Wasir Nyeri Setelah BABWasir Nyeri Setelah BAB

Rasa nyeri setelah buang air besar (BAB) merupakan keluhan yang cukup mengganggu, terutama jika terjadi berulang. Wasir nyeri setelah BAB dapat berkaitan dengan pembengkakan atau iritasi pada jaringan di sekitar anus. Keluhan biasanya semakin terasa ketika feses keras atau seseorang harus mengejan terlalu kuat.

Meski wasir dapat menyebabkan nyeri, bukan berarti setiap nyeri setelah BAB pasti disebabkan oleh wasir. Kondisi seperti fisura ani juga dapat menimbulkan rasa sakit pada area anus. Karena itu, penyebabnya perlu dipastikan melalui pemeriksaan.

Kenapa Wasir Bisa Nyeri Setelah BAB?

Saat BAB, feses melewati saluran anus dan memberikan tekanan pada jaringan di sekitarnya. Pada orang yang mengalami wasir, pembuluh darah dan jaringan tersebut dapat mengalami pembengkakan sehingga lebih mudah mengalami iritasi.

Nyeri dapat semakin terasa jika BAB disertai mengejan atau feses yang keras. Beberapa kebiasaan yang dapat memperburuk kondisi antara lain:

  • Kurang minum air
  • Kurang mengonsumsi makanan berserat
  • Sering menahan BAB
  • Mengejan terlalu kuat
  • Duduk terlalu lama di toilet
  • Mengalami sembelit berulang
  • Terlalu lama duduk dalam satu posisi

Pada wasir luar, terutama ketika terjadi pembengkakan atau trombosis, rasa nyeri dapat terasa lebih kuat.

Berapa Lama Nyeri Setelah BAB Bisa Berlangsung?

Durasi nyeri berbeda-beda, tergantung penyebab dan kondisi wasir. Pada keluhan ringan, rasa tidak nyaman dapat berangsur berkurang setelah BAB selesai.

Namun, jika nyeri berlangsung lama, semakin berat, atau terus muncul setiap kali BAB, kondisi tersebut sebaiknya diperiksa. Nyeri yang menetap dapat menunjukkan adanya iritasi atau kondisi lain yang membutuhkan penanganan.

Cara Mengurangi Nyeri Setelah BAB

Beberapa perubahan kebiasaan dapat membantu mengurangi tekanan pada area anus. Pastikan tubuh mendapatkan cukup cairan dan konsumsi makanan berserat agar feses lebih lunak dan mudah dikeluarkan.

Hindari mengejan terlalu kuat saat BAB dan jangan berlama-lama duduk di toilet. Aktivitas fisik secara rutin juga dapat membantu menjaga sistem pencernaan tetap aktif.

Jika sudah mengalami nyeri, jangan sembarangan menggunakan obat atau memasukkan sesuatu ke dalam anus tanpa mengetahui penyebabnya. Apabila keluhan tidak membaik, pemeriksaan dokter lebih tepat dilakukan.

Apakah Nyeri Setelah BAB Selalu Karena Wasir?

Tidak. Salah satu kondisi lain yang dapat menyebabkan nyeri setelah BAB adalah fisura ani, yaitu luka atau robekan pada lapisan anus. Fisura biasanya dapat menyebabkan rasa perih atau nyeri yang terasa setelah BAB.

Selain itu, abses anus dan beberapa kondisi anorektal lainnya juga dapat menimbulkan nyeri. Karena penyebabnya bisa berbeda, diagnosis yang tepat diperlukan sebelum menentukan pengobatan.

Kapan Wasir Perlu Diperiksa?

Sebaiknya lakukan pemeriksaan jika nyeri setelah BAB terjadi berulang atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan juga diperlukan jika disertai:

  • Darah keluar dari anus
  • Benjolan semakin besar
  • Benjolan terasa keras dan nyeri
  • Nyeri semakin berat
  • Keluar cairan atau nanah dari anus
  • Demam
  • Keluhan tidak membaik setelah perubahan pola BAB

Dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk mengetahui sumber nyeri dan menentukan penanganan sesuai penyebabnya.

Penanganan Wasir di ST Wasir Center

ST Wasir Center menangani berbagai keluhan wasir dan masalah anorektal dengan pemeriksaan terlebih dahulu.

Jika kondisi membutuhkan tindakan, tersedia beberapa metode seperti Well-C, radiofrequency, ultrasonic, dan laser. Setiap metode memiliki cara kerja dan indikasi yang berbeda sehingga pemilihannya disesuaikan dengan kondisi pasien.

Tindakan di ST Wasir Center dilakukan tanpa jahitan. Dokter spesialis bedah berpengalaman tinggi akan menentukan pilihan penanganan berdasarkan hasil pemeriksaan, tingkat keparahan, serta kondisi masing-masing pasien.

Jika wasir terus terasa nyeri setelah BAB, sebaiknya jangan hanya mengandalkan obat pereda keluhan. Mengetahui penyebabnya melalui pemeriksaan dapat membantu menentukan penanganan yang lebih tepat.

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *