85 views
Cara Mengatasi Abses Perianal di Sekitar Anus

Abses perianal adalah suatu kondisi di mana terdapat infeksi pada jaringan yang terletak di sekitar anus atau rektum, sehingga terbentuklah rongga berisi nanah yang disebut dengan abses. Kondisi ini dapat sangat menyakitkan dan membutuhkan penanganan segera untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Berikut ini adalah informasi lebih lanjut mengenai cara mengatasi abses perianal, termasuk penyebab, gejala, dan pengobatan.

Penyebab Abses Perianal

Abses perianal biasanya terjadi akibat infeksi bakteri yang masuk ke dalam jaringan di sekitar anus atau rektum. Infeksi ini dapat disebabkan oleh bakteri Staphylococcus atau Streptococcus, dan biasanya terjadi karena adanya kondisi medis lain yang membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi, seperti:

  1. Kondisi medis yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti diabetes atau HIV/AIDS.
  2. Adanya luka atau lecet pada kulit di sekitar anus atau rektum.
  3. Gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, dan tidak menjaga kebersihan pribadi dengan baik.

Faktor risiko lainnya yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya abses perianal adalah sembelit kronis, obesitas, dan riwayat keluarga dengan kondisi yang sama.

Gejala Abses Perianal

Gejala abses perianal dapat bervariasi tergantung pada lokasi dan ukuran abses. Beberapa gejala yang umumnya terjadi antara lain:

  1. Nyeri di sekitar anus atau rektum.
  2. Pembengkakan dan kemerahan pada kulit di sekitar anus atau rektum.
  3. Demam dan rasa tidak nyaman secara umum.
  4. Adanya rasa sakit saat duduk atau berjalan.
  5. Nyeri saat buang air besar.
  6. Keluarnya nanah dari abses.

Cara Mengatasi Abses Perianal

Penanganan abses perianal umumnya melibatkan drainase atau pengeluaran nanah dari abses serta pengobatan dengan antibiotik. Proses drainase dapat dilakukan dengan cara membuat sayatan kecil pada abses untuk mengeluarkan nanah, atau dengan menggunakan jarum untuk menarik nanah keluar melalui kulit. Pengobatan dengan antibiotik juga dapat diberikan untuk membantu mengatasi infeksi yang terjadi.

Baca Juga:  3 Cara Meredakan Ambeien Bengkak Dengan Cepat

Jika abses perianal terlalu besar atau terlalu dalam, atau jika terdapat komplikasi seperti fistula ani, mungkin diperlukan tindakan bedah. Tindakan bedah ini dapat dilakukan dengan menggunakan anestesi lokal atau umum, tergantung pada ukuran dan lokasi abses. Beberapa jenis tindakan bedah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Incisi dan drainase:
  2. Ini adalah prosedur yang paling umum dilakukan untuk mengobati abses perianal. Prosesnya melibatkan pembuatan sayatan kecil pada abses untuk mengeluarkan nanah.
  3. Fistulotomi: Jika abses telah berkembang menjadi fistula ani, maka tindakan bedah yang diperlukan adalah fistulotomi. Proses ini melibatkan pembuatan sayatan pada fistula ani dan pengangkatan jaringan yang terinfeksi.
  4. Kuretase: Tindakan bedah ini dilakukan untuk menghilangkan jaringan yang terinfeksi dengan menggunakan kuret, suatu alat yang mirip dengan sendok.
  5. Seton: Pada kasus fistula ani yang lebih kompleks, dokter dapat memasang seton, yaitu sebuah alat yang terbuat dari benang atau kawat yang dipasang melalui fistula ani untuk membantu memperbaiki aliran cairan dan mencegah terbentuknya abses baru.

Selain pengobatan medis dan bedah, beberapa hal yang dapat membantu mencegah terjadinya abses perianal adalah dengan menjaga kebersihan pribadi dengan baik, menghindari sembelit kronis dengan mengonsumsi makanan yang tinggi serat, dan menghindari gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok dan mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

Kesimpulan Cara Mengatasi Abses Perianal

Abses perianal adalah suatu kondisi yang dapat sangat menyakitkan dan membutuhkan penanganan segera. Infeksi bakteri di jaringan di sekitar anus atau rektum adalah penyebab utama abses perianal, dan dapat terjadi akibat kondisi medis yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, luka atau lecet pada kulit di sekitar anus atau rektum, dan gaya hidup yang tidak sehat. Gejala abses perianal antara lain nyeri di sekitar anus atau rektum, pembengkakan dan kemerahan pada kulit, demam, dan rasa tidak nyaman secara umum. Pengobatan abses perianal meliputi drainase atau pengeluaran nanah dari abses serta pengobatan dengan antibiotik. Jika abses perianal terlalu besar atau terlalu dalam, atau jika terdapat komplikasi seperti fistula ani, mungkin diperlukan tindakan bedah. Pencegahan abses perianal dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan pribadi dengan baik, menghindari sembelit kronis, dan menghindari gaya hidup yang tidak sehat.

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *