737 views
Pakai Obat Wasir Peluru? Begini Caranya

Wasir atau hemorrhoid adalah kondisi di mana pembuluh darah di sekitar anus dan rektum membengkak dan teriritasi. Seringkali dokter memberikan obat wasir berbentuk peluru atau lebih dikenal dengan suppositoria yang dapat membantu mengurangi gejala dan mencegah komplikasi. Masih banyak masyarakat awam belum mengetahui cara pakai obat wasir peluru.

Berikut ini adalah cara pakai, efek samping, dan contohnya:

Cara Pakai Obat Wasir Peluru

  1. Cuci tangan sebelum dan sesudah penggunaan supositoria.
  2. Bersihkan area anus dan sekitarnya dengan lembut menggunakan tisu basah atau air.
  3. Keluarkan supositoria dari bungkus dan masukkan ke dalam anus.

Posisi tubuh yang tepat saat memasukkan suppositoria adalah sebagai berikut:

  1. Berbaring terlentang dengan lutut ditekuk dan kaki terbuka.
  2. Mengangkat kaki dan lutut ke arah dada atau dada bagian atas dengan tangan.
  3. Memasukkan suppositoria dengan hati-hati ke dalam anus hingga benar-benar masuk.
  4. Melepas jari secara perlahan dan menahan suppositoria di tempatnya selama beberapa detik untuk memastikan suppositoria tidak keluar dari anus.

Posisi ini membantu memudahkan suppositoria masuk ke dalam anus dan membantu menjaga suppositoria tetap di tempatnya selama beberapa saat. Setelah memasukkan suppositoria, sebaiknya tetap berbaring atau duduk selama beberapa menit untuk memastikan suppositoria tidak keluar. Namun, jika Anda merasa kesulitan atau tidak nyaman dalam memasukkan suppositoria, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau apoteker untuk mendapatkan bantuan dan petunjuk yang lebih detail.

Efek Samping

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah menggunakan obat wasir peluru adalah:

  1. Nyeri atau sensasi terbakar di area anus
  2. Rasa gatal-gatal di area anus
  3. Kemerahan atau iritasi pada kulit di sekitar anus
  4. Diare atau sembelit
Baca Juga:  Cara Mendapatkan Biaya Berobat Wasir yang Murah

Contoh Obat Wasir Peluru

  • Anusol

Anusol merupakan obat wasir peluru yang mengandung zat aktif hidrokortison, zinc oxide, dan bismuth oxide. Obat ini dapat membantu mengurangi rasa sakit, peradangan, dan gatal-gatal yang disebabkan oleh wasir peluru.

  • Preparation H

Preparation H merupakan obat wasir peluru yang mengandung phenylephrine, shark liver oil, dan mineral oil. Obat ini dapat membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan di area anus, serta membantu mengurangi rasa sakit.

  • Procto-Glyvenol

Procto-Glyvenol merupakan obat wasir peluru yang mengandung tribenoside dan lidocaine. Obat ini dapat membantu mengurangi pembengkakan, peradangan, dan rasa sakit pada wasir peluru.

Sebelum menggunakan obat wasir peluru, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker mengenai jenis obat yang tepat dan dosis yang sesuai dengan kondisi Anda. Penggunaan obat wasir peluru yang tidak tepat dapat memperburuk kondisi Anda dan menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan.

Tindakan Pencegahan

Selain menggunakan obat wasir peluru, ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya wasir peluru, antara lain:

  1. Konsumsi makanan yang kaya serat, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
  2. Minum cukup air setiap hari untuk mencegah sembelit.
  3. Hindari menahan buang air besar dan segera pergi ke kamar kecil saat merasa ingin buang air besar.
  4. Hindari duduk atau berdiri terlalu lama secara berlebihan.
  5. Lakukan olahraga secara teratur untuk menjaga kesehatan tubuh dan memperkuat otot-otot di sekitar anus.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter

Jika gejala wasir peluru tidak membaik setelah penggunaan obat wasir peluru, atau jika gejala semakin parah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan memberikan pengobatan yang lebih tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Baca Juga:  Ambeien Dalam, Gejala dan Cara Mengobatinya

Demikian informasi mengenai cara pakai obat wasir peluru, efek samping, contoh obat, tindakan pencegahan, dan kapan harus berkonsultasi dengan dokter. Sebagai tambahan, sebaiknya jangan melakukan pengobatan sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker terlebih dahulu, agar kondisi Anda tidak semakin parah.

Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *