberapa opsi pengobatan medis yang mungkin direkomendasikan oleh dokter termasuk:

  1. Ultrasonic: operasi untuk wasir internal dan eksternal grade 1,2,3, dan 4 dengan memanfaatkan getaran ultrasonik, sehingga pasien cenderung mengalami luka yang lebih sedikit dan rasa sakit yang minimal.
  2. Radiofrekuensi: operasi wasir dengan mengangkat wasir hingga ke pangkal tanpa proses penjahitan dan minim rasa sakit.
  3. Skleroterapi: Injeksi zat kimia kecil ke dalam wasir untuk menyebabkan pengempisan dan menghentikan aliran darah ke dalamnya.
  4. Ligasi dengan Karet: Pemasangan karet di sekitar wasir untuk menghentikan pasokan darah dan menyebabkan wasir mengering dan jatuh dengan sendirinya.
  5. Koagulasi Inframerah atau Elektrokoagulasi: Penggunaan energi panas untuk menghancurkan wasir dan mendorong penyembuhan jaringan.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan rencana perawatan yang tepat sesuai dengan tingkat keparahan wasir. Dokter dapat memberikan saran yang lebih spesifik dan pengobatan yang sesuai dengan kondisi individual penderita. Silakan konsultasi ke Klinik ST Wasir Center untuk mendapatkan pelayanan yang aman dan terpercaya.

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *