404 views
9 Pantangan Makanan Penderita Fistula Ani agar Cepat Sembuh

Penting untuk mengetahui apa saja pantangan makanan penderita fistula ani. Sebab, penderita penyakit ini harus benar-benar menjaga pola makan agar kondisi tak semakin memburuk. Fistula ani adalah kondisi ketika saluran abnormal terbentuk di antara ujung usus besar dengan kulit di area anus.

Pantangan Makanan Penderita Fistula Ani

Anus adalah pembukaan eksternal dari sistem pencernaan yang terletak di bagian bawah rektum tempat tinja dikeluarkan dari tubuh. Di dalam lapisan anus, ada kelenjar kecil yang membuat lendir. Terkadang, karena berbagai penyebab seperti cedera atau abrasi, kelenjar ini bisa tersumbat dan terinfeksi seiring waktu sehingga menyebabkan abses.

Abses adalah rongga yang terinfeksi di anus. Tak jarang, setengah dari pembentukan abses dapat menyebabkan fistula. Fistula ani adalah saluran kecil yang menghubungkan abses ini dengan pembukaan kulit di sekitar anus. Saluran ini merupakan suatu kelainan, yang menghubungkan dua lapisan atau ruang-ruang yang secara alamiah tidak saling berhubungan. Hubungan abnormal terjadi antara permukaan epitel saluran anus dan kulit perianal.

Meskipun lokasi paling umum untuk fistula adalah di sekitar anus, ini juga dapat berkembang di antara vagina dan rektum atau usus dan kulit. Fistula ani memerlukan diagnosis, pengobatan, atau pembedahan segera. Namun, dokter biasanya akan memberi tahu pantangan makanan penderita fistula ani untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan. Sebab, sembelit, kembung atau diare dapat memicu gejala atau menyebabkan efek buruk pada fistula ani. Oleh karena itu, makanan yang dapat menyebabkan situasi tersebut harus benar-benar dihindari oleh penderita fistula ani. Berikut ini beberapa makanan yang harus dihindari:

Baca Juga:  Cara Menyembuhkan Nyeri Atau Sakit Wasir Dengan Daun Sirih

Produk Susu Tinggi Lemak

Susu tinggi lemak, keju dan produk susu dan krim berat lainnya harus dihindari. Ini karena susu dan produk olahannya lebih sulit dicerna dan dapat menyebabkan sakit perut.

Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji banyak disukai karena praktis, enak, dan menggugah selera. Padahal, makanan ini harus dihindari oleh penderita fistula karena minim serat dan nutrisi. Batasi juga konsumsi makanan bertepung hingga gejala fistula ani membaik.

Makanan Pedas dan Berempah

Pantangan makanan penderita fistula ani selanjutnya adalah makanan pedas dan berempah. Makanan seperti ini memang memiliki rasa yang enak dan meningkatkan nafsu makan. Namun, makanan pedas dan berempah cukup sulit untuk dicerna. Terlebih jika dikonsumsi berlebihan.

Makanan yang Digoreng

Makanan yang digoreng harus benar-benar dihindari jika menderita fistula ani. Hal ini karena makanan yang digoreng lebih sulit dicerna, dan tidak sehat karena tinggi lemak.

Makanan Asin

Makanan asin dapat membuat perut kembung. Selain itu juga dapat memicu sindrom iritasi usus besar. Berbagai gangguan pencernaan tersebut dapat memperburuk gejala fistula ani.

Daging Merah

Meski kaya akan berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, daging merah termasuk pantangan makanan penderita fistula ani. Hal ini karena daging merah cukup sulit untuk dicerna dan minim serat. Akibatnya, perut membutuhkan banyak usaha untuk mencernanya. Terlebih jika daging dimasak dengan minyak dan aneka rempah.

Minuman Beralkohol

Dehidrasi dapat membuat buang air besar menjadi sulit, karena memicu sembelit. Minuman beralkohol sangat berkontribusi terhadap dehidrasi dalam tubuh. Sejumlah besar minuman beralkohol dapat menimbulkan masalah bagi penderita fistula ani.

Minuman Berkafein

Kopi kental seperti kopi hitam atau teh susu memang sangat nikmat, tetapi harus dihindari selama gejala fistula ani belum sembuh.

Baca Juga:  Tips Duduk Nyaman Saat Ambeien

Makanan Kemasan

Makanan yang dikemas seperti keripik, kentang goreng, dan makanan beku harus dibatasi atau dihindari konsumsinya oleh penderita fistula ani. Sebab, makanan ini minim nutrisi dan bisa menyebabkan masalah pencernaan.

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *