78 views
Skin Tag Pada Anus dan Cara Mengatasinya

Daging tumbuh (skin tag) pada anus biasanya memiliki ukuran yang sangat kecil dan mungkin memiliki warna yang sama dengan kulit atau sedikit lebih gelap. Pada umumnya, skin tag tidak menyebabkan masalah dan dapat Anda acuhkan.

Namun, sebagian orang mungkin merasa ingin menghapus atau menghilangkan skin tag karena alasan kosmetik (keindahan) atau rasa gatal. Skin tag anus hanya dapat hilang oleh dokter. Mencoba menghilangkan skin tag sendiri di rumah dapat menyebabkan rasa sakit dan komplikasi lainnya.

Penyebab Skin Tag Anus

Saat skin tag terbentuk di sekitar anus, biasanya muncul oleh beberapa faktor, seperti:

  1. Gesekan atau iritasi

    Skin tag terbentuk akibat dari gesekan antar kulit. Hal inilah alasan sering kali daging tumbuh pada lipatan kulit.

  2. Diare

    Sering buang air besar (diare) dapat mengiritasi kulit sekitar anus karena feses (kotoran) bersifat asam dan area anus lebih sering bergesekan dengan tisu toilet.

  3. Sembelit

    Saat proses mengejan, kulit harus meregang untuk mengakomodasi kotoran/ feses yang terlalu besar atau keras. Proses mengejan memberikan tekanan lebih pada anus yang menyebabkan pembuluh darah membengkak. Jika kulit tidak kembali ke bentuk aslinya setelah meregang, dapat berisiko skin tag berkembang.

  4. Wasir

    Pada beberapa kasus pasien yang mengalami wasir dan melakukan pembedahan/ operasi terkadang mengalami skin tag. Benjolan wasir eksternal dapat berupa jaringan daging atau kulit berlebih yang menggantung dari lubang anus. Setelah sembuh, sisa kulit  bekas gumpalan darah tidak bisa ikut mengecil dan hilang.

  5. Penyakit Crohn’s

    Penyakit ini biasanya mulai dengan radang usus yang dapat menyebabkan diare dan sembelit. Terdapat sebuah tinjauan klinis yang diterbitkan tahun 2008 yang menunjukkan bahwa skin tag anus berisiko lebih tinggi pada orang-orang dengan penyakit ini.

Diagnosis Skin Tag Anus

Untuk membuat diagnosis, dokter kemungkinan akan melakukan pemeriksaan fisik. Selama pemeriksaan ini, dokter akan melakukan pemeriksaan visual dan melihat anus untuk melihat tanda-tanda kulit. Lebih lanjut, akan dilakukan pemeriksaan dubur dan memasukkan jari ke dalam dubur untuk merasakan tonjolan.

Apabila dokter memerlukan informasi tambahan untuk membuat diagnosis, mungkin juga akan ada pemeriksaan penunjang dengan anoskopi dan sigmoidoskopi. Setelah diagnosis dibuat, dokter dapat mulai mendiskusikan opsi perawatan untuk Anda.

Pencegahan skin tag pada anus

Tentu kita dapat melakukan pencegahan terjadinya skin tag anus. Berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegahnya:

  1. Pakaian dalam

    Kenakanlah pakaian dalam yang lembut dan menyerap keringat, sehingga menyebabkan gesekan minimal dan mengurangi iritasi kulit.

  2. Perhatikan konsumsi

    Mengonsumsi banyak serat dan minum air putih secukupnya untuk menghindari proses mengejan dan risiko wasir.

  3. Hindari menyeka berlebihan untuk hindari skin tag pada anus

    Setelah buang air besar, tentu kita membersihkan area bokong. Namun, beberapa orang mungkin akan mengeringkan area bokong setelah buang air besar secara berlebihan tanpa sadar.

  4. Menjaga berat badan ideal

    Salah satu penyebab daging tumbuh ini adalah obesitas. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mejaga berat badan agar tetap ideal.

Daging tumbuh pada anus dapat hilang, hanya saja perlu lakukan konsultasi dengan dokter dan jangan melakukannya sendiri agar tidak menimbulkan risiko komplikasi. Di Klinik ST Wasir Center skin tag di anus dapat di hilangkan dengan metode Ultrasonik dan Radiofrequensi yang minim rasa nyeri, minim perdarahan, dan bisa langsung beraktivitas

 

Rate this post
Baca Juga:  Mengenal Ciri-ciri Kanker Anus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *